Oleh:

Pretty Sefrinta A, S.Psi

Guru SD AL Falah Darussalam Waru Sidoarjo

rinta.alfadar@gmail.com

Umumnya pemahaman kecerdasan siswa selalu diukur dari segi kognitif semata, sebagai contoh ketika anak-anak menerima buku rapor, banyak orang tua yang mengambil kesimpulan bahwa anak tersebut cerdas jika memperoleh nilai yang sangat bagus dan juga sebaliknya. Namun dalam kenyataannya bahwa kecerdasan atau kemampuan manusia sebenarnya sangat beragam. Selain kecerdasan intelektual, ada kecerdasan lain yang juga memiliki peran penting untuk dikembangkan yaitu kecerdasan emosi. Kecerdasan emosi adalah kemampuan seseorang dalam menyesuaikan diri dengan suasana hati orang lain atau kemampuan berempati. Seseorang yang memiliki kecerdasan emosi akan mampu menempatkan emosinya pada porsi yang tepat, memilah kepuasan dan mengatur suasana hati. Sejalan dengan hal itu melatih kecerdasan emosi siswa akan membuat mereka lebih berprestasi sesuai bidangnya.

Ada banyak upaya dan kegiatan yang bisa dilakukan untuk mengembangkan kecerdasan emosi siswa, salah satunya melalui kegiatan birrul walidain dan life skill yang rutin dilakukan siswa di rumah. Birul walidain adalah bagian dari etika seorang muslim untuk berbakti kepada orangtua. Sedangkan life skill adalah ketrampilan hidup yang dibutuhkan seseorang dalam kehidupan sehari-hari. Beberapa tugas birrul walidain dan life skill yang dilakukan siswa di rumah antara lain membantu orang tua untuk membersihkan rumah, menyetrika baju, berkebun, dan memijat kaki ayah atau bunda. Seperti yang dilakukan oleh Siswi kelas 5 SD ICP Al Falah Darussalam, terlihat ananda Khalishah Putri Anandra membantu bunda berkebun dan membantu menyetrika baju.

Selain meningkatkan aspek kemandirian siswa dan meningkatkan kedekatan siswa dengan orangtua, kegiatan birrul walidain dan life skill yang rutin dilakukan dapat mengembangkan kemampuan siswa untuk mengenali dan peduli dengan orang lain, serta menunjukkan kemampuan empati seseorang. Siswa yang memiliki kemampuan empati akan lebih mampu menangkap sinyal-sinyal sosial yang tersembunyi dan mengisyaratkan apa saja yang dibutuhkan orang lain, sehingga ia lebih mampu menerima sudut pandang orang lain, peka terhadap perasaan orang lain dan lebih mampu mendengarkan orang lain.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *