About TK Al Falah Darussalam
TK Al Falah Darussalam Vision
VIsi TK Al Falah Darussalam sebagai berikut “Mewujudkan Generasi beraqidah mantap dan berakhlaqul karimah”. TK Al Falah Darussalam hadir sebagai tempat terbaik bagi para orang tua yang mendambakan masa depan penuh cahaya bagi putra-putrinya—sebuah lembaga yang bukan hanya mengajar, tetapi membentuk generasi kecil yang beraqidah mantap dan berakhlakul karimah. Di sini, setiap langkah anak dituntun dengan kasih sayang, setiap kata diarahkan dengan adab, dan setiap kegiatan dibingkai nilai-nilai Islam yang menumbuhkan iman, kelembutan hati, dan budi pekerti yang indah. Anak-anak tidak sekadar tumbuh menjadi cerdas, tetapi tumbuh menjadi pribadi yang kokoh pendirian, santun dalam tutur, lembut dalam sikap, dan berjiwa mulia. TK Al Falah Darussalam adalah taman tempat karakter dibentuk dan cahaya masa depan ditumbuhkan.
TK Al Falah Darussalam Mission
Di TK Al Falah Darussalam, membangun kemandirian bukan sekadar mengajarkan anak untuk bisa melakukan sesuatu sendiri, tetapi menumbuhkan kesadaran diri yang lahir dari hati—kesadaran untuk memahami siapa dirinya, apa yang ia rasakan, dan bagaimana ia bertindak dengan baik. Kami membimbing anak mengenal emosi, belajar mengatur diri, membuat keputusan kecil yang bijak, dan berlatih bertanggung jawab atas pilihannya, semua dalam suasana yang hangat dan penuh cinta. Setiap aktivitas dirancang untuk menumbuhkan rasa percaya diri dan keberanian mencoba hal baru, sehingga anak tumbuh sebagai pribadi yang mandiri, matang secara emosional, dan siap menghadapi tantangan masa depan. Inilah pendidikan yang tidak hanya membentuk kemampuan, tetapi membangunkan potensi; tidak hanya melatih perilaku, tetapi menghidupkan kesadaran diri—membuat TK Al Falah Darussalam menjadi tempat terbaik bagi tumbuhnya generasi yang kuat, percaya diri, dan berkarakter mulia.
Di TK Al Falah Darussalam, kami percaya bahwa setiap anak membawa cahaya keunikan yang harus disinari dengan kepercayaan diri dan rasa tanggung jawab. Karena itu, kami menciptakan lingkungan yang aman, hangat, dan penuh penghargaan agar mereka berani berbicara, berpendapat, mencoba hal baru, dan percaya bahwa diri mereka bernilai di hadapan Allah dan sesama. Melalui kegiatan yang terarah dan penuh makna, anak-anak belajar memahami tugasnya, menjaga amanah kecil, menyelesaikan kegiatan hingga tuntas, serta bertanggung jawab atas pilihannya. Ini bukan sekadar pendidikan formal, tetapi proses mendalam untuk membangun jiwa pemimpin masa depan—anak-anak yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat percaya dirinya, stabil emosinya, dan mulia karakternya. TK Al Falah Darussalam menuntun mereka tumbuh sebagai pribadi yang yakin pada kemampuan diri, namun tetap rendah hati; berani melangkah, namun penuh adab; dan siap memikul amanah besar dalam kehidupan. Inilah tempat terbaik untuk menumbuhkan generasi yang percaya diri, tangguh, dan berkarakter mulia.
Di TK Al Falah Darussalam, pembiasaan perilaku Islami bukan sekadar rutinitas, tetapi denyut utama pendidikan yang mewarnai setiap langkah anak. Kami menanamkan salam yang tulus, senyum yang menyejukkan, tangan kecil yang ringan membantu, serta lisan yang lembut dan penuh doa—hingga akhlak mulia tumbuh alami dari hati mereka. Anak-anak belajar mengenal Allah melalui adabnya: menghormati guru dan orang tua, menyayangi teman, menjaga kebersihan, mengucap syukur, dan bersabar dalam setiap keadaan. Dengan pendekatan yang lembut dan konsisten, kami membangun pribadi kecil yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berjiwa bening dan penuh kasih. Inilah tempat di mana nilai-nilai Islam tidak hanya diajarkan, tetapi dihidupkan setiap hari, membentuk generasi yang membawa cahaya akhlak ke mana pun mereka pergi. TK Al Falah Darussalam adalah pilihan terbaik bagi orang tua yang ingin karakter Islami tertanam kuat dalam jiwa anak mereka, menjadi fondasi sepanjang hidupnya.
Di TK Al Falah Darussalam, setiap anak diyakini sebagai permata unik yang membawa potensi luar biasa, dan tugas kamilah untuk menyalakan kilaunya melalui kegiatan belajar yang aktif, menyenangkan, dan penuh makna. Kami merancang pengalaman belajar yang membuat anak bergerak, bereksplorasi, bertanya, mencoba, dan menemukan hal-hal baru sesuai perkembangan dan minat alaminya. Di sinilah kreativitas bertemu rasa ingin tahu, sains bertemu keajaiban, dan nilai-nilai Islam membimbing setiap proses agar tetap penuh adab dan keberkahan. Anak-anak tidak dipaksa untuk menjadi sama, tetapi difasilitasi untuk menjadi versi terbaik dari diri mereka sendiri—cerdas, berani, percaya diri, dan bangga dengan kemampuan yang Allah titipkan. TK Al Falah Darussalam menghadirkan pembelajaran yang hidup, menarik, dan memerdekakan jiwa belajar anak, sehingga mereka tumbuh dengan kegembiraan, keyakinan diri, dan karakter yang kuat. Inilah tempat terbaik bagi orang tua yang ingin pendidikan anaknya tidak hanya bermutu, tetapi juga menyenangkan dan membangkitkan potensi sesungguhnya.
Di TK Al Falah Darussalam, kami percaya bahwa setiap anak layak memasuki jenjang pendidikan berikutnya dengan hati yang penuh percaya diri, kemampuan yang matang, dan akhlak yang indah. Karena itu, kami tidak hanya mengajarkan mereka membaca, berhitung, dan berkomunikasi, tetapi juga membangun kesiapan emosional, spiritual, dan sosial yang menjadi fondasi kesuksesan di masa depan. Melalui kegiatan yang dirancang sesuai tahap perkembangan, kami membantu anak menemukan ritme belajar mereka, menguatkan disiplin diri, membiasakan tanggung jawab, dan menumbuhkan kemampuan memecahkan masalah dengan cara yang menyenangkan. Dengan pendekatan Islami yang menyentuh jiwa, kami membimbing mereka memahami nilai adab, doa, kesabaran, dan syukur—bekal yang akan menyertai perjalanan pendidikan mereka hingga dewasa. TK Al Falah Darussalam bukan hanya menghantarkan anak ke jenjang SD, tetapi menyiapkan mereka menjadi pribadi yang siap menghadapi dunia dengan kecerdasan, karakter, dan cahaya keimanan.
TK Al Falah Darussalam
Achievements
Program Unggulan TK
Parenting Program
Parenting Education for Parents is the very important program to make process students education faster
Character and Leadership Development
we believe that true success is not measured merely by academic achievement, but by the strength of one’s character and the quality of one’s leadership.
Digital Learning (LMS & Teknologi Pendidikan)
Using the Learning Management System, students engage in structured, interactive digital learning
Enrichment & Extracurricular Excellence
LPFDT offers a wide range of high-quality extracurricular experiences, including Robotics, English Club, Tilawah
Islamic & National Celebration Activities
At LPFDT, education is not merely a classroom experience—it is a transformative journey that shapes every aspect of a child’s life
Tahfidz Qur’an & Qur’anic Literacy (BTQ)
At LPFDT, the Tahfidz Qur’an & Qur’anic Literacy Programme is the spiritual heartbeat of our school
International Class Programme (ICP – Cambridge Approach)
At LPFDT, the International Class Programme (ICP) is far more than English lessons or additional academic content
Islamic Full Day Education
At LPFDT, the Islamic Full Day Education programme is not merely an extended school schedule
Our TK Activity Programmes
Nama Program:
Praktik Gerakan Wudhu
Visi Program:
Mewujudkan peserta didik yang mampu melaksanakan wudhu dengan benar, penuh kesadaran spiritual, serta menjadikan kebersihan dan kesucian diri sebagai bagian dari ibadah sejak usia dini.
Misi Program:
- Membiasakan anak mengenali urutan langkah-langkah wudhu secara runtut dan lembut sesuai tahap perkembangan.
- Menanamkan adab bersuci seperti menjaga kebersihan air, tidak bermain berlebihan, antre dengan sopan, dan menjaga kebersihan area wudhu.
- Menggunakan metode demonstrasi, permainan air edukatif, storytelling, dan role-model guru sebagai keteladanan nyata.
- Menciptakan lingkungan kegiatan wudhu yang ramah anak, aman, bersih, menyenangkan, dan penuh motivasi positif.
Tujuan Program:
- Anak memahami bahwa wudhu adalah syarat sah sholat dan simbol kebersihan hati dan jiwa.
• Anak mampu menirukan gerakan wudhu secara bertahap dari awal hingga akhir.
• Anak mengenal doa sebelum dan sesudah wudhu.
• Anak terbiasa menjaga kebersihan diri, hemat air, dan merapikan area wudhu setelah selesai.
• Anak menunjukkan sikap tertib, sabar, dan disiplin selama kegiatan ibadah.
Target Kegiatan (Indikator Kinerja Anak):
- Anak mampu menyebutkan minimal lima (5) urutan wudhu secara benar.
• Anak mampu mempraktikkan minimal empat (4) gerakan wudhu dengan baik.
• Anak menunjukkan perilaku menjaga kebersihan tempat wudhu (tidak bermain air, tidak berceceran, membersihkan area).
• Anak mengenal doa sebelum wudhu dan mampu mengulanginya bersama guru.
• Anak menunjukkan sikap sabar menunggu giliran dan mengikuti arahan guru.
Program Praktik Gerakan Wudhu di TK Al Falah Darussalam tidak hanya bertujuan mengajarkan urutan gerakan wudhu, tetapi membangun pondasi spiritual yang akan melekat sepanjang hidup anak. Kegiatan dimulai dengan storytelling sederhana tentang pentingnya bersuci dan mengapa seorang muslim perlu menjaga kebersihan. Guru kemudian melakukan demonstrasi gerakan wudhu dengan tenang, perlahan, dan penuh keteladanan, sehingga anak dapat melihat contoh yang benar dan meresap secara visual.
Setelah itu, anak-anak dibagi dalam kelompok kecil untuk melakukan praktik langsung. Guru mendampingi satu per satu memastikan keamanan, ketepatan gerakan, dan kenyamanan emosional anak. Pendekatan learning by doing digunakan agar anak memahami wudhu bukan sebagai hafalan, tetapi sebagai pengalaman ibadah yang bermakna.
Untuk meningkatkan minat, guru menggunakan permainan air edukatif, lagu pendek tentang wudhu, serta penguatan verbal positif seperti “MasyaAllah, bagus sekali,” agar anak merasa dihargai dan percaya diri. Selain itu, anak diajarkan adab wudhu seperti hemat air, tidak bermain berlebihan, antre dengan tertib, menjaga kebersihan tempat wudhu, dan mengeringkan area bila basah.
Melalui program ini, anak belajar tentang ibadah, akhlak, kedisiplinan, kebersihan, dan kesabaran secara harmonis. Pembiasaan ini menjadi fondasi kuat yang akan memudahkan program ibadah berikutnya seperti latihan sholat, Asmaul Husna, dan pembiasaan harian lainnya. Program ini menjadi salah satu keunggulan TK Al Falah Darussalam dalam menumbuhkan generasi berakhlak mulia sejak usia dini
Nama Program:
Latihan Sholat
Visi Program:
Mewujudkan peserta didik yang mampu melaksanakan sholat dengan benar, tertib, dan penuh kegembiraan spiritual, sehingga sholat menjadi kebutuhan hati dan rutinitas yang dicintai sejak usia dini.
Misi Program:
- Membiasakan anak mengikuti sholat dhuha dan sholat berjamaah secara rutin di sekolah.
- Mengajarkan urutan gerakan sholat secara bertahap melalui metode demonstrasi, modelling guru, permainan gerak, dan pengulangan yang menyenangkan.
- Menanamkan adab sholat seperti menjaga kerapian shaf, tidak berbicara, tidak bercanda, dan mengikuti imam dengan baik.
- Menggunakan metode cerita, lagu, dan permainan peran untuk memperkuat pemahaman anak tentang makna sholat.
- Menciptakan suasana ruang ibadah yang tenang, hangat, ramah anak, dan mendorong hadirnya kekhusyukan sesuai tahap perkembangan anak TK.
Tujuan Program:
- Anak memahami bahwa sholat adalah ibadah utama seorang muslim yang menghubungkan hamba dengan Allah.
• Anak mampu menirukan urutan gerakan sholat secara berurutan.
• Anak mengenal takbir, ruku’, sujud, dan salam dengan benar.
• Anak mampu mengikuti sholat berjamaah dengan tertib.
• Anak menunjukkan akhlak mulia selama sholat: sabar, tidak berisik, rapi dalam shaf, dan menghormati imam.
Target Kegiatan (Indikator Kinerja Anak):
- Anak mampu melakukan minimal 6 urutan gerakan sholat dengan benar (takbir, ruku’, i’tidal, sujud, duduk, salam).
• Anak mampu mengikuti sholat dhuha secara mandiri tanpa harus diarahkan terus-menerus.
• Anak mampu berdiri rapi dalam shaf dan mengikuti imam dengan baik.
• Anak mengenal lafadz takbir dan salam dengan benar.
• Anak menunjukkan perilaku tenang selama sholat dan tidak berbicara atau bermain-main.
Program Latihan Sholat di TK Al Falah Darussalam dirancang sebagai proses pembentukan karakter spiritual yang kuat sejak dini. Kegiatan dimulai dengan pembukaan yang hangat dan menarik—misalnya membaca Asmaul Husna, mendengarkan cerita pendek tentang keindahan sholat, atau melihat ilustrasi yang menggambarkan anak sholeh/sholehah sedang sholat. Pendekatan ini membantu anak masuk ke suasana hati yang lebih tenang dan siap untuk beribadah.
Guru kemudian mendemonstrasikan gerakan sholat secara perlahan dan jelas, memberi contoh yang benar dari takbir hingga salam. Anak-anak diajak menirukan gerakan melalui pendekatan learning by doing dengan suasana ceria, menggunakan lagu dan permainan gerak agar proses belajar menjadi menyenangkan dan tidak membebani anak.
Saat sholat dhuha atau berjamaah, guru bertindak sebagai imam, sedangkan anak-anak dilatih membentuk shaf yang rapi. Guru memberikan penguatan verbal seperti “MasyaAllah shafnya rapi sekali,” “Ananda hebat sudah mengikuti imam,” untuk meningkatkan motivasi anak. Guru juga memastikan adab sholat diterapkan, seperti tidak berbicara, tidak bermain, dan tetap fokus meskipun dalam waktu yang singkat sesuai kapasitas anak TK.
Pendekatan ini menumbuhkan nilai disiplin, ketekunan, kesabaran, dan rasa cinta terhadap Allah. Anak tidak hanya mempelajari gerakan sholat, tetapi merasakan keindahan kebersamaan dalam ibadah. Dengan pembiasaan ini, TK Al Falah Darussalam membentuk generasi anak yang dekat dengan Allah, berakhlak mulia, dan siap menjadi teladan bagi lingkungan sekitar.
Nama Program:
Circle Time – Membaca Asmaul Husna
Visi Program:
Mewujudkan peserta didik yang mengenal dan mencintai Allah melalui pembiasaan membaca Asmaul Husna dengan ceria, penuh makna, dan menghadirkan ketenangan hati sejak awal hari belajar.
Misi Program:
- Membiasakan anak membaca Asmaul Husna setiap pagi sebagai pembuka hari yang penuh keberkahan.
- Mengintegrasikan pengenalan makna Asmaul Husna melalui cerita pendek, lagu, dan gerakan sederhana.
- Menumbuhkan kecintaan kepada Allah dengan pendekatan ramah anak, menyenangkan, dan mudah dipahami.
- Menggunakan metode visual (kartu Asmaul Husna), audio (lagu), dan aktivitas kinestetik (gerakan tangan) untuk memperkuat hafalan.
- Menciptakan suasana circle time yang hangat, menguatkan bonding antara guru dan siswa, serta membangun karakter positif sejak pagi.
Tujuan Program:
- Anak mengenal Asmaul Husna sebagai nama-nama Allah yang indah dan mulia.
• Anak mampu mengikuti pembacaan Asmaul Husna dengan irama yang benar.
• Anak menghafal secara bertahap beberapa Asmaul Husna sesuai tahap usia.
• Anak memahami makna sederhana dari beberapa nama Allah (misalnya: Ar-Rahman – Maha Pengasih).
• Anak memulai hari dengan ketenangan, kebahagiaan, dan kesiapan belajar.
Target Kegiatan (Indikator Kinerja Anak):
- Anak mampu melafalkan minimal 10–15 Asmaul Husna secara berurutan untuk TK A dan 20–40 untuk TK B.
• Anak mampu mengikuti gerakan atau isyarat tangan yang menggambarkan makna Asmaul Husna tertentu.
• Anak mampu menyebutkan makna sederhana dari minimal 3 Asmaul Husna.
• Anak menunjukkan sikap fokus, duduk rapi, dan mengikuti kegiatan circle time dengan gembira.
• Anak mampu memimpin pembacaan Asmaul Husna secara bergiliran (khusus TK B).
Program Circle Time – Membaca Asmaul Husna merupakan pembiasaan spiritual yang menjadi identitas TK Al Falah Darussalam. Kegiatan ini dilaksanakan setiap pagi untuk membangun atmosfer yang tenang, hangat, dan penuh keberkahan sebelum anak memulai aktivitas belajar. Anak-anak duduk melingkar (circle), menciptakan suasana kebersamaan yang akrab antara siswa dan guru.
Guru membuka kegiatan dengan salam hangat, kemudian memulai pembacaan Asmaul Husna menggunakan lagu, irama lembut, atau tempo ceria sesuai kebutuhan kelas. Anak-anak mengikuti dengan gerakan tangan sederhana yang membantu mereka memahami makna nama Allah—misalnya gerakan memeluk diri untuk Ar-Rahman (Maha Pengasih) atau membuka tangan ke atas untuk Al-Wahhab (Maha Pemberi).
Untuk memperkuat pemahaman, guru menyisipkan cerita singkat tentang sifat-sifat Allah dalam bahasa yang mudah dipahami anak TK. Misalnya: “Karena Allah Maha Pengasih, maka kita juga harus sayang teman.” Cerita ini membangun hubungan antara konsep spiritual dan perilaku sehari-hari.
Guru menggunakan kartu visual berwarna cerah, papan flanel, atau media digital agar anak tertarik dan mampu mengingat lebih lama. Setiap akhir sesi, guru memberikan penguatan positif seperti, “MasyaAllah, hari ini kalian membaca Asmaul Husna dengan sangat indah!” sehingga membangun rasa percaya diri anak.
Circle Time juga menjadi momen transisi emosional yang sangat penting: anak belajar menenangkan diri, fokus, dan mempersiapkan otak untuk menerima pelajaran. Kegiatan ini terbukti meningkatkan karakter positif anak, seperti lembut, penyayang, sabar, dan peduli pada sesama.
Dengan pembiasaan ini, TK Al Falah Darussalam bukan hanya mengajar akademik, tetapi juga membentuk jiwa Qur’ani anak sejak usia emas
Nama Program:
Belajar Manasik Haji
Visi Program:
Mewujudkan peserta didik yang mengenal rukun Islam kelima melalui pengalaman belajar manasik haji yang menyenangkan, penuh makna, dan membangun kecintaan kepada syiar Islam sejak usia dini.
Misi Program:
- Memperkenalkan konsep ibadah haji dengan bahasa sederhana melalui cerita, gambar, dan media visual yang sesuai perkembangan usia anak TK.
- Memberikan pengalaman langsung melalui praktik manasik haji seperti tawaf, sa’i, wukuf di Arafah, dan lempar jumrah dalam bentuk permainan edukatif.
- Menanamkan nilai-nilai kesabaran, kedisiplinan, kerjasama, dan ketertiban melalui kegiatan manasik haji.
- Menggunakan media miniatur Ka’bah, lorong sa’i, dan replika jumrah yang aman untuk anak.
- Menciptakan suasana kegiatan yang gembira, aman, serta menggugah rasa spiritual anak.
Tujuan Program:
- Anak mengenal rukun Islam kelima yaitu haji.
• Anak mengetahui urutan sederhana kegiatan haji: niat, tawaf, sa’i, wukuf, dan lempar jumrah.
• Anak mampu mempraktikkan gerakan manasik haji yang disesuaikan dengan usia dini.
• Anak memahami makna sederhana manasik haji seperti sabar, tertib, dan saling membantu.
• Anak merasakan kegembiraan dan kecintaan terhadap ibadah haji melalui pengalaman langsung.
Target Kegiatan (Indikator Kinerja Anak):
- Anak mampu menyebutkan minimal tiga kegiatan dalam manasik haji (misal: tawaf, sa’i, lempar jumrah).
• Anak mampu melakukan tawaf mengelilingi miniatur Ka’bah sebanyak tujuh putaran bersama kelompoknya.
• Anak mampu berjalan bolak-balik di area sa’i dengan tertib.
• Anak menunjukkan sikap sabar menunggu giliran saat lempar jumrah.
• Anak mampu mengikuti instruksi guru selama kegiatan berlangsung.
Program Belajar Manasik Haji di TK Al Falah Darussalam dirancang sebagai pengalaman islami yang membekas di hati anak. Sebelum memulai praktik, guru menjelaskan secara sederhana apa itu haji dan mengapa umat Islam melaksanakannya. Penjelasan dilakukan melalui storybook, gambar Ka’bah, video pendek ramah anak, atau boneka tokoh yang sedang berhaji. Hal ini membantu anak memahami konsep haji secara visual dan emosional.
Setelah itu, anak diajak ke area manasik yang telah disiapkan: miniatur Ka’bah, jalur sa’i, area wukuf, dan replika jumrah yang aman. Guru memulai dengan niat haji bersama-sama, lalu mencontohkan setiap langkah manasik dengan perlahan, jelas, dan penuh kehangatan. Anak-anak mengikuti dengan gembira, diiringi shalawat atau lagu-lagu islami untuk meningkatkan antusiasme.
Saat tawaf, anak berjalan mengelilingi Ka’bah kecil sambil memegang tali atau bahu temannya agar tetap rapi dalam barisan. Pada sa’i, anak belajar bergerak dari Shafa ke Marwah dengan tertib, sehingga aktivitas menjadi pengalaman fisik yang menyenangkan sekaligus bermakna. Ketika lempar jumrah, guru menekankan bahwa kegiatan dilakukan dengan lembut, sabar, dan aman—bukan tentang kekuatan, tetapi melatih keberanian dan ketertiban.
Melalui kegiatan ini, anak mendapatkan pengalaman spiritual pertama yang mengesankan, memahami nilai kesabaran, kerjasama, dan disiplin. Program ini menjadi salah satu momen paling ditunggu orang tua karena membuat anak merasa dekat dengan syiar Islam dan bangga menjadi seorang muslim. TK Al Falah Darussalam menjadikan manasik haji sebagai bagian penting pembelajaran karakter dan ibadah sejak usia dini.
Nama Program:
Siroh Nabawiyah Muhammad SAW
Visi Program:
Mewujudkan peserta didik yang mengenal, mencintai, dan meneladani akhlak Rasulullah Muhammad SAW melalui kisah-kisah sederhana, menyentuh hati, dan sesuai tahap perkembangan anak usia dini.
Misi Program:
- Memperkenalkan kisah-kisah Nabi Muhammad SAW dengan bahasa yang lembut, sederhana, dan mudah dipahami anak TK.
- Menanamkan nilai-nilai akhlakul karimah seperti jujur, amanah, penyayang, disiplin, dan rendah hati melalui kisah nyata kehidupan Rasulullah.
- Menggunakan metode storytelling, boneka tangan, gambar seri, theater sederhana, dan video ramah anak untuk menarik perhatian dan imajinasi siswa.
- Membuat aktivitas lanjutan seperti role play, menggambar tokoh hewan atau benda dalam cerita, dan kegiatan refleksi singkat.
- Menciptakan suasana belajar yang hangat, menyenangkan, dan memudahkan anak merasakan kedekatan dengan Rasulullah SAW.
Tujuan Program:
- Anak mengenal Nabi Muhammad SAW sebagai teladan utama umat Islam.
• Anak memahami nilai-nilai akhlak mulia dari kisah Rasulullah secara sederhana.
• Anak mampu menceritakan kembali sebagian kecil isi kisah yang didengarnya.
• Anak meniru perilaku terpuji dalam kehidupan sehari-hari, seperti salam, berbagi, dan berkata jujur.
• Anak menumbuhkan rasa cinta kepada Allah dan Rasul-Nya melalui kisah penuh makna.
Target Kegiatan (Indikator Kinerja Anak):
- Anak mampu menyebutkan nama Nabi Muhammad SAW dan beberapa anggota keluarga beliau (misal: Khadijah, Fatimah).
• Anak mampu menjelaskan secara sederhana nilai akhlak dari sebuah kisah (misal: “Rasulullah sayang pada semua orang”).
• Anak mampu menjawab pertanyaan sederhana tentang isi cerita.
• Anak menunjukkan perilaku meniru akhlak Nabi seperti tidak berbohong, berbagi, dan bersikap lembut kepada teman.
• Anak mampu mengikuti storytelling dengan fokus, duduk rapi, dan antusias.
Program Siroh Nabawiyah Muhammad SAW di TK Al Falah Darussalam merupakan salah satu pilar pembentukan karakter anak. Pembelajaran dilakukan melalui storytelling yang hangat, di mana guru membawakan kisah Rasulullah dengan intonasi, ekspresi, dan gerakan yang menarik perhatian anak. Guru menggunakan media visual seperti boneka tangan, flipchart cerita, gambar seri, papan flanel, atau video pendek untuk mendukung pemahaman.
Kisah-kisah yang dipilih adalah cerita pendek yang ringan, menyentuh hati, dan sesuai usia TK, seperti:
• Kejujuran Rasulullah sejak kecil (Al-Amin)
• Kelembutan Rasulullah terhadap hewan
• Kebaikan Rasulullah kepada tetangga
• Sikap Rasulullah yang suka membantu
Setelah storytelling, guru melakukan tanya jawab sederhana untuk memastikan anak memahami inti kisah. Dilanjutkan dengan aktivitas lanjutan seperti role play (misalnya pura-pura menolong teman, berbagi makanan), menggambar bagian dari cerita, atau membuat kartu akhlak harian yang dipantau guru dan orang tua.
Guru juga memberikan contoh langsung dalam perilaku sehari-hari, sehingga anak melihat bahwa akhlak mulia itu bukan hanya cerita, tetapi harus dihidupkan. Program ini tidak hanya menambah pengetahuan anak tentang Rasulullah, tetapi juga menanamkan nilai-nilai karakter yang menjadi dasar pendidikan Islam. Dengan mengikuti program ini, anak belajar menjadi pribadi penyayang, jujur, sopan, dan penuh kasih—akhlak yang sangat didambakan oleh semua orang tua.
Nama Program:
Ramadhan Ceria
Visi Program:
Mewujudkan peserta didik yang merasakan kegembiraan, kedamaian, dan keberkahan bulan Ramadhan melalui kegiatan edukatif yang menyenangkan, spiritual, dan sesuai perkembangan anak usia dini.
Misi Program:
- Memperkenalkan makna Ramadhan secara sederhana melalui cerita, video, dan penjelasan yang ramah anak.
- Mengadakan kegiatan ibadah ringan seperti doa pagi, tadarus pendek, berbagi makanan, dan praktik puasa bertahap (puasa sampai dzuhur bagi yang mampu).
- Membangun kebiasaan baik seperti membantu orang tua, berkata lembut, dan berbagi dengan teman.
- Menyelenggarakan kegiatan tematik Ramadhan seperti membuat craft lentera, poster kebaikan, dan kartu ucapan Idul Fitri.
- Mengembangkan semangat berbagi melalui program infak Ramadhan yang disalurkan ke lembaga sosial.
- Menghadirkan suasana sekolah yang penuh nuansa Ramadhan: dekorasi Islami, nasyid, dan tampilan karya siswa.
Tujuan Program:
- Anak mengenal makna sederhana Ramadhan: bulan berpuasa, berbuat baik, dan memperbanyak ibadah.
• Anak mampu melakukan ibadah ringan sesuai usia seperti membaca doa, bersedekah, dan tadarus penggalan surat pendek.
• Anak memahami nilai kebaikan seperti berbagi, sabar, dan disiplin.
• Anak terlibat dalam kegiatan kreatif bertema Ramadhan dengan penuh antusias.
• Anak merasakan suasana Ramadhan yang ceria, hangat, dan penuh keberkahan di sekolah.
Target Kegiatan (Indikator Kinerja Anak):
- Anak mampu menyebutkan minimal tiga amalan Ramadhan (puasa, sedekah, tadarus).
• Anak mampu membaca doa berbuka bersama-sama.
• Anak menunjukkan perilaku sabar, tidak mudah marah, dan berbicara lembut selama Ramadhan.
• Anak mampu mengikuti kegiatan tadarus pendek (surat pendek pilihan).
• Anak aktif mengikuti kegiatan Ramadhan seperti membuat craft Islami atau poster kebaikan.
Program Ramadhan Ceria di TK Al Falah Darussalam dibuat untuk menjadikan bulan suci Ramadhan sebagai pengalaman spiritual yang indah bagi anak-anak. Kegiatan dimulai dengan mengenalkan makna Ramadhan melalui cerita interaktif, boneka tangan, dan video edukatif yang menjelaskan bahwa Ramadhan adalah bulan kebaikan, bulan sabar, dan bulan penuh pahala.
Setiap pagi, anak mengikuti doa bersama, tadarus surat-surat pendek, dan kegiatan pembiasaan perilaku mulia seperti berbagi dan saling menolong. Bagi anak yang mampu, sekolah memberikan pengalaman latihan puasa secara bertahap, misalnya puasa sampai waktu tertentu, namun tetap memperhatikan kenyamanan dan kesehatan anak.
Sekolah juga menghias lingkungan dengan nuansa Islami: bintang, bulan sabit, lentera Ramadhan, dan karya anak-anak yang dipajang sebagai bentuk apresiasi. Kegiatan kreatif seperti membuat Ramadhan journal, craft lentera, kaligrafi sederhana, dan kartu ucapan Idul Fitri menjadi bagian penting dalam pembelajaran tematik.
Puncak kegiatan diisi dengan Pesona Ramadhan seperti lomba adzan, hafalan doa, fashion show busana muslim, atau acara buka bersama. Selain itu, program infak Ramadhan melatih anak menjadi insan yang peduli dan dermawan sejak kecil. Anak diajak mengumpulkan infak dari rumah dan menyerahkannya bersama-sama, sehingga menumbuhkan rasa empati dan kebahagiaan berbagi.
Melalui program ini, Ramadhan di TK Al Falah Darussalam menjadi momen penuh cahaya, keceriaan, dan makna spiritual yang melekat dalam memori anak hingga dewasa. Program ini juga memperkuat citra TK Al Falah Darussalam sebagai lembaga pendidikan yang tidak hanya mengajarkan ilmu, tetapi juga membentuk karakter dan kecintaan kepada Islam sejak usia dini.
Nama Program:
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW
Visi Program:
Mewujudkan peserta didik yang mencintai Rasulullah Muhammad SAW melalui peringatan Maulid Nabi yang penuh makna, menggembirakan, dan menanamkan akhlakul karimah sejak usia dini.
Misi Program:
- Memperkenalkan sejarah kelahiran Nabi Muhammad SAW melalui cerita interaktif, gambar, boneka tangan, dan media ramah anak.
- Menanamkan nilai akhlak Rasulullah seperti jujur, rendah hati, penyayang, dan suka menolong melalui kegiatan tematik Maulid.
- Menyelenggarakan pentas kreativitas anak seperti menyanyi shalawat, drama pendek, fashion show busana muslim, atau pembacaan doa.
- Mengajak anak merasakan kegembiraan Maulid melalui dekorasi kelas, kegiatan seni, dan aktivitas kolaboratif dengan orang tua.
- Memperkuat kecintaan anak kepada Rasulullah melalui shalawat dan kegiatan refleksi sederhana.
Tujuan Program:
- Anak mengenal kisah kelahiran Nabi Muhammad SAW secara sederhana.
• Anak memahami bahwa Rasulullah adalah teladan terbaik bagi umat manusia.
• Anak mampu menyebutkan minimal dua akhlak Nabi yang perlu diteladani.
• Anak menunjukkan perilaku positif seperti bersikap lembut, jujur, dan saling menyayangi.
• Anak terlibat aktif dalam kegiatan Maulid dengan penuh kegembiraan dan percaya diri.
Target Kegiatan (Indikator Kinerja Anak):
- Anak mampu menyebutkan nama Nabi dan menceritakan secara singkat peristiwa kelahirannya.
• Anak mampu mengikuti lantunan shalawat dengan irama yang benar.
• Anak mampu menyebutkan satu hingga dua akhlak Nabi (misal: jujur, penyayang).
• Anak menunjukkan perilaku meniru akhlak Nabi dalam keseharian di sekolah.
• Anak berpartisipasi dalam kegiatan pertunjukan atau proyek seni Maulid.
Program Peringatan Maulid Nabi di TK Al Falah Darussalam menjadi salah satu momen spiritual dan emosional yang paling berkesan dalam satu tahun ajaran. Kegiatan diawali dengan storytelling yang hangat tentang kelahiran Rasulullah, disampaikan dengan bahasa sederhana dan media menarik seperti boneka tangan, teatrikal, gambar seri, atau video pendek yang sesuai usia anak. Cerita dibuat penuh kelembutan sehingga anak tidak hanya memahami, tetapi merasakan cinta kepada Rasulullah.
Selanjutnya, guru memperkenalkan akhlakul karimah Rasulullah melalui contoh-contoh sederhana yang mudah diterapkan dalam kehidupan anak TK. Misalnya: bersikap lembut kepada teman, berkata jujur, meminjamkan mainan, atau membantu membereskan kelas. Guru juga mengaitkan cerita dengan situasi sehari-hari sehingga nilai akhlak lebih mudah dipraktikkan.
Kegiatan Maulid biasanya dilengkapi dengan pentas kreativitas anak, seperti:
• menyanyi shalawat Nabi,
• drama mini tentang masa kecil Rasulullah,
• pembacaan doa,
• desfile busana muslim,
• seni membuat poster “Aku Sayang Rasulullah.”
Dekorasi kelas dan sekolah dibuat bernuansa Maulid dengan warna-warna ceria, bendera hias, kaligrafi sederhana buatan anak, serta sudut khusus bertema “Teladan Rasulullah”. Orang tua juga dilibatkan melalui kegiatan keluarga seperti Membacakan Shalawat di Rumah, pengumpulan sedekah untuk yatim piatu, atau pameran karya anak.
Dengan menyelenggarakan kegiatan Maulid yang penuh cinta dan kegembiraan, anak-anak di TK Al Falah Darussalam belajar mencintai Rasulullah bukan sekadar dari cerita, tetapi dari rasa yang tumbuh dalam hati mereka. Ini menjadi fondasi akhlak dan spiritualitas yang akan terus hidup dalam diri mereka sepanjang usia
Nama Program:
Peringatan Hari Raya Idul Fitri
Visi Program:
Mewujudkan peserta didik yang memahami makna Idul Fitri sebagai hari kemenangan, saling memaafkan, mempererat silaturahmi, dan merayakan kebahagiaan bersama dalam suasana penuh cinta dan keberkahan.
Misi Program:
- Mengenalkan makna Idul Fitri secara sederhana melalui cerita, video edukatif, dan dialog ramah anak.
- Menyelenggarakan kegiatan halal bihalal dan saling memaafkan untuk melatih anak berakhlak mulia.
- Mengajak anak berpartisipasi dalam kegiatan tematik seperti membuat kartu Idul Fitri, fashion show busana muslim, dan pentas seni.
- Membangun suasana sekolah yang ceria melalui dekorasi bertema Lebaran dan aktivitas kolaboratif bersama orang tua.
- Menanamkan nilai syukur, berbagi, dan menjaga ukhuwah di antara siswa, guru, dan keluarga.
Tujuan Program:
- Anak memahami bahwa Idul Fitri adalah hari kemenangan setelah Ramadhan.
• Anak mengenal adab saling memaafkan dan mengucapkan selamat Idul Fitri.
• Anak mampu menyebutkan amalan yang dianjurkan pada Idul Fitri seperti mandi sunnah, memakai pakaian terbaik, dan bersedekah.
• Anak terlibat aktif dalam kegiatan sekolah bertema Idul Fitri dengan penuh keceriaan.
• Anak belajar menunjukkan sikap ramah, gembira, dan bersyukur dalam perayaan Idul Fitri.
Target Kegiatan (Indikator Kinerja Anak):
- Anak mampu mengucapkan kalimat “mohon maaf lahir dan batin” dengan sopan.
• Anak mampu menyebutkan minimal dua kegiatan yang dilakukan saat Idul Fitri (shalat Id, silaturahmi, berbagi makanan).
• Anak mengikuti kegiatan halal bihalal sekolah dengan tertib dan ceria.
• Anak berpartisipasi dalam pembuatan kartu ucapan Idul Fitri atau craft tematik lainnya.
• Anak menunjukkan sikap ramah, saling memeluk, dan bergembira bersama teman.
Program Peringatan Hari Raya Idul Fitri di TK Al Falah Darussalam dirancang untuk menghadirkan suasana lebaran yang hangat dan penuh kebahagiaan. Kegiatan diawali dengan storytelling tentang makna Idul Fitri—mengapa umat Islam merayakan hari kemenangan, apa yang dilakukan pada pagi hari Idul Fitri, dan bagaimana adab bersilaturahmi serta saling memaafkan. Guru menggunakan media seperti gambar, flipchart, boneka tangan, atau video pendek agar anak mudah memahami.
Salah satu puncak kegiatan adalah halal bihalal anak, di mana siswa berjajar rapi untuk bersalaman dengan guru dan teman-temannya sambil mengucapkan “mohon maaf lahir dan batin”. Kegiatan ini melatih anak bersikap lembut, menghargai orang lain, dan memahami makna memaafkan dengan bahasa anak-anak.
Sekolah kemudian mengadakan berbagai aktivitas kreatif seperti:
• membuat kartu Idul Fitri,
• mewarnai ketupat dan gambar masjid,
• membuat craft gantungan lebaran,
• dekorasi kelas bertema Idul Fitri,
• pentas seni busana muslim,
• parade lebaran anak.
Anak juga diajak mengenal budaya lebaran seperti berbagi makanan atau membawa snack sederhana untuk dinikmati bersama dalam suasana penuh keakraban. Program ini menciptakan pengalaman emosional yang menyentuh hati anak—bahwa Idul Fitri adalah hari suka cita, hari keluarga, dan hari untuk saling memaafkan.
Melalui kegiatan ini, TK Al Falah Darussalam tidak hanya memperingati lebaran sebagai tradisi, tetapi menanamkan nilai-nilai syukur, kebaikan, dan persaudaraan yang akan membentuk karakter anak di masa depan. Orang tua pun merasakan kebahagiaan melihat anaknya belajar adab yang mulia dengan cara yang sangat menyenangkan.
Nama Program:
Peringatan Tahun Baru Islam (1 Muharram)
Visi Program:
Mewujudkan peserta didik yang memahami makna Tahun Baru Islam sebagai momentum hijrah menuju kebaikan, serta menanamkan semangat memperbaiki diri dengan cara yang ceria, sederhana, dan sesuai perkembangan anak usia dini.
Misi Program:
- Mengenalkan konsep hijrah melalui cerita sederhana yang mudah dipahami oleh anak TK.
- Mengajak anak melakukan aktivitas simbolik hijrah seperti berjalan bersama, berpindah tempat, atau membuat poster “Ayo Berubah Jadi Lebih Baik”.
- Mengadakan kegiatan tematik seperti membuat mahkota 1 Muharram, mewarnai bulan sabit, dan parade mini menyambut tahun baru Islam.
- Menanamkan nilai semangat memperbaiki diri, berkata baik, dan membantu teman sebagai wujud hijrah yang nyata.
- Membuat suasana sekolah bernuansa Tahun Baru Islam melalui dekorasi dan kegiatan kolaboratif bersama orang tua.
Tujuan Program:
- Anak mengenal bahwa 1 Muharram adalah Tahun Baru Islam.
• Anak memahami makna hijrah sebagai “berubah menjadi lebih baik”.
• Anak mampu menyebutkan contoh perilaku hijrah seperti tidak berteriak, tidak berebut, dan suka berbagi.
• Anak terlibat aktif dalam kegiatan tematik Muharram dengan gembira.
• Anak menunjukkan perubahan perilaku positif sesuai tema hijrah.
Target Kegiatan (Indikator Kinerja Anak):
- Anak mampu menyebutkan nama bulan “Muharram” sebagai Tahun Baru Islam.
• Anak mampu menyebutkan minimal satu perilaku hijrah (misal: mulai rajin salam, mulai suka membantu).
• Anak mengikuti kegiatan jalan hijrah atau parade Muharram dengan tertib.
• Anak berpartisipasi dalam proyek seni bertema 1 Muharram (poster, mahkota, atau craft bulan sabit).
• Anak menunjukkan sikap lebih baik dalam satu perilaku tertentu selama satu minggu program hijrah.
Program Peringatan Tahun Baru Islam (1 Muharram) di TK Al Falah Darussalam dirancang untuk menanamkan nilai hijrah dengan cara yang sederhana, menyenangkan, dan penuh makna. Kegiatan dimulai dengan storytelling tentang hijrahnya Rasulullah dari Makkah ke Madinah, disampaikan dalam bahasa yang sangat ringan dan mudah dipahami. Guru menjelaskan bahwa hijrah berarti “berubah menjadi lebih baik,” seperti dari malas menjadi rajin, dari berteriak menjadi berbicara lembut, atau dari tidak mau berbagi menjadi suka membantu teman.
Kegiatan dilanjutkan dengan parade mini hijrah, di mana anak-anak berjalan bersama dari satu titik ke titik lain, melambangkan perjalanan menuju kebaikan. Guru memberikan arahan lembut seperti: “Sekarang kita hijrah menjadi anak yang lebih sabar,” atau “Kita bergerak menjadi anak yang lebih penyayang.” Aktivitas ini membuat konsep hijrah terasa nyata di hati anak-anak.
Setiap kelas membuat craft Muharram, seperti mahkota 1 Muharram, bendera kecil bertuliskan “Hijrah Lebih Baik”, atau gantungan bulan sabit. Anak juga membuat poster sederhana “Aku Mau Hijrah Jadi Anak yang… (jujur, sabar, lembut, rajin)” yang ditempel di dinding kelas sebagai pengingat harian.
Pada akhir kegiatan, sekolah mengadakan Deklarasi Hijrah Anak Sholeh, di mana setiap anak menyebutkan satu perilaku yang ingin diperbaikinya. Guru kemudian melakukan follow-up selama seminggu untuk memantau perubahan tersebut. Kegiatan ini tidak hanya memperingati Tahun Baru Islam, tetapi membangun karakter positif yang nyata dalam perilaku anak.
Melalui program ini, TK Al Falah Darussalam menanamkan nilai hijrah bukan sekadar perayaan, tetapi sebagai pengalaman emosional dan spiritual yang membentuk akhlak anak sejak usia dini. Orang tua pun melihat bagaimana anak mulai memahami pentingnya menjadi pribadi yang lebih baik setiap harinya.
Nama Program:
Peringatan Hari Raya Idul Adha
Visi Program:
Mewujudkan peserta didik yang memahami makna pengorbanan, keikhlasan, dan ketaatan kepada Allah melalui kegiatan Idul Adha yang edukatif, menyenangkan, dan penuh nilai spiritual sesuai perkembangan anak usia dini.
Misi Program:
- Mengenalkan kisah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS dengan bahasa sederhana dan media visual menarik.
- Mengajak anak memahami makna qurban melalui kegiatan tematik, simulasi, dan aktivitas kreatif.
- Memberikan pengalaman langsung menyaksikan proses penyembelihan hewan qurban (opsional sesuai kebijakan sekolah dan kenyamanan anak), atau melalui video edukatif ramah anak.
- Melatih anak berbagi dengan sesama melalui kegiatan berbagi daging qurban atau paket sedekah.
- Menciptakan suasana perayaan Idul Adha yang ceria melalui dekorasi, nyanyian, dan kegiatan bermain peran.
Tujuan Program:
- Anak mengenal kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail sebagai teladan ketaatan kepada Allah.
• Anak memahami makna sederhana qurban sebagai bentuk berbagi dan keikhlasan.
• Anak dapat menyebutkan contoh hewan qurban (sapi, kambing, domba).
• Anak mampu mengikuti kegiatan tematik Idul Adha seperti role play, mewarnai, atau membuat craft.
• Anak menunjukkan perilaku saling berbagi dan peduli kepada teman.
Target Kegiatan (Indikator Kinerja Anak):
- Anak mampu menyebutkan tokoh dalam kisah Idul Adha (Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail).
• Anak mampu menjelaskan secara sederhana apa itu qurban.
• Anak mengikuti role play penyembelihan hewan qurban dengan aman dan tertib.
• Anak berpartisipasi dalam kegiatan berbagi paket sedekah atau simbolik daging qurban.
• Anak mampu menyebutkan minimal dua hewan yang boleh dijadikan qurban.
Program Peringatan Hari Raya Idul Adha di TK Al Falah Darussalam dirancang untuk memperkenalkan nilai pengorbanan, keikhlasan, dan ketaatan kepada Allah melalui metode yang menyenangkan dan ramah anak. Kegiatan dibuka dengan storytelling kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail—diceritakan dengan suara lembut, ekspresi penuh kasih, dan media pendukung seperti boneka tangan, gambar seri, atau video edukatif yang aman untuk anak usia dini. Cerita disampaikan dengan menekankan nilai cinta kepada Allah, keberanian, dan keikhlasan.
Guru kemudian menjelaskan makna qurban dengan bahasa yang mudah: “Qurban itu berbagi makanan untuk orang lain,” atau “Kita memberi dengan ikhlas karena Allah sayang kepada kita.” Setelah penjelasan, anak-anak diajak melakukan kegiatan tematik seperti mewarnai gambar sapi dan kambing, membuat craft Ka’bah, atau membuat topeng hewan qurban.
Salah satu kegiatan yang paling disukai adalah role play penyembelihan hewan qurban, yang dilakukan secara simbolik menggunakan boneka sapi atau kambing. Anak-anak belajar urutan penyembelihan (tanpa unsur mengerikan): membaca doa, posisi hewan, dan mengucapkan bismillah. Aktivitas ini membuat konsep qurban lebih nyata bagi anak tanpa menimbulkan rasa takut.
Jika sekolah melaksanakan penyembelihan hewan qurban, anak hanya diperbolehkan menonton dari jarak aman dan guru memastikan suasana tetap kondusif dan edukatif. Alternatif lainnya adalah menonton video ramah anak tentang proses qurban.
Program diakhiri dengan kegiatan berbagi paket sedekah kepada lingkungan sekitar atau pekerja sekolah, sehingga anak merasakan langsung nikmatnya berbagi. Guru menekankan bahwa Idul Adha adalah tentang “memberi dengan hati,” bukan sekadar perayaan.
Melalui program ini, anak-anak belajar nilai-nilai luhur Islam sambil tetap bergembira dan nyaman. TK Al Falah Darussalam memastikan setiap kegiatan penuh makna, aman, dan membangun karakter anak agar menjadi pribadi yang penyayang, dermawan, dan taat kepada Allah.
Nama Program:
Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW
Visi Program:
Mewujudkan peserta didik yang memahami peristiwa Isra Mi’raj sebagai perjalanan agung Nabi Muhammad SAW dan momentum turunnya perintah sholat, melalui kegiatan yang menyenangkan, edukatif, dan sesuai perkembangan anak usia dini.
Misi Program:
- Memperkenalkan kisah Isra Mi’raj melalui storytelling, media visual, dan aktivitas bermain peran yang ramah anak.
- Menjelaskan makna Isra Mi’raj sebagai peristiwa penting datangnya perintah sholat lima waktu.
- Menyelenggarakan kegiatan shalawat, lomba-lomba kecil, dan proyek seni menjelang Isra Mi’raj.
- Mengajak anak memahami pentingnya sholat dengan bahasa yang sederhana dan kegiatan yang menggembirakan.
- Menciptakan lingkungan sekolah yang bernuansa Isra Mi’raj melalui dekorasi tematik dan karya anak.
Tujuan Program:
- Anak mengenal peristiwa Isra (perjalanan malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa) dan Mi’raj (naik ke langit).
• Anak mengetahui bahwa sholat lima waktu adalah hadiah istimewa dari peristiwa Isra Mi’raj.
• Anak mampu mengikuti kegiatan pembiasaan sholat secara lebih semangat.
• Anak terlibat dalam kegiatan kreativitas seperti menggambar Buraq, Masjidil Aqsa, atau langit malam.
• Anak menunjukkan perilaku menghargai ibadah dan bersikap tenang saat sholat berjamaah.
Target Kegiatan (Indikator Kinerja Anak):
- Anak mampu menyebutkan kata Isra dan Mi’raj dengan benar.
• Anak mampu mengatakan bahwa sholat adalah perintah dari Allah melalui peristiwa Isra Mi’raj.
• Anak menunjukkan antusiasme dalam mengikuti kegiatan latihan sholat setelah peringatan Isra Mi’raj.
• Anak berpartisipasi aktif dalam kegiatan seni bertema Isra Mi’raj.
• Anak mampu mengikuti storytelling dengan fokus dan antusias.
Program Peringatan Isra Mi’raj di TK Al Falah Darussalam dilaksanakan sebagai sarana mengenalkan salah satu peristiwa terpenting dalam sejarah Islam. Kegiatan dimulai dengan storytelling tentang perjalanan Nabi Muhammad SAW mengendarai Buraq dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa, kemudian naik ke langit dalam Mi’raj. Cerita ini disampaikan guru dengan lembut, penuh ekspresi, dan menggunakan media seperti boneka, gambar ilustrasi, flipchart, atau video ramah anak, sehingga anak dapat mengikuti alurnya dengan rasa takjub dan kagum.
Guru menekankan kepada anak bahwa sholat lima waktu adalah hadiah yang sangat istimewa dari perjalanan tersebut. Anak kemudian diberi contoh bagaimana cara melaksanakan sholat dengan benar, melanjutkan program pembiasaan sholat yang telah berjalan sebelumnya. Pada sesi ini, guru menggunakan pendekatan emosional seperti “Allah sangat sayang kepada kita, maka Allah memberikan sholat agar kita dekat dengan-Nya.”
Setelah storytelling, guru mengajak anak melakukan berbagai kegiatan tematik seperti:
• mewarnai Masjidil Aqsa,
• menggambar Buraq,
• membuat hiasan bintang dan bulan untuk dekorasi kelas,
• menyanyikan lagu-lagu Islami atau shalawat,
• role play perjalanan Isra Mi’raj secara sederhana.
Untuk menambah semangat, sekolah dapat mengadakan Pentas Mini Isra Mi’raj, di mana anak membawakan drama singkat seperti perjalanan Nabi dengan Buraq, atau tampilan hafalan doa-doa pendek.
Peringatan Isra Mi’raj menjadi momentum memperkuat tujuan pembiasaan sholat di TK Al Falah Darussalam. Guru mengajak anak untuk semakin rajin sholat dhuha, menjaga ketenangan saat sholat berjamaah, dan memahami bahwa sholat adalah cara kita berkomunikasi dengan Allah.
Program ini memperkuat kecintaan anak kepada Rasulullah SAW, menanamkan nilai ibadah sejak dini, dan menciptakan pengalaman spiritual yang menyenangkan dan tak terlupakan bagi anak-anak TK Al Falah Darussalam.
Nama Program:
Peringatan Nuzulul Qur’an
Visi Program:
Mewujudkan peserta didik yang mencintai Al-Qur’an melalui peringatan Nuzulul Qur’an yang menguatkan kecintaan kepada kalamullah, menumbuhkan kebiasaan membaca dan mendengar ayat suci, serta membangun hubungan yang hangat antara anak dengan Qur’an sejak usia dini.
Misi Program:
- Mengenalkan kepada anak bahwa Al-Qur’an adalah kitab suci umat Islam yang diturunkan pada malam Lailatul Qadr di bulan Ramadhan.
- Mengajak anak mencintai Al-Qur’an melalui kegiatan membaca, mendengarkan, dan menghafalkan surat-surat pendek.
- Menyelenggarakan kegiatan tematik seperti lomba hafalan surat pendek, seni kaligrafi sederhana, dan mendekorasi simbol Al-Qur’an.
- Menggunakan metode visual, audio, dan kinestetik seperti nasyid, cerita, video, dan permainan edukatif untuk memperkuat pemahaman.
- Menanamkan adab terhadap Al-Qur’an seperti sikap hormat, menjaga kebersihan, dan memperlakukan mushaf dengan baik.
Tujuan Program:
- Anak memahami bahwa Al-Qur’an diturunkan oleh Allah sebagai petunjuk hidup bagi manusia.
• Anak mengenal peristiwa Nuzulul Qur’an sebagai turunnya wahyu pertama kepada Nabi Muhammad SAW.
• Anak mampu membaca atau mengikuti guru membaca beberapa surat pendek pilihan.
• Anak menunjukkan sikap hormat terhadap Al-Qur’an, misalnya duduk tenang dan tidak bermain saat mendengar ayat.
• Anak terlibat aktif dalam kegiatan tematik Nuzulul Qur’an dengan gembira dan antusias.
Target Kegiatan (Indikator Kinerja Anak):
- Anak mampu menyebutkan bahwa Al-Qur’an diturunkan oleh Allah.
• Anak mampu menyebutkan minimal satu surat pendek yang sedang dipelajari.
• Anak mampu mengikuti kegiatan mendengarkan ayat Qur’an dengan fokus.
• Anak berpartisipasi dalam kegiatan seni bertema Al-Qur’an, seperti menghias lafadz “Iqra”.
• Anak menunjukkan adab ketika Al-Qur’an dibacakan: duduk rapi, tenang, dan mendengarkan.
Program Peringatan Nuzulul Qur’an di TK Al Falah Darussalam disusun untuk mengenalkan makna turunnya Al-Qur’an dengan cara yang lembut, sederhana, dan memikat hati anak-anak. Kegiatan dimulai dengan cerita singkat tentang turunnya wahyu pertama Iqra’ kepada Nabi Muhammad SAW. Guru menggunakan ilustrasi bergambar, boneka tangan malaikat Jibril, atau video ramah anak agar cerita dapat dipahami dan membangkitkan rasa takjub.
Guru kemudian mengajak anak mengenal Al-Qur’an secara fisik—bentuknya, bagaimana cara memegangnya, bagaimana adab saat duduk dekat mushaf, dan mengapa kita harus menghormati Al-Qur’an. Semua dijelaskan menggunakan bahasa yang lembut dan contoh langsung dari guru sebagai role model.
Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan tadarus bersama sesuai kemampuan anak. Untuk TK usia awal, kegiatan dilakukan dalam bentuk listen and repeat (mendengarkan dan mengulang). Untuk TK B, kegiatan dapat berupa membaca sebagian surat pendek dan menambah hafalan juz ‘amma. Guru juga bisa menggunakan nasyid untuk membantu anak menghafal dengan lebih cepat dan menyenangkan.
Untuk menambah keceriaan, sekolah menyelenggarakan kegiatan tematik seperti:
• lomba hafalan surat pendek,
• menghias lafadz “Iqra’”,
• membuat mini-book “Aku Cinta Al-Qur’an”,
• membuat poster ayat pendek,
• sesi membaca Qur’an bersama ustaz/ustazah tamu.
Kegiatan ditutup dengan pesan moral sederhana seperti: “Al-Qur’an adalah cahaya hidup kita,” atau “Jika kita dekat dengan Qur’an, Allah akan selalu menjaga kita.” Program ini tidak hanya mengajarkan sejarah turunnya wahyu, tetapi membangun hubungan emosional yang hangat antara anak dan Al-Qur’an.
Dengan program ini, TK Al Falah Darussalam membantu anak mencintai Al-Qur’an sejak usia dini, membentuk dasar spiritual yang kuat, dan menjadikan Al-Qur’an sebagai sahabat hidup mereka di masa depan.
Nama Program:
Peringatan Lailatul Qadr
Visi Program:
Mewujudkan peserta didik yang mengenal keistimewaan Lailatul Qadr sebagai malam penuh kemuliaan dan keberkahan melalui kegiatan edukatif yang lembut, sederhana, dan sesuai perkembangan anak usia dini.
Misi Program:
- Mengenalkan konsep Lailatul Qadr melalui cerita interaktif dan visualisasi ramah anak.
- Mengajak anak memahami bahwa Lailatul Qadr adalah malam istimewa saat Al-Qur’an diturunkan dan Allah memberi banyak kebaikan.
- Menyelenggarakan kegiatan tematik seperti membuat craft bintang, bulan sabit, lampion cahaya, atau poster “Malam Mulia”.
- Mengajak anak melakukan aktivitas ibadah ringan seperti membaca doa pendek, mendengarkan tilawah, dan bershalawat.
- Membangun suasana sekolah yang hangat dan penuh cahaya sebagai simbol kemuliaan malam Lailatul Qadr.
Tujuan Program:
- Anak mengenal bahwa Lailatul Qadr adalah malam istimewa di bulan Ramadhan.
• Anak memahami makna sederhana bahwa malam ini lebih baik daripada seribu bulan.
• Anak mampu menyebutkan amalan ringan yang bisa dilakukan pada malam Lailatul Qadr (misal: doa, dzikir, mendengarkan Qur’an).
• Anak terlibat dalam kegiatan seni dan aktivitas tematik Lailatul Qadr dengan antusias.
• Anak menunjukkan sikap lembut, tenang, dan penuh kebahagiaan saat mengikuti kegiatan.
Target Kegiatan (Indikator Kinerja Anak):
- Anak mampu menyebutkan kata “Lailatul Qadr” dengan benar.
• Anak mampu menyebutkan minimal satu keutamaan Lailatul Qadr.
• Anak mengikuti kegiatan mendengarkan ayat Qur’an dengan fokus.
• Anak berpartisipasi dalam kegiatan craft bertema cahaya atau bulan-bintang.
• Anak menunjukkan perilaku tenang dan khidmat dalam sesi doa bersama.
Program Peringatan Lailatul Qadr di TK Al Falah Darussalam dirancang untuk mengajarkan keistimewaan malam mulia ini menggunakan bahasa yang sederhana dan penuh kedamaian. Kegiatan dimulai dengan storytelling ramah anak tentang Lailatul Qadr—bahwa ini adalah malam ketika Al-Qur’an diturunkan dan Allah memberikan banyak kebaikan kepada hamba-Nya. Guru menjelaskan bahwa malam ini “lebih baik dari seribu bulan” dengan analogi sederhana seperti: “Kalau kamu berbuat baik di malam ini, pahalanya besar sekali.”
Setelah storytelling, guru mengajak anak mengikuti kegiatan ibadah ringan seperti mendengarkan lantunan ayat Qur’an, membaca doa pendek, atau bershalawat. Aktivitas dilakukan dalam suasana tenang dengan pencahayaan lembut untuk membangun atmosfer kekhusyukan yang ramah anak.
Untuk meningkatkan kreativitas dan pemahaman, anak-anak diajak membuat craft bertema cahaya seperti:
• lampion Lailatul Qadr dari kertas warna,
• hiasan bintang dan bulan sabit,
• “tree of good deeds” (pohon kebaikan Ramadhan),
• poster “Malam Seribu Bulan”.
Guru juga mengajak anak berdiskusi ringan tentang contoh kebaikan di malam Lailatul Qadr seperti membantu orang tua, mendoakan keluarga, atau berbagi makanan.
Sekolah dapat mengadakan mini perayaan Cahaya Lailatul Qadr, di mana anak membawa lampu kecil atau lentera kertas yang aman sebagai simbol cahaya rahmat Allah. Kegiatan ditutup dengan doa bersama agar anak menjadi pribadi yang penuh cahaya kebaikan.
Program ini memberikan pengalaman rohani yang indah bagi anak, meskipun mereka belum memahami secara mendalam. Yang terpenting, mereka merasakan kedamaian, kasih sayang, dan kehangatan dalam suasana yang tenang dan penuh nilai spiritual. Program ini menanamkan kecintaan kepada ibadah sejak usia dini dan memperkuat identitas spiritual anak-anak TK Al Falah Darussalam.
Visi Program:
Mewujudkan peserta didik yang berakhlak mulia, mandiri, disiplin, dan memiliki kebiasaan positif melalui rutinitas harian yang terstruktur, konsisten, dan menyenangkan sesuai perkembangan anak usia dini.
Misi Program:
- Menanamkan adab-adab harian seperti memberi salam, antre, berbicara lembut, dan meminta izin menggunakan bahasa yang ramah anak.
- Membangun kemandirian anak melalui rutinitas seperti merapikan tas, mencuci tangan, merapikan meja, dan memakai sepatu sendiri.
- Membiasakan anak menjaga kebersihan diri dan lingkungan setiap hari.
- Mengembangkan kedisiplinan anak dengan kegiatan harian yang konsisten seperti doa pagi, line-up, snack time, toilet routine, dan kegiatan transisi lainnya.
- Menggunakan penguatan positif, contoh nyata dari guru, dan permainan edukatif untuk membangun kebiasaan baik secara menyenangkan.
Tujuan Program:
- Anak terbiasa melakukan adab sederhana setiap hari seperti salam, senyum, dan sapa.
• Anak mampu berperilaku mandiri sesuai usia seperti memakai sepatu, membuka bekal, dan merapikan barang.
• Anak menunjukkan perilaku disiplin dalam rutinitas harian.
• Anak menjaga kebersihan diri dan lingkungan secara konsisten.
• Anak mampu mengikuti aturan kelas dengan sukarela dan gembira.
Target Kegiatan (Indikator Kinerja Anak):
- Anak mampu melakukan 5 adab harian (salam, senyum, sapa, meminta izin, mengucapkan terima kasih).
• Anak mampu mengikuti rutinitas pagi tanpa diarahkan terus-menerus.
• Anak menunjukkan kebiasaan mandiri seperti merapikan bekal, menata meja, dan menyimpan barang pada tempatnya.
• Anak mampu antre dengan tertib saat cuci tangan, toilet routine, atau mengambil alat belajar.
• Anak menjaga lingkungan tetap bersih (tidak membuang sampah sembarangan, mengembalikan alat main).
Program Pembiasaan Keseharian di TK Al Falah Darussalam merupakan fondasi utama pembentukan karakter anak sejak usia dini. Pembiasaan dilakukan secara konsisten setiap hari untuk membangun rutinitas yang menumbuhkan akhlak, kemandirian, disiplin, dan tanggung jawab. Guru memulai hari dengan menyambut anak secara personal, memberi salam, dan memberikan penguatan positif. Ini menanamkan nilai keramahan dan komunikasi yang sopan.
Rutinitas harian mencakup berbagai kegiatan seperti doa pagi, membaca Asmaul Husna, line-up, merapikan barang, toilet routine, cuci tangan, makan bersama, dan kegiatan transisi lainnya. Guru memandu anak dengan bahasa yang lembut, jelas, dan konsisten, sambil memberikan contoh nyata sebagai role model utama di kelas. Anak belajar mengikuti aturan tanpa merasa tertekan karena kegiatan disampaikan dengan cara menyenangkan dan penuh cinta.
Untuk membangun kemandirian, anak dilatih melakukan aktivitas sehari-hari sendiri seperti membuka kotak bekal, mencuci tangan, memakai sepatu, dan membereskan area bermain. Guru memberikan bantuan minimal dan secara bertahap mengurangi intervensi agar anak mampu melakukannya mandiri. Setiap keberhasilan kecil dihargai dengan pujian verbal atau stiker apresiasi.
Kegiatan pembiasaan juga mencakup pembentukan adab sosial: menunggu giliran, meminta izin, tidak memotong pembicaraan, menghormati teman, berbagi mainan, dan berbicara dengan suara lembut. Guru memanfaatkan momen spontan dalam keseharian sebagai kesempatan mengajarkan nilai-nilai tersebut.
Lingkungan kelas ditata sebagai learning environment yang mendukung pembiasaan: rak mudah dijangkau, alat main tertata rapi, dan area cuci tangan mudah diakses. Anak belajar bahwa sekolah adalah ruang bersama yang harus dijaga bersama.
Pembiasaan ini menjadi landasan penting bagi keberhasilan program-program lain seperti ibadah, sentra, dan kegiatan tematik. Dengan pembiasaan yang konsisten, anak tumbuh menjadi pribadi yang mandiri, berakhlak mulia, dan siap mengikuti jenjang pendidikan berikutnya dengan percaya diri.
Visi Program:
Mewujudkan peserta didik yang mencintai ibadah dan mampu melaksanakan kegiatan ibadah dasar secara benar, mandiri, dan penuh kegembiraan melalui pembelajaran berbasis sentra yang ramah anak dan sesuai tahapan perkembangan usia dini.
Misi Program:
- Menghadirkan lingkungan belajar yang menghadirkan suasana ibadah melalui miniatur masjid, alat peraga wudhu, sajadah kecil, mukena, peci, dan boneka edukatif ibadah.
- Mengajarkan ibadah dasar seperti wudhu, sholat, doa-doa harian, dan adab-adab Islami melalui permainan peran, demonstrasi, dan cerita.
- Memberikan kesempatan bagi anak untuk praktik langsung secara berulang sehingga terbentuk pembiasaan yang kuat.
- Mengembangkan karakter spiritual anak seperti sabar, disiplin, tertib, dan empati melalui aktivitas kolaboratif.
- Melibatkan orang tua melalui buku penghubung ibadah agar pembiasaan berlangsung di rumah secara konsisten.
Tujuan Program:
- Anak mengenal tempat ibadah, peralatan ibadah, dan fungsi masing-masing.
• Anak mampu melaksanakan gerakan sholat dan wudhu sederhana secara bertahap.
• Anak mampu membaca doa-doa harian (makan, keluar rumah, masuk kamar mandi, dll.).
• Anak memahami adab-adab dasar seperti antri, salam, tidak berteriak di masjid, dan menghormati guru.
• Anak merasakan suasana ibadah yang menyenangkan melalui permainan dan aktivitas sentra.
Target Kegiatan (Indikator Kinerja Anak):
- Anak mampu mengenal dan menyebutkan alat ibadah (sajadah, mukena, peci, tasbih).
• Anak mampu melakukan minimal 4 gerakan sholat secara benar.
• Anak mampu mengikuti wudhu bersama guru dengan tertib.
• Anak mampu menyebutkan minimal 3 doa harian.
• Anak aktif mengikuti permainan peran ibadah (role play imam–makmum, wudhu, adab masjid).
Program Sentra Ibadah di TK Al Falah Darussalam dirancang untuk memberikan pengalaman spiritual yang konkret, menyenangkan, dan bermakna bagi anak melalui pendekatan sentra–lingkaran belajar. Setiap sesi Sentra Ibadah dibuka dengan circle time singkat berupa salam, shalawat, atau doa. Guru kemudian mengenalkan tema ibadah hari itu, misalnya “Hari ini kita belajar gerakan ruku’,” atau “Hari ini kita belajar doa masuk rumah.”
Lingkungan Sentra Ibadah disiapkan sedemikian rupa sehingga anak merasa berada di ruang ibadah kecil. Miniatur masjid, rak alat ibadah, boneka dengan pakaian sholat, serta poster gerakan sholat membantu anak memahami konsep ibadah melalui visual konkret.
Guru menggunakan modeling (contoh langsung) sebagai metode utama. Anak menirukan guru secara bertahap agar tidak bingung atau kehilangan fokus. Setelah itu, anak diberi kesempatan untuk berlatih secara mandiri atau berkelompok menggunakan alat peraga yang tersedia. Aktivitas ini dilakukan berulang, karena repetisi adalah kunci pembiasaan pada usia dini.
Kegiatan permainan peran sangat ditekankan:
• bermain menjadi imam dan makmum,
• bermain masjid-masjidan,
• bermain wudhu dengan air minimal,
• bermain tasbih berhitung,
• bermain antre sholat,
• permainan kartu adab.
Guru juga memberikan social stories—cerita singkat yang menggambarkan situasi ibadah seperti pergi ke masjid, menunggu giliran wudhu, atau menjaga kebersihan. Anak tidak hanya belajar teknis ibadah, tetapi juga sikap dan adabnya.
Setiap akhir sesi, guru melakukan refleksi ringan dengan bertanya: “Apa yang kita pelajari hari ini?” atau “Perilaku baik apa yang bisa kita lakukan setelah pulang sekolah?” Ini membantu anak memperkuat pemahaman dan membawa nilai ibadah ke dalam keseharian.
Program ini terintegrasi dengan buku penghubung ibadah, tempat guru memberi catatan perkembangan, dan orang tua melanjutkan pembiasaan di rumah. Dengan pendekatan ini, Sentra Ibadah bukan sekadar kegiatan mingguan, tetapi menjadi jembatan pembentukan karakter Islami yang kuat dan menyeluruh bagi anak-anak TK Al Falah Darussalam.
Nama Program:
Kegiatan Mengaji & Buku Penghubung Ngaji
Visi Program:
Mewujudkan peserta didik yang mencintai Al-Qur’an, mampu membaca huruf hijaiyah tahap awal, serta memiliki kebiasaan mengaji yang konsisten di sekolah dan di rumah melalui pendampingan guru–orang tua yang harmonis.
Misi Program:
- Mengajarkan pengenalan huruf hijaiyah, makhraj awal, dan bacaan dasar melalui metode yang ramah anak seperti lagu, permainan kartu, dan alat peraga.
- Menggunakan buku penghubung ngaji sebagai sarana komunikasi perkembangan antara guru dan orang tua.
- Memberikan latihan mengaji secara bertahap sesuai kemampuan anak melalui metode UMMI atau metode lain yang digunakan sekolah.
- Mengaktifkan partisipasi orang tua dalam pembiasaan mengaji di rumah dengan cara sederhana, menyenangkan, dan terukur.
- Membangun suasana belajar ngaji yang positif, lembut, penuh motivasi, dan konsisten.
Tujuan Program:
- Anak mengenal huruf-huruf hijaiyah secara visual dan auditif.
• Anak mampu membaca atau menyebutkan huruf hijaiyah dasar sesuai tahap kelas (TK A atau TK B).
• Anak memiliki rutinitas mengaji harian melalui buku penghubung yang dikontrol guru dan orang tua.
• Anak menunjukkan sikap hormat dan adab terhadap Al-Qur’an dan kegiatan mengaji.
• Orang tua memahami perannya sebagai pendamping dalam pembiasaan mengaji di rumah.
Target Kegiatan (Indikator Kinerja Anak):
- Anak mampu menyebutkan minimal 10–15 huruf hijaiyah (TK A) dan 20–28 huruf hijaiyah (TK B).
• Anak menunjukkan kemampuan awal membaca (melafalkan huruf, mengenal tanda baca) sesuai target lembaga.
• Anak mengikuti sesi mengaji harian dengan tertib dan tanpa paksaan.
• Anak mampu membuka buku ngaji pada halaman yang tepat dan mengikuti instruksi guru.
• Buku penghubung ngaji terisi secara konsisten oleh guru dan orang tua.
Program Kegiatan Mengaji & Buku Penghubung Ngaji di TK Al Falah Darussalam adalah fondasi pembelajaran Al-Qur’an yang dirancang secara sistematis, menyenangkan, dan berbasis kolaborasi antara sekolah dan orang tua. Setiap sesi mengaji dimulai dengan salam, doa belajar, dan pemanasan suara (vokal hijaiyah) agar suasana hati anak siap mengikuti pembelajaran.
Guru mengenalkan huruf hijaiyah menggunakan beragam media visual seperti kartu huruf, papan flanel, balok huruf hijaiyah, hingga video animasi. Untuk memperkuat daya ingat, guru menggunakan metode multisensori: anak melihat huruf (visual), mendengar bunyinya (auditif), membuat bentuk huruf dengan jari atau pasir warna (kinestetik & tactile). Pendekatan ini terbukti sangat efektif bagi anak usia dini.
Setelah pengenalan huruf, guru memulai sesi membaca bertahap menggunakan metode UMMI atau metode lain yang telah distandardisasi sekolah. Anak dibimbing satu per satu atau dalam kelompok kecil. Guru memberikan feedback lembut, penguatan positif, dan latihan berulang tanpa membuat anak merasa tertekan.
Untuk memastikan pembiasaan mengaji juga berlangsung di rumah, TK Al Falah Darussalam menggunakan Buku Penghubung Ngaji. Buku ini berfungsi untuk:
• mencatat halaman yang dibaca anak,
• memberikan catatan perkembangan,
• memberi tugas kecil yang dapat dilakukan di rumah,
• menjadi catatan komunikasi antara guru dan orang tua,
• menjadi sarana monitoring konsisten selama 1 tahun ajaran.
Orang tua dilatih untuk melakukan pendampingan yang benar: suasana tenang, tidak memaksa, durasi pendek tetapi rutin, serta memberi apresiasi pada usaha anak. Guru juga memberikan panduan sederhana agar orang tua dapat melafalkan huruf dengan benar.
Kegiatan mengaji dibuat menyenangkan dengan permainan seperti:
• “Tebak Huruf Hijaiyah,”
• “Tangkap Kartu yang Dibacakan,”
• “Mencari Pasangan Huruf,”
• “Mewarnai Huruf Hijaiyah,”
• “Puzzle Hijaiyah.”
Dengan pendekatan penuh cinta dan interaksi positif ini, anak-anak merasakan bahwa mengaji adalah kegiatan yang menggembirakan, bukan menakutkan. Lambat laun, kecintaan terhadap Qur’an tumbuh dalam hati mereka.
Program ini menjadi keunggulan TK Al Falah Darussalam karena tidak hanya mengajarkan kemampuan baca Qur’an, tetapi juga membangun budaya mengaji yang berkesinambungan antara sekolah dan rumah.
Nama Program:
Kerjasama dengan Orang Tua dalam Membiasakan Mengaji di Rumah
Visi Program:
Mewujudkan peserta didik yang mencintai dan terbiasa mengaji setiap hari melalui sinergi kuat antara sekolah dan orang tua, dengan pendampingan yang lembut, teratur, dan penuh nilai spiritual.
Misi Program:
- Menjalin komunikasi intensif antara guru dan orang tua terkait perkembangan mengaji anak melalui buku penghubung ngaji dan pertemuan berkala.
- Memberikan panduan sederhana kepada orang tua tentang teknik mendampingi anak mengaji tanpa tekanan dan sesuai tahap perkembangan.
- Menyediakan materi mengaji yang terstruktur sehingga mudah diikuti di rumah.
- Menciptakan rutinitas mengaji minimal 5–10 menit setiap hari di rumah.
- Melakukan monitoring dan evaluasi perkembangan anak secara konsisten bersama orang tua.
Tujuan Program:
- Anak terbiasa mengaji setiap hari, baik di sekolah maupun di rumah.
• Orang tua memahami cara mendampingi anak mengaji secara benar dan menyenangkan.
• Terjalinnya kerjasama harmonis antara guru dan orang tua dalam proses pendidikan Qur’ani.
• Anak mengalami peningkatan kemampuan membaca hijaiyah dan surat-surat pendek.
• Terbangunnya budaya keluarga Qur’ani yang positif dan berkelanjutan.
Target Kegiatan (Indikator Kinerja Anak & Orang Tua):
- Anak mengaji minimal 4–6 kali dalam seminggu di rumah (dibuktikan melalui buku penghubung ngaji).
• Orang tua menuliskan catatan perkembangan pada buku penghubung secara rutin.
• Anak mengalami perkembangan kemampuan membaca hijaiyah dari bulan ke bulan.
• Orang tua hadir dalam pertemuan tatap muka atau virtual terkait pembinaan mengaji.
• Anak menunjukkan minat dan kegembiraan saat membaca Qur’an di rumah.
Program Kerjasama dengan Orang Tua dalam Membiasakan Mengaji di Rumah merupakan pilar penting dalam pendidikan Qur’ani di TK Al Falah Darussalam. Sekolah menyadari bahwa keberhasilan pembelajaran mengaji tidak hanya bergantung pada kegiatan di kelas, tetapi juga pembiasaan yang dilakukan di rumah bersama orang tua. Oleh karena itu, program ini dirancang untuk membangun sinergi yang kuat, hangat, dan realistis antara guru dan orang tua.
Kegiatan dimulai dengan sosialisasi kepada orang tua mengenai pentingnya pembiasaan mengaji sejak usia dini, metode membaca yang digunakan di sekolah, serta teknik pendampingan yang lembut dan efektif. Guru memberikan panduan praktis seperti:
• durasi mengaji yang ideal (5–10 menit setiap hari),
• cara melafalkan huruf dengan benar,
• bagaimana memberikan motivasi dan apresiasi,
• cara menciptakan suasana mengaji yang tenang dan nyaman di rumah.
Setiap anak mendapatkan Buku Penghubung Ngaji sebagai alat monitoring harian. Guru menuliskan halaman yang harus dibaca anak di rumah, dan orang tua mengisi laporan singkat setelah anak mengaji. Buku ini menjadi jembatan komunikasi yang sangat efektif antara guru dan orang tua.
Untuk mendukung kelancaran program, sekolah menyediakan:
• video tutorial pelafalan huruf hijaiyah,
• panduan metode mengaji berbasis UMMI atau metode sekolah,
• lembar kegiatan sederhana seperti kartu huruf hijaiyah atau permainan tebak huruf untuk digunakan di rumah.
Guru melakukan monitoring mingguan dan evaluasi bulanan untuk melihat perkembangan anak. Bila ada anak yang mengalami kesulitan, guru menghubungi orang tua untuk memberikan strategi pendampingan tambahan yang sesuai.
Yang paling penting, program ini menekankan bahwa mengaji harus dilakukan dengan hati yang gembira, bukan paksaan. Guru mendorong orang tua untuk memberikan pujian kecil seperti:
“MasyaAllah, bacaanmu bagus sekali!”
“Ananda hebat, sudah mau mengaji hari ini.”
Melalui pendekatan lembut dan kolaboratif ini, anak tumbuh dengan kecintaan terhadap Qur’an, orang tua merasa didampingi, dan sekolah berhasil menciptakan lingkungan pendidikan yang Qur’ani baik di sekolah maupun di rumah.
Program ini menjadi salah satu kekuatan TK Al Falah Darussalam dalam membangun generasi Qur’ani yang tidak hanya bisa membaca, tetapi juga mencintai Al-Qur’an dengan sepenuh hati.
Nama Program:
Murojaah Hafalan Surat Pagi
Visi Program:
Mewujudkan peserta didik yang mencintai Al-Qur’an, memiliki hafalan surat-surat pendek yang kuat, dan menjadikan murojaah pagi sebagai rutinitas spiritual yang menenangkan, menyenangkan, serta membangun karakter Qur’ani sejak usia dini.
Misi Program:
- Membiasakan anak membaca dan mengulang hafalan surat-surat pendek setiap pagi sebelum memulai aktivitas belajar.
- Menggunakan metode murojaah yang ramah anak melalui lagu, gerakan tangan, permainan memori, dan pembacaan bersama.
- Memberikan hafalan surat yang terstruktur sesuai tingkat kemampuan TK A dan TK B.
- Menguatkan hafalan melalui pengulangan harian, latihan kelompok kecil, dan murojaah bergiliran.
- Melibatkan orang tua dalam memperkuat hafalan di rumah melalui buku penghubung dan panduan surat yang harus dimurojaah.
Tujuan Program:
- Anak mampu menghafal surat-surat pendek pilihan sesuai capaian usia.
• Anak terbiasa mengawali hari dengan membaca Al-Qur’an dan berperilaku tenang.
• Anak mampu mengulang hafalan tanpa bantuan penuh dari guru.
• Anak memiliki rasa percaya diri dalam melafalkan ayat-ayat yang telah dihafal.
• Orang tua memahami surat-surat hafalan anak dan dapat membantu murojaah di rumah.
Target Kegiatan (Indikator Kinerja Anak):
- Anak mampu menghafal minimal 3–5 surat untuk TK A dan 6–10 surat untuk TK B dalam satu tahun ajaran.
• Anak dapat mengikuti murojaah pagi dengan fokus selama 5–10 menit.
• Anak mampu melafalkan surat yang telah dihafal tanpa melihat.
• Anak berani tampil murojaah di depan teman-temannya.
• Buku penghubung hafalan terisi secara konsisten oleh guru dan orang tua.
Program Murojaah Hafalan Surat Pagi di TK Al Falah Darussalam merupakan bagian penting dalam pembentukan karakter Qur’ani anak. Kegiatan dilaksanakan setiap pagi sebagai warm-up spiritual sebelum pembelajaran dimulai. Guru mengajak anak duduk dalam formasi melingkar, menciptakan suasana yang tenang dan penuh kehangatan.
Guru membuka dengan salam, shalawat, lalu memilih satu atau dua surat untuk dimurojaah bersama. Pembacaan dilakukan secara bertahap:
- Guru membaca terlebih dahulu,
- Anak menirukan bersama-sama,
- Anak menirukan secara per kelompok, dan
- Anak menirukan secara individu (berani tampil).
Untuk memudahkan hafalan, guru menambahkan gerakan tangan, lagu, rhythm, atau permainan memori. Contoh: mengangkat satu jari saat membaca “Qul huwallahu ahad,” atau membuat simbol hati saat membaca ayat tentang kasih sayang. Teknik multisensori ini membantu anak mengingat lebih kuat dan membuat kegiatan lebih menyenangkan.
Kegiatan murojaah juga mencakup latihan per kelompok kecil, di mana guru memberi koreksi pelafalan (tajwid dasar sesuai usia) dengan lembut dan positif. Anak belajar bahwa membaca Al-Qur’an harus dilakukan dengan hati-hati dan khusyuk.
Sekolah menyediakan Buku Penghubung Hafalan, di mana guru menuliskan surat yang harus dimurojaah di rumah. Orang tua cukup membantu anak membaca atau mendengarkan hafalannya selama 3–5 menit per hari. Kolaborasi rumah–sekolah ini membuat hafalan anak semakin kuat dan terstruktur.
Pada akhir pekan atau akhir bulan, sekolah dapat mengadakan Lomba Murojaah kecil atau Qur’an time presentation, sehingga anak merasa bangga dan semakin termotivasi.
Program ini menjadikan pagi anak-anak di TK Al Falah Darussalam dipenuhi cahaya Al-Qur’an. Mereka tumbuh menjadi pribadi yang tenang, sabar, percaya diri, dan mencintai kalamullah sejak usia emas—suatu keunggulan spiritual yang sangat berharga dan tidak tergantikan.
Nama Program:
Pembiasaan di Rumah dan Sekolah
Visi Program:
Mewujudkan peserta didik yang memiliki karakter kuat, mandiri, berakhlak mulia, serta konsisten dalam menjalankan kebiasaan-kebiasaan positif melalui sinergi pembiasaan antara lingkungan sekolah dan rumah.
Misi Program:
- Menyelaraskan rutinitas harian di sekolah dengan kebiasaan positif yang dilanjutkan di rumah.
- Mengajarkan adab-adab Islami, kemandirian, kebersihan, kedisiplinan, dan sopan santun melalui pembiasaan yang konsisten.
- Membangun komunikasi aktif dengan orang tua agar pembiasaan di rumah sesuai dengan pembiasaan di sekolah.
- Memanfaatkan buku penghubung sebagai sarana monitoring perkembangan perilaku anak.
- Mengembangkan lingkungan rumah dan sekolah yang saling mendukung terbentuknya karakter anak yang unggul.
Tujuan Program:
- Anak memahami dan terbiasa menerapkan adab-adab harian seperti salam, izin, antre, dan berkata lembut.
• Anak mampu menunjukkan kebiasaan mandiri baik di sekolah maupun di rumah.
• Anak memiliki rutinitas ibadah yang konsisten seperti doa harian, sholat, dan mengaji.
• Orang tua mengetahui dan mendukung program pembiasaan yang sedang dijalankan sekolah.
• Terbangunnya pola perilaku positif anak dari pagi hingga malam secara berkelanjutan.
Target Kegiatan (Indikator Kinerja Anak & Orang Tua):
- Anak mampu menunjukkan minimal 5 pembiasaan positif setiap hari.
• Anak mampu menjaga kerapihan diri (tas, makan, merapikan alas duduk, sepatu) di rumah dan sekolah.
• Orang tua memberikan catatan pembiasaan harian pada buku penghubung minimal 4 kali seminggu.
• Anak mampu meneruskan pembiasaan ibadah seperti doa makan, doa tidur, dan membiasakan salam.
• Anak menunjukkan perubahan perilaku konsisten dalam periode mingguan dan bulanan.
Paragraf Penjelas (Versi Mendalam untuk SOP):
Program Pembiasaan di Rumah dan Sekolah di TK Al Falah Darussalam dirancang untuk memastikan bahwa karakter anak tidak hanya dibentuk di sekolah, tetapi juga diperkuat di lingkungan rumah. Pembiasaan dilakukan melalui rutinitas sederhana yang dilakukan secara berulang sehingga menjadi bagian alami dari perilaku anak sehari-hari.
Di sekolah, guru melakukan pembiasaan harian seperti:
• memberi salam pagi,
• merapikan barang pribadi,
• doa sebelum dan sesudah makan,
• toilet routine,
• cuci tangan,
• adab berbicara dan mendengarkan,
• antre dengan tertib,
• berpamitan dengan sopan saat pulang.
Guru menjadi role model yang menunjukkan contoh langsung kepada anak agar mereka dapat menirukan perilaku baik dengan mudah. Pembiasaan di sekolah dilakukan melalui pendekatan lembut, penguatan positif, lagu, permainan adab, dan visualisasi melalui kartu aturan kelas.
Untuk memperkuat kesinambungan perilaku, sekolah melibatkan orang tua melalui Buku Penghubung Pembiasaan. Orang tua dan guru saling mencatat perkembangan anak, mengidentifikasi perilaku yang perlu diperbaiki, dan memberikan apresiasi atas sikap positif yang muncul. Pada setiap pertemuan orang tua, guru menjelaskan pembiasaan apa saja yang sedang difokuskan, sehingga orang tua dapat meneruskan rutinitas di rumah.
Di rumah, orang tua diajak menerapkan pembiasaan sederhana seperti:
• doa sebelum tidur dan bangun tidur,
• merapikan tempat tidur,
• membantu pekerjaan kecil,
• membatasi gadget dan memperbanyak interaksi langsung,
• membacakan buku sebelum tidur,
• membiasakan kalimat positif (“tolong”, “maaf”, “terima kasih”).
Sinergi antara rumah dan sekolah terbukti mempercepat terbentuknya karakter anak. Ketika perilaku yang dilatih di sekolah juga diperkuat di rumah, anak menjadi lebih percaya diri, mandiri, disiplin, dan berakhlak mulia.
Program ini menjadi salah satu keunggulan TK Al Falah Darussalam karena melibatkan seluruh pihak dalam membentuk generasi masa depan yang cerdas dan berkarakter Qur’ani. Dengan pembiasaan yang konsisten dan penuh kasih sayang, anak-anak tumbuh menjadi pribadi yang lebih baik setiap harinya.
Jika format ini sudah sesuai, saya siap melanjutkan:
Program Nomor 20 – 5S (Sopan, Senyum, Sapa, Salam, Salim)
Apakah saya lanjutkan?
Baik, saya lanjutkan Program Nomor 20 – 5S (Sopan, Senyum, Sapa, Salam, Salim) dengan format lengkap, inspiratif, rinci, dan mudah diterapkan oleh guru TK.
Nama Program:
5S (Sopan, Senyum, Sapa, Salam, Salim)
Visi Program:
Mewujudkan peserta didik yang berakhlak mulia, memiliki sikap sosial positif, dan mampu berinteraksi dengan sopan santun melalui pembiasaan 5S yang konsisten, menyenangkan, dan sesuai perkembangan anak usia dini.
Misi Program:
- Menanamkan sikap sopan dan ramah melalui pembiasaan 5S setiap hari di sekolah.
- Mengajarkan anak memberi salam, menyapa, dan salim dengan cara yang benar dan menyenangkan.
- Menciptakan suasana kelas dan sekolah yang penuh keramahan dan kehangatan.
- Melibatkan guru dan seluruh tenaga pendidik sebagai role model perilaku 5S.
- Melatih anak menggunakan bahasa yang lembut, suara yang sopan, dan ekspresi wajah yang ceria saat berinteraksi.
Tujuan Program:
- Anak terbiasa melakukan 5S setiap pagi saat datang ke sekolah dan setiap pulang.
• Anak memiliki kemampuan dasar berinteraksi sosial secara sopan dan ramah.
• Anak menunjukkan sikap saling menghormati kepada guru, teman, dan orang dewasa.
• Anak memahami pentingnya senyum dan salam sebagai akhlak seorang muslim.
• Terbentuknya budaya sekolah yang penuh kesantunan dan kehangatan.
Target Kegiatan (Indikator Kinerja Anak):
- Anak mampu melakukan semua komponen 5S secara urut tanpa diingatkan: Sopan, Senyum, Sapa, Salam, dan Salim.
• Anak menyapa guru dan teman dengan ramah setiap pagi.
• Anak menggunakan suara lembut saat berbicara.
• Anak menunjukkan sikap menghargai orang lain, seperti tidak memotong pembicaraan.
• Anak mampu salim dengan benar (menghormati orang dewasa).
Program 5S (Sopan, Senyum, Sapa, Salam, Salim) di TK Al Falah Darussalam adalah salah satu fondasi pembentukan karakter sosial anak. Pembiasaan ini dilakukan setiap hari, mulai dari saat anak memasuki gerbang sekolah hingga pulang ke rumah. Guru menyambut anak dengan senyum hangat, sapaan lembut, dan salam penuh keakraban. Anak juga diajarkan untuk membalas salam, tersenyum, dan menyalim tangan guru atau orang tua secara sopan.
Kegiatan 5S tidak hanya menjadi rutinitas, tetapi juga menjadi momen membangun hubungan emosional yang positif antara guru dan anak. Dengan cara ini, anak merasa dihargai, diterima, dan dicintai, sehingga suasana belajar menjadi lebih tenang dan kondusif. Guru memberikan contoh langsung bagaimana berbicara dengan sopan, bagaimana memberikan salam dengan lembut, dan bagaimana menyapa teman menggunakan kata-kata yang baik.
Pembiasaan ini diperkuat dalam berbagai situasi sekolah seperti:
• saat berbaris,
• saat memasuki kelas,
• saat meminta izin,
• saat bermain,
• saat menyelesaikan kegiatan belajar.
Guru menggunakan lagu 5S, permainan peran (role play), dan kartu adab untuk membantu anak memahami konsep kesantunan secara menyenangkan. Anak juga dilibatkan dalam permainan “Siapa yang Paling Ramah Hari Ini?” untuk menumbuhkan motivasi dan perilaku positif.
Untuk mendukung kontinuitas, pembiasaan 5S juga diperkenalkan kepada orang tua melalui pertemuan wali murid dan buku penghubung. Orang tua didorong untuk melanjutkan pembiasaan ini di rumah agar sikap sopan santun anak terbentuk secara konsisten di dua lingkungan utama mereka.
Dengan program ini, TK Al Falah Darussalam menciptakan atmosfer sekolah yang penuh kasih, damai, dan saling menghormati. Anak-anak tumbuh menjadi pribadi yang ramah, mudah bergaul, lembut tutur kata, dan berakhlak mulia—kualitas yang sangat dihargai dalam kehidupan sosial dan dunia pendidikan.
Nama Program:
5S (Sopan, Senyum, Sapa, Salam, Salim)
Visi Program:
Membentuk budaya akhlak mulia yang tercermin dalam interaksi harian anak.
Misi Program:
- Memperkenalkan konsep 5S melalui role-model guru setiap hari.
- Melatih anak berinteraksi positif dengan teman, guru, dan tamu sekolah.
- Menjadikan 5S sebagai rutinitas wajib di setiap awal dan akhir kegiatan.
Tujuan Program:
- Anak memiliki perilaku sosial yang baik dan penuh hormat.
- Anak mampu menerapkan 5S secara spontan.
Target Kegiatan:
- Anak menerapkan minimal 3 dari 5S secara mandiri.
- Anak menyapa guru dan teman dengan santun setiap pagi.
Program 5S di KB Al Falah Darussalam adalah landasan pembentukan akhlak harian yang indah dan penuh kelembutan. Anak-anak diajarkan untuk tersenyum, menyapa teman, mengucapkan salam, salim kepada guru, dan bersikap sopan dalam segala situasi.
Setiap pagi, guru menyambut siswa dengan senyum hangat sebagai contoh nyata. Anak kemudian menirukannya dengan spontan. Pembiasaan ini menciptakan suasana sekolah yang penuh kebaikan, rasa aman, dan cinta.
Dengan 5S, anak tumbuh menjadi pribadi yang ramah, sopan, percaya diri, dan mudah diterima dalam lingkungan sosial.
Nama Program:
Pendidikan Makan Bersama dan Makan Bekal
Visi Program:
Mewujudkan peserta didik yang memiliki adab makan sesuai sunnah, pola makan sehat, dan kebiasaan makan yang tertib serta penuh kebersamaan melalui kegiatan makan bersama yang edukatif, menyenangkan, dan terstruktur.
Misi Program:
- Mengajarkan adab makan islami seperti membaca doa sebelum dan sesudah makan, makan dengan tangan kanan, duduk dengan tenang, dan tidak berbicara saat mengunyah.
- Membentuk kebiasaan makan sehat dengan memperkenalkan beragam menu bergizi sesuai usia anak TK.
- Melatih anak bersikap mandiri dalam menyiapkan, membuka, dan merapikan bekal makanannya.
- Menciptakan suasana makan bersama yang penuh kehangatan untuk menumbuhkan rasa kebersamaan, empati, dan disiplin.
- Mengedukasi orang tua tentang pentingnya bekal sehat dan keterlibatan mereka dalam pembentukan pola makan anak.
Tujuan Program:
- Anak terbiasa makan sambil membaca doa dan mengikuti adab makan sesuai syariat.
• Anak memiliki kebiasaan makan makanan sehat yang dibawa dari rumah.
• Anak mampu makan secara mandiri tanpa banyak bantuan.
• Anak menunjukkan perilaku tertib seperti menunggu giliran, tidak berebut, dan membereskan wadah bekal.
• Anak merasakan suasana kebersamaan yang menyenangkan saat makan bersama teman-temannya.
Target Kegiatan (Indikator Kinerja Anak):
- Anak membaca doa sebelum dan sesudah makan dengan benar.
• Anak makan menggunakan tangan kanan dan duduk dengan tenang.
• Anak mampu membuka dan menutup wadah bekal mandiri.
• Anak mau mencoba makanan sehat (buah, sayur, protein).
• Anak membersihkan meja makan dan merapikan alat makan setelah selesai.
Program Pendidikan Makan Bersama dan Makan Bekal di TK Al Falah Darussalam adalah bagian penting dari pembentukan adab dan kesehatan anak sejak dini. Kegiatan dimulai dengan line-up makan, di mana anak mencuci tangan, mengambil posisi duduk, dan menunggu arahan guru. Guru memimpin doa bersama dengan intonasi yang lembut agar anak dapat mengikuti dengan benar. Ritual ini membantu anak memahami bahwa makan adalah ibadah dan rezeki harus disyukuri.
Selama kegiatan makan, guru mencontohkan adab makan Islami seperti makan dengan tangan kanan, tidak berbicara saat mulut penuh, tidak mencela makanan, dan berhenti sebelum kenyang. Guru juga mendampingi anak membuka wadah bekal secara mandiri, memberikan panduan apabila anak masih kesulitan, tetapi tetap mendorong mereka untuk belajar mandiri.
Untuk memperkuat konsep makan sehat, sekolah mendorong orang tua menyiapkan bekal bernutrisi seimbang seperti buah, sayur, protein, dan karbohidrat. Guru memanfaatkan momen makan sebagai sarana edukasi, misalnya menjelaskan manfaat sayur atau pentingnya minum air putih, dengan bahasa yang sederhana dan interaktif.
Suasana makan bersama sengaja dibuat hangat dan menyenangkan. Anak tidak hanya makan, tetapi juga belajar berinteraksi, berbagi, dan menghormati teman. Guru memfasilitasi percakapan positif dan ringan yang membangun kebersamaan, seperti bertanya tentang menu favorit atau rasa syukur hari itu.
Setelah selesai makan, anak diajari merapikan bekal, membersihkan meja, dan membuang sampah pada tempatnya. Kegiatan ini mengembangkan kemandirian dan rasa tanggung jawab terhadap kebersihan lingkungan.
Program ini menjadi salah satu pembiasaan unggulan TK Al Falah Darussalam karena tidak hanya mendidik anak tentang adab makan, tetapi juga membentuk karakter disiplin, mandiri, sehat, dan penuh rasa syukur. Dengan rutinitas ini, kebiasaan baik tertanam kuat dan terbawa hingga anak tumbuh dewasa.
Nama Program:
Check Buku Penghubung Harian
Visi Program:
Mewujudkan komunikasi harian yang efektif, akurat, dan dua arah antara guru dan orang tua sehingga perkembangan anak dapat dipantau secara konsisten serta diperbaiki atau ditingkatkan sesuai kebutuhan.
Misi Program:
- Memastikan setiap catatan kegiatan harian anak tercatat dan dikonfirmasi oleh orang tua secara rutin.
- Membantu guru mengevaluasi kebutuhan anak berdasarkan respons orang tua di rumah.
- Mendorong orang tua untuk aktif terlibat dalam proses pembiasaan, pendidikan ibadah, dan perkembangan karakter anak.
- Menghindari miskomunikasi terkait kegiatan sekolah, perkembangan anak, dan tugas-tugas harian.
- Menjadikan buku penghubung sebagai alat monitoring yang valid, terukur, dan berkelanjutan.
Tujuan Program:
- Orang tua membaca dan memahami catatan yang ditulis guru setiap hari.
• Orang tua mengisi bagian yang ditujukan bagi mereka sebagai bentuk komunikasi dua arah.
• Guru dapat menindaklanjuti catatan orang tua secara cepat dan tepat.
• Anak menerima dukungan yang konsisten dari sekolah dan keluarga.
• Perkembangan anak dapat dimonitor harian tanpa ada informasi yang terlewat.
Target Kegiatan (Indikator Kinerja Guru & Orang Tua):
- Buku penghubung ditandatangani orang tua setiap hari.
• Orang tua menulis laporan singkat tentang kondisi anak minimal 3–5 kali seminggu.
• Guru membaca dan merespons setiap catatan orang tua tanpa terlewat.
• Tidak ada buku yang kosong selama lebih dari 2 hari tanpa alasan jelas.
• Meningkatnya kualitas komunikasi antara guru dan orang tua berdasarkan evaluasi bulanan.
Paragraf Penjelas (Versi Mendalam untuk SOP):
Program Check Buku Penghubung Harian di TK Al Falah Darussalam merupakan langkah strategis untuk memastikan bahwa informasi terkait perkembangan anak selalu tersampaikan dan dipahami oleh kedua pihak: guru dan orang tua. Buku penghubung bukan sekadar media catatan, tetapi alat komunikasi penting yang menentukan arah pembinaan dan pendidikan anak setiap harinya.
Guru wajib menuliskan catatan harian mengenai aktivitas anak, seperti:
• perkembangan belajar,
• perilaku,
• ibadah,
• mood atau kondisi emosional,
• interaksi sosial,
• kemampuan motorik,
• catatan kesehatan ringan (seperti anak tampak lelah atau kurang bersemangat).
Setelah itu, orang tua diminta membaca dan menandatangani buku sebagai tanda bahwa informasi telah diterima dan dipahami. Orang tua juga diberi ruang menulis komentar, laporan harian anak di rumah, kesulitan yang ditemui, atau hal penting lain yang perlu diketahui guru. Hal ini sangat membantu guru dalam mengambil keputusan pembelajaran dan pengasuhan keesokan harinya.
Guru memeriksa buku penghubung setiap pagi. Jika orang tua tidak menandatangani atau tidak memberikan catatan, guru melakukan pendekatan halus seperti mengingatkan melalui komunikasi langsung atau pesan WA. Tujuannya bukan menegur, melainkan memastikan komunikasi tetap terjalin.
Check rutin ini berfungsi sebagai deteksi dini terhadap masalah perkembangan, seperti:
• anak sulit makan,
• anak kurang tidur,
• anak tampak murung,
• ada perubahan perilaku,
• anak merasa tidak nyaman dengan situasi tertentu.
Melalui buku penghubung, guru dapat menyesuaikan pendekatan pembelajaran berdasarkan kondisi aktual anak hari itu.
Program ini juga memperkuat hubungan emosional antara guru dan orang tua. Komunikasi menjadi lebih transparan, cepat, dan berkualitas karena kedua pihak bekerja sama demi kepentingan terbaik anak.
Dengan keberlanjutan program Check Buku Penghubung Harian, TK Al Falah Darussalam memastikan tidak ada perkembangan anak yang terabaikan, dan setiap langkah kecil anak dalam belajar maupun pembiasaan selalu dihargai, dicatat, dan ditindaklanjuti.
Jika format ini sudah sesuai, saya siap melanjutkan:
Program Nomor 24 – Sentra Peran
Apakah saya lanjutkan?
Baik, saya lanjutkan Program Nomor 23 – Check Buku Penghubung Harian dengan format lengkap, rinci, operasional, dan tetap inspiratif agar mudah diterapkan oleh guru dan orang tua.
Nama Program:
Check Buku Penghubung Harian
Visi Program:
Mewujudkan komunikasi harian yang efektif, akurat, dan dua arah antara guru dan orang tua sehingga perkembangan anak dapat dipantau secara konsisten serta diperbaiki atau ditingkatkan sesuai kebutuhan.
Misi Program:
- Memastikan setiap catatan kegiatan harian anak tercatat dan dikonfirmasi oleh orang tua secara rutin.
- Membantu guru mengevaluasi kebutuhan anak berdasarkan respons orang tua di rumah.
- Mendorong orang tua untuk aktif terlibat dalam proses pembiasaan, pendidikan ibadah, dan perkembangan karakter anak.
- Menghindari miskomunikasi terkait kegiatan sekolah, perkembangan anak, dan tugas-tugas harian.
- Menjadikan buku penghubung sebagai alat monitoring yang valid, terukur, dan berkelanjutan.
Tujuan Program:
- Orang tua membaca dan memahami catatan yang ditulis guru setiap hari.
• Orang tua mengisi bagian yang ditujukan bagi mereka sebagai bentuk komunikasi dua arah.
• Guru dapat menindaklanjuti catatan orang tua secara cepat dan tepat.
• Anak menerima dukungan yang konsisten dari sekolah dan keluarga.
• Perkembangan anak dapat dimonitor harian tanpa ada informasi yang terlewat.
Target Kegiatan (Indikator Kinerja Guru & Orang Tua):
- Buku penghubung ditandatangani orang tua setiap hari.
• Orang tua menulis laporan singkat tentang kondisi anak minimal 3–5 kali seminggu.
• Guru membaca dan merespons setiap catatan orang tua tanpa terlewat.
• Tidak ada buku yang kosong selama lebih dari 2 hari tanpa alasan jelas.
• Meningkatnya kualitas komunikasi antara guru dan orang tua berdasarkan evaluasi bulanan.
Program Check Buku Penghubung Harian di TK Al Falah Darussalam merupakan langkah strategis untuk memastikan bahwa informasi terkait perkembangan anak selalu tersampaikan dan dipahami oleh kedua pihak: guru dan orang tua. Buku penghubung bukan sekadar media catatan, tetapi alat komunikasi penting yang menentukan arah pembinaan dan pendidikan anak setiap harinya.
Guru wajib menuliskan catatan harian mengenai aktivitas anak, seperti:
• perkembangan belajar,
• perilaku,
• ibadah,
• mood atau kondisi emosional,
• interaksi sosial,
• kemampuan motorik,
• catatan kesehatan ringan (seperti anak tampak lelah atau kurang bersemangat).
Setelah itu, orang tua diminta membaca dan menandatangani buku sebagai tanda bahwa informasi telah diterima dan dipahami. Orang tua juga diberi ruang menulis komentar, laporan harian anak di rumah, kesulitan yang ditemui, atau hal penting lain yang perlu diketahui guru. Hal ini sangat membantu guru dalam mengambil keputusan pembelajaran dan pengasuhan keesokan harinya.
Guru memeriksa buku penghubung setiap pagi. Jika orang tua tidak menandatangani atau tidak memberikan catatan, guru melakukan pendekatan halus seperti mengingatkan melalui komunikasi langsung atau pesan WA. Tujuannya bukan menegur, melainkan memastikan komunikasi tetap terjalin.
Check rutin ini berfungsi sebagai deteksi dini terhadap masalah perkembangan, seperti:
• anak sulit makan,
• anak kurang tidur,
• anak tampak murung,
• ada perubahan perilaku,
• anak merasa tidak nyaman dengan situasi tertentu.
Melalui buku penghubung, guru dapat menyesuaikan pendekatan pembelajaran berdasarkan kondisi aktual anak hari itu.
Program ini juga memperkuat hubungan emosional antara guru dan orang tua. Komunikasi menjadi lebih transparan, cepat, dan berkualitas karena kedua pihak bekerja sama demi kepentingan terbaik anak.
Dengan keberlanjutan program Check Buku Penghubung Harian, TK Al Falah Darussalam memastikan tidak ada perkembangan anak yang terabaikan, dan setiap langkah kecil anak dalam belajar maupun pembiasaan selalu dihargai, dicatat, dan ditindaklanjuti.
Nama Program:
Pemeriksaan Buku Penghubung Harian
Visi Program:
Menjamin kualitas komunikasi harian antara sekolah dan orang tua sebagai bagian penting dari pendidikan karakter dan perilaku anak.
Misi Program:
- Memastikan buku penghubung diisi dengan lengkap, jelas, dan informatif.
- Mengevaluasi perkembangan harian anak dari catatan guru dan orang tua.
- Menindaklanjuti catatan khusus dengan komunikasi langsung.
Tujuan Program:
- Mengawasi rutinitas dan perkembangan anak secara berkelanjutan.
- Membangun hubungan komunikasi yang transparan dan efektif.
Target Kegiatan:
- Guru memeriksa buku setiap pagi.
- Orang tua menandatangani semua catatan sebagai bentuk pemahaman.
Check buku penghubung harian adalah mekanisme kontrol mutu pendidikan yang memastikan tidak ada catatan perkembangan anak yang terlewat. Guru memeriksa isi buku, mencatat perilaku atau kebutuhan khusus, dan membaca catatan orang tua sebagai acuan lanjutan.
Kegiatan ini menjaga kesinambungan pembiasaan, mempercepat deteksi perkembangan atau tantangan anak, serta mempererat komunikasi dua arah. Dengan sistem ini, anak mendapatkan pendampingan terbaik baik di rumah maupun di sekolah.
Nama Program:
Sentra Peran
Visi Program:
Mewujudkan peserta didik yang memiliki kemampuan sosial, emosional, dan komunikasi yang baik melalui permainan peran yang mendidik, menyenangkan, dan sesuai tahap perkembangan anak usia dini.
Misi Program:
- Menyediakan lingkungan bermain peran yang lengkap, aman, dan menarik seperti mini market, rumah-rumahan, klinik dokter, dapur, salon, dan area profesi lainnya.
- Mengembangkan kemampuan bahasa, empati, tanggung jawab, dan keberanian anak melalui permainan peran (role play).
- Mengajarkan anak memahami berbagai profesi dan peran sosial di masyarakat.
- Membimbing anak berinteraksi dengan sopan, saling menunggu giliran, bekerja sama, dan menyelesaikan masalah secara damai.
- Memberikan kesempatan bagi anak untuk mengekspresikan imajinasi dan kreativitas melalui skenario bermain yang fleksibel dan ramah anak.
Tujuan Program:
- Anak mampu berinteraksi dan berkomunikasi secara baik dengan teman saat bermain peran.
• Anak memahami konsep peran sederhana seperti dokter–pasien, kasir–pembeli, ibu–anak, guru–murid, dan lain-lain.
• Anak belajar mengikuti aturan permainan dan menunjukkan sikap kerjasama.
• Anak mampu mengekspresikan imajinasi dan ide secara spontan melalui percakapan dan aksi bermain peran.
• Anak memahami nilai sosial seperti membantu, berbagi, memimpin giliran, dan menyelesaikan konflik kecil.
Target Kegiatan (Indikator Kinerja Anak):
- Anak mampu memerankan minimal satu profesi atau skenario dengan benar.
• Anak mampu menggunakan kalimat sederhana untuk berkomunikasi selama bermain peran.
• Anak menunjukkan kemampuan berbagi alat permainan dan menunggu giliran.
• Anak menyelesaikan konflik kecil (berebut mainan, tidak sepakat peran) dengan bimbingan minimal.
• Anak terlibat aktif dan antusias dalam sesi bermain peran.
Program Sentra Peran di TK Al Falah Darussalam merupakan bagian penting dari pembelajaran berbasis bermain (learning through play) yang dirancang untuk mengembangkan aspek sosial-emosional, bahasa, dan kreativitas anak. Dalam sentra ini, anak diberi kesempatan untuk memainkan berbagai peran sosial yang mereka lihat di kehidupan sehari-hari—seperti menjadi dokter, guru, pedagang, ibu rumah tangga, polisi, atau petugas pemadam kebakaran.
Kegiatan dimulai dengan guru menjelaskan tema sentra hari itu, misalnya “Hari ini kita bermain rumah sakit,” atau “Hari ini kita membuka mini market.” Guru kemudian mengenalkan alat-alat yang tersedia, aturan bermain, dan contoh percakapan sederhana yang dapat digunakan anak.
Sentra dilengkapi dengan alat peraga nyata dan miniatur seperti stetoskop mainan, meja kasir, troli belanja, pakaian profesi, mini kitchen set, dan lain-lain. Lingkungan ini membantu anak merasa berada dalam situasi nyata sehingga imajinasi mereka tumbuh dengan lebih alami.
Guru berperan sebagai fasilitator, bukan pengendali penuh. Guru mendampingi anak dengan cara:
• memberikan contoh cara bermain,
• membantu anak menyelesaikan konflik,
• mengembangkan dialog dan kosakata,
• memberi pujian ketika anak berhasil bekerja sama,
• menuntun anak untuk mengekspresikan ide dan perasaannya.
Dalam sentra ini, anak belajar banyak keterampilan penting seperti:
• kemampuan berkomunikasi,
• empati (misalnya merawat “pasien”),
• organisasi sederhana (misalnya mengatur barang di mini market),
• pemecahan masalah,
• kerja sama dan negosiasi,
• kepemimpinan dan mengikuti arahan.
Setiap sesi permainan diakhiri dengan refleksi singkat, di mana anak menceritakan pengalaman bermainnya kepada teman-teman. Refleksi ini bertujuan melatih kemampuan bahasa dan kepercayaan diri.
Program Sentra Peran membantu anak mengembangkan kecerdasan sosial–emosional yang sangat penting sebagai bekal di jenjang sekolah berikutnya dan kehidupan sehari-hari. Dengan lingkungan bermain yang kaya dan bimbingan guru yang lembut, TK Al Falah Darussalam menciptakan pembelajaran yang tidak hanya seru, tetapi juga mendidik dan bermakna.
Nama Program:
Kegiatan Mengaji (Inti Pembelajaran Membaca Al-Qur’an)
Visi Program:
Mewujudkan peserta didik yang memiliki dasar kemampuan membaca Al-Qur’an yang kuat, benar, dan menyenangkan melalui proses pembelajaran mengaji yang bertahap, lembut, dan penuh kecintaan kepada kalamullah.
Misi Program:
- Menyelenggarakan kegiatan mengaji harian di sekolah dengan metode yang terstruktur dan sesuai perkembangan anak usia dini.
- Mengajarkan huruf hijaiyah, pelafalan dasar (makhraj awal), serta pengenalan tanda baca melalui media yang ramah anak.
- Memberikan bimbingan guru secara individual maupun kelompok kecil agar setiap anak mendapatkan perhatian yang tepat.
- Menghadirkan suasana belajar mengaji yang positif, tidak menekan, dan memotivasi anak untuk mencintai Al-Qur’an.
- Menggunakan metode UMMI atau metode lain yang telah distandardisasi lembaga sebagai panduan pembelajaran.
Tujuan Program:
- Anak mampu mengenal dan melafalkan huruf hijaiyah dengan baik sesuai usia.
• Anak mulai membaca bacaan dasar Al-Qur’an secara bertahap (TK B).
• Anak menunjukkan sikap hormat dan tenang selama kegiatan mengaji.
• Anak memiliki minat terhadap pembelajaran Al-Qur’an.
• Anak mampu mengulang pelajaran mengaji dengan benar saat diminta guru.
Target Kegiatan (Indikator Kinerja Anak):
Untuk TK A:
• Anak mengenal minimal 10–15 huruf hijaiyah.
• Anak melafalkan huruf hijaiyah dengan bunyi yang tepat secara bertahap.
• Anak dapat mengingat huruf melalui permainan edukatif.
Untuk TK B:
• Anak mengenal seluruh huruf hijaiyah.
• Anak mampu membaca suku kata dasar (ba, ta, tsa) sesuai metode pembelajaran.
• Anak dapat mengikuti bimbingan mengaji secara mandiri dan fokus selama 5–10 menit.
Umum:
• Anak menunjukkan sikap tenang, duduk rapi, memegang buku dengan benar, dan mendengarkan instruksi guru.
• Anak mampu menjawab pertanyaan ringan tentang huruf atau bacaan yang dipelajari.
Program Kegiatan Mengaji di TK Al Falah Darussalam merupakan inti dari pendidikan Qur’ani yang diberikan secara bertahap sesuai perkembangan anak. Setiap sesi kegiatan mengaji dimulai dengan salam, doa belajar, dan pengkondisian suasana agar anak fokus. Guru menggunakan metode multisensori—menggabungkan visual, gerakan, suara, dan praktik langsung—untuk memudahkan anak memahami huruf hijaiyah.
Pembelajaran huruf dilakukan melalui:
• kartu huruf hijaiyah,
• papan flanel,
• puzzle huruf,
• chant atau lagu huruf hijaiyah,
• video pendek ramah anak,
• tracing huruf menggunakan pasir, tepung, playdough, atau alat tactile lainnya.
Setelah anak mengenal huruf hijaiyah, guru melanjutkan ke tahap membaca suku kata dan kombinasi dasar. Di TK B, guru memberikan latihan membaca Al-Qur’an secara bertahap sesuai buku metode yang digunakan (UMMI atau setara). Guru membimbing anak secara individual dalam kelompok kecil agar proses belajar lebih personal dan efektif.
Selama mengaji, guru mempraktikkan sikap lembut, sabar, dan penuh kasih sayang. Bila anak salah membaca, guru tidak menegur dengan nada keras, tetapi memberikan contoh ulang dan apresiasi kecil seperti:
“MasyaAllah, bagus sekali. Yuk kita coba lagi pelan-pelan.”
Sesi mengaji di sekolah disusun pendek (5–15 menit) namun konsisten setiap hari, sehingga anak tidak merasa bosan dan hafalan huruf menjadi semakin kuat. Anak juga diberi kesempatan untuk mengulang pelajaran secara mandiri menggunakan media yang telah disediakan di sudut pojok Qur’an.
Lingkungan kelas mendukung pembelajaran mengaji dengan adanya:
• poster huruf hijaiyah,
• sudut pojok Qur’an,
• rak buku yang mudah dijangkau anak,
• alat peraga visual,
• suasana tenang saat sesi mengaji berlangsung.
Program ini memastikan bahwa anak-anak TK Al Falah Darussalam memiliki kemampuan dasar membaca Al-Qur’an yang kuat sebelum melanjutkan ke jenjang SD, serta menumbuhkan kecintaan yang mendalam terhadap Al-Qur’an.
Nama Program:
Hari Ibu & Ayahku Idolaku (Bermain Bersama Ayah)
Visi Program:
Mewujudkan hubungan emosional yang hangat, kuat, dan bermakna antara anak dan orang tua—khususnya ibu dan ayah—melalui kegiatan apresiasi, kebersamaan, dan permainan edukatif yang membangun karakter, rasa percaya diri, dan kedekatan keluarga.
Misi Program:
- Menyelenggarakan kegiatan khusus untuk memperingati Hari Ibu sebagai bentuk penghormatan dan cinta kepada ibu.
- Melaksanakan program “Ayahku Idolaku” untuk memperkuat bonding anak dengan ayah melalui kegiatan bermain bersama yang positif.
- Mengajak orang tua memahami pentingnya keterlibatan mereka dalam perkembangan sosial-emosional anak.
- Menciptakan suasana kegiatan yang penuh kehangatan, aman, dan menyenangkan bagi anak dan orang tua.
- Mengembangkan kepercayaan diri anak melalui kegiatan tampil, bercerita, dan mengungkapkan cinta kepada orang tua.
Tujuan Program:
- Anak mengekspresikan rasa cinta dan terima kasih kepada ibu dan ayah.
• Anak memiliki pengalaman kebersamaan berkualitas (quality time) dengan orang tua di sekolah.
• Anak merasa dicintai dan dihargai oleh kedua orang tuanya.
• Orang tua memahami perannya dalam membentuk karakter dan emosi anak.
• Anak mampu tampil percaya diri dalam kegiatan apresiasi.
Target Kegiatan (Indikator Kinerja Anak & Orang Tua):
- Anak mampu memberikan karya atau ucapan spesial untuk ibu pada Hari Ibu.
• Anak terlibat aktif dalam permainan atau aktivitas bersama ayah selama kegiatan “Ayahku Idolaku”.
• Anak mampu mengekspresikan rasa sayang melalui kata-kata atau gestur sederhana.
• Orang tua berpartisipasi aktif dalam kegiatan sekolah.
• Anak menunjukkan peningkatan emosi positif pada hari-hari setelah kegiatan (lebih ceria, percaya diri, dan tenang).
Program Hari Ibu & Ayahku Idolaku di TK Al Falah Darussalam merupakan kegiatan khusus yang dirancang untuk memperkuat ikatan emosional antara anak dan orang tuanya. Di usia dini, kedekatan dengan ibu dan ayah adalah fondasi perkembangan karakter, emosi, dan kepercayaan diri anak. Oleh karena itu, sekolah merancang kegiatan yang sarat makna, menyenangkan, dan membangkitkan rasa cinta.
Bagian 1: Hari Ibu
Kegiatan Hari Ibu diawali dengan storytelling tentang kasih sayang ibu dan pengorbanannya bagi keluarga. Guru menggunakan media visual seperti gambar, boneka tangan, atau video pendek agar anak memahami peran ibu dengan cara yang menyentuh namun tetap ramah usia. Anak kemudian membuat karya spesial untuk ibu seperti:
• kartu ucapan,
• buket kertas,
• lukisan ibu,
• bingkai foto,
• kerajinan tangan bertema cinta.
Acara dilanjutkan dengan sesi pemberian karya oleh anak kepada ibu sambil mengucapkan kalimat sederhana seperti: “Terima kasih, Ibu. Aku sayang Ibu.” Momen ini sering menjadi pengalaman emosional yang sangat indah bagi ibu maupun anak.
Bagian 2: Ayahku Idolaku (Bermain Bersama Ayah)
Kegiatan ini dirancang agar ayah memiliki waktu khusus bersama anak di sekolah. Karena banyak ayah yang sibuk bekerja, program ini membantu mereka menyediakan quality time yang berharga. Sekolah menyiapkan berbagai permainan kolaboratif seperti:
• permainan estafet ayah–anak,
• olahraga kecil bersama,
• lomba memasang puzzle,
• permainan ketangkasan,
• kegiatan membangun (lego, balok).
Ayah juga diajak mengikuti sesi bonding seperti:
• memeluk anak sambil membaca kalimat positif,
• latihan pernapasan bersama,
• sesi foto “Ayah dan Anak”.
Di akhir kegiatan, guru memfasilitasi momen penghargaan di mana anak dapat berkata: “Ayahku hebat!” atau “Aku bangga pada Ayah!” Ini membantu menumbuhkan rasa aman dan cinta dalam diri anak.
Peran Sekolah dan Orang Tua
Guru mengatur kegiatan dengan suasana yang hangat, penuh penghargaan, dan tanpa tekanan. Orang tua didorong untuk hadir aktif, memberikan perhatian penuh, dan menikmati momen bersama anak. Buku penghubung dapat digunakan untuk menuliskan kesan kegiatan dan tindak lanjut pembiasaan di rumah.
Melalui program ini, TK Al Falah Darussalam tidak hanya menghadirkan kegiatan seremonial, tetapi benar-benar membantu anak merasakan cinta orang tua yang menguatkan fondasi perkembangan emosionalnya.
Visi Program:
Mewujudkan peserta didik yang siap belajar secara optimal melalui kegiatan pagi yang menstimulasi emosi positif, kebugaran fisik, kesiapan mental, serta membangun suasana kelas yang ceria dan penuh semangat sejak awal hari.
Misi Program:
- Menyelenggarakan kegiatan penyambutan pagi yang menyenangkan untuk meningkatkan mood dan semangat anak sebelum belajar.
- Mengembangkan motorik kasar dan halus melalui aktivitas sederhana seperti senam pagi, permainan ritmik, dan koordinasi gerak.
- Melatih konsentrasi dan ketenangan anak melalui aktivitas seperti membaca doa, murojaah singkat, atau permainan fokus.
- Membangun interaksi sosial positif melalui permainan kelompok, sapaan pagi, dan komunikasi yang hangat antara guru dan siswa.
- Menciptakan rutinitas pagi yang terstruktur dan konsisten sehingga anak merasa aman dan nyaman saat memulai hari.
Tujuan Program:
- Anak siap secara fisik, emosional, dan mental untuk mengikuti kegiatan pembelajaran.
• Anak merasakan suasana pagi yang menyenangkan sehingga meningkatkan motivasi belajar.
• Anak mampu mengikuti instruksi sederhana dalam kegiatan motorik dan aktivitas fokus.
• Anak menunjukkan interaksi sosial positif dengan guru dan teman seusianya.
• Anak terbiasa memulai hari dengan ibadah dan kebiasaan baik.
Target Kegiatan (Indikator Kinerja Anak):
- Anak hadir tepat waktu dan mengikuti morning activity tanpa paksaan.
• Anak mengikuti aktivitas motorik ringan seperti stretching, senam kecil, atau permainan gerak.
• Anak mampu mengikuti doa pagi, salam, atau murojaah dengan tertib.
• Anak menunjukkan sikap ceria, bersemangat, dan siap memulai pembelajaran.
• Anak berpartisipasi dalam permainan atau aktivitas interaktif tanpa konflik.
Program Morning Activity di TK Al Falah Darussalam bertujuan menciptakan suasana awal hari yang penuh kebahagiaan sehingga anak-anak datang dengan hati yang ringan, ceria, dan siap belajar. Kegiatan dilakukan segera setelah anak masuk kelas atau setelah line-up pagi, dan dirancang sebagai rutinitas harian yang konsisten.
Guru menyambut setiap anak secara personal dengan Senyum, Sapa, Salam, dan Salim, memberikan sentuhan emosional positif yang meningkatkan rasa percaya diri anak. Setelah itu, kelas memulai kegiatan dengan doa pagi, pembacaan Asmaul Husna singkat, atau murojaah surat pendek untuk membuka hari dengan keberkahan.
Kegiatan dilanjutkan dengan aktivitas motorik ringan yang disesuaikan dengan usia anak, seperti:
• senam kecil,
• permainan tepuk ritmik,
• lompat-lompatan ringan,
• permainan keseimbangan,
• gerakan lagu-lagu anak,
• permainan “Ikuti Gerakan Guru”.
Aktivitas ini membantu mengaktifkan tubuh, meningkatkan aliran darah, dan menyiapkan kemampuan konsentrasi anak. Secara emosional, kegiatan pagi membantu anak melepaskan kecemasan, menumbuhkan rasa gembira, dan memudahkan mereka beradaptasi dengan suasana sekolah.
Selanjutnya, anak diajak melakukan permainan fokus seperti:
• tepuk konsentrasi,
• permainan tebak suara,
• hitung cepat visual,
• “freeze dance” untuk kontrol diri,
• permainan duduk tenang selama beberapa detik.
Program ini bukan hanya untuk menggerakkan tubuh, tetapi juga melatih perkembangan kognitif dan regulasi emosi. Guru menggunakan suara lembut, instruksi yang jelas, dan memberi apresiasi kecil untuk membangun motivasi anak.
Morning Activity juga menjadi waktu yang tepat untuk melatih keterampilan sosial. Anak belajar bekerja sama, menghormati giliran, menunggu instruksi, dan tidak berebut tempat selama aktivitas kelompok.
Di akhir sesi, guru memberikan kalimat positif seperti:
“MasyaAllah, hari ini kalian hebat sekali!”
“Anak sholeh dan sholehah siap belajar dengan semangat!”
Kegiatan ini membuat pagi di TK Al Falah Darussalam terasa hidup, menyenangkan, dan penuh semangat positif. Dengan program ini, anak memasuki pembelajaran formal dalam kondisi fisik dan mental terbaik.
Nama Program:
Peringatan Hari Gizi
Visi Program:
Mewujudkan peserta didik yang memiliki kesadaran dini tentang pentingnya makanan bergizi, pola makan sehat, dan gaya hidup seimbang melalui kegiatan edukatif yang menyenangkan dan sesuai tahap perkembangan anak usia dini.
Misi Program:
- Mengedukasi anak tentang jenis-jenis makanan sehat seperti buah, sayur, protein, dan karbohidrat melalui media visual dan permainan.
- Memperkenalkan konsep “makanan yang menyehatkan tubuh” dan “makanan yang perlu dibatasi” dengan cara yang lembut dan mudah dipahami.
- Mengadakan kegiatan tematik Hari Gizi seperti demo bekal sehat, membuat salad atau roti sehat, dan permainan mengenal makanan bergizi.
- Mengajak orang tua berpartisipasi dalam penyediaan bekal sehat dan penguatan pendidikan gizi di rumah.
- Membangun kebiasaan makan sehat dan kesadaran menjaga kebersihan diri sebelum serta sesudah makan.
Tujuan Program:
- Anak mengenal berbagai jenis makanan sehat dan manfaatnya.
• Anak mampu membedakan makanan sehat dan makanan yang kurang baik dikonsumsi berlebihan.
• Anak terbiasa menikmati buah dan sayur sebagai bagian dari bekalnya.
• Anak menunjukkan perilaku hidup bersih seperti mencuci tangan sebelum makan.
• Anak terlibat aktif dalam kegiatan Hari Gizi dan merasa senang belajar tentang kesehatan.
Target Kegiatan (Indikator Kinerja Anak):
- Anak mampu menyebutkan minimal 3 jenis makanan bergizi (buah, sayur, ikan, susu, telur).
• Anak bersedia mencoba minimal satu makanan sehat baru yang diperkenalkan.
• Anak mengikuti kegiatan memasak dan demo makanan sehat dengan antusias.
• Anak membawa bekal sehat sesuai kesepakatan sekolah dan orang tua.
• Anak mampu menjelaskan secara sederhana manfaat makanan sehat (contoh: “wortel bagus untuk mata”).
Program Peringatan Hari Gizi di TK Al Falah Darussalam bertujuan menanamkan kebiasaan makan sehat sejak usia dini melalui kegiatan yang menyenangkan dan tidak menggurui. Kegiatan dimulai dengan circle time bertema “Makanan Sehat,” di mana guru memperkenalkan jenis-jenis makanan bergizi menggunakan poster warna-warni, boneka buah dan sayur, serta video edukasi yang ramah anak.
Guru menjelaskan bahwa setiap makanan memiliki manfaat: buah memberi vitamin, sayuran membuat tubuh kuat, susu membuat tulang sehat, dan ikan baik untuk otak. Penjelasan dilakukan menggunakan bahasa sederhana, contoh nyata, dan visual menarik agar anak mudah memahami.
Selanjutnya, sekolah menyelenggarakan berbagai kegiatan tematik seperti:
- Demo Bekal Sehat
Anak membuka bekalnya dan guru menjelaskan mana yang termasuk makanan sehat. Ini dilakukan dengan cara yang lembut dan tanpa menyalahkan. Guru memberi apresiasi bagi anak yang membawa bekal sehat.
- Fun Cooking Class
Anak diajak membuat makanan sehat seperti:
• salad buah,
• sandwich sehat,
• stik sayur dengan saus yogurt,
• jus buah sederhana.
Guru membimbing anak mengenal tekstur, warna, dan rasa makanan sehat sambil belajar mencuci tangan dan menjaga kebersihan.
- Permainan Edukatif
- “Sortir Makanan Sehat dan Kurang Sehat”
• “Pasangkan Buah dengan Warnanya”
• “Tebak Gambar Makanan”
• “Lompat ke Makanan Bergizi”
Permainan ini membuat anak belajar gizi tanpa terasa belajar.
- Parade Buah dan Sayur
Anak menggunakan hiasan kepala bertema buah dan sayur lalu berjalan bersama sambil menyanyikan lagu gizi.
- Kolaborasi dengan Orang Tua
Sekolah memberikan panduan bekal sehat sederhana agar orang tua dapat menerapkan healthy lunchbox setiap hari. Orang tua juga dapat memberikan catatan di buku penghubung tentang apa makanan sehat yang dicoba anak di rumah.
Program ini sangat efektif menumbuhkan pola makan sehat karena dilakukan melalui pendekatan bermain, eksplorasi, dan kebersamaan. Anak menjadi lebih berani mencoba makanan baru, lebih menyukai buah dan sayur, serta memahami bahwa menjaga kesehatan adalah ibadah dan amanah dari Allah SWT.
Dengan program ini, TK Al Falah Darussalam tidak hanya mencerdaskan otak anak, tetapi juga menjaga kesehatan tubuh mereka sebagai modal masa depan yang lebih baik.
Nama Program:
Fun Competition (Lomba Ceria Anak TK)
Visi Program:
Mewujudkan peserta didik yang percaya diri, berani mencoba hal baru, dan bersemangat menunjukkan kemampuan diri melalui kompetisi yang menyenangkan, sehat, penuh sportivitas, dan sesuai tahap perkembangan usia dini.
Misi Program:
- Menyelenggarakan berbagai lomba yang dirancang khusus untuk usia TK dengan pendekatan bermain, bukan kompetisi yang menekan.
- Menumbuhkan semangat juang, sportivitas, kerjasama, dan kepercayaan diri anak.
- Menggali potensi anak dalam berbagai bidang seperti motorik, seni, bahasa, dan sosial.
- Menciptakan suasana lomba yang ceria, aman, dan bebas dari tekanan, sehingga semua anak merasa menjadi pemenang.
- Melibatkan orang tua sebagai pendukung positif agar anak mendapatkan pengalaman berkompetisi yang sehat dan menggembirakan.
Tujuan Program:
- Anak memiliki pengalaman menyenangkan dalam mengikuti lomba yang sesuai usianya.
• Anak mampu menunjukkan bakat dan kemampuan diri dalam suasana yang positif.
• Anak memahami konsep sederhana tentang sportivitas dan menerima hasil dengan gembira.
• Anak mampu bekerja sama dalam lomba kelompok dan mengikuti instruksi guru.
• Anak merasa bangga, percaya diri, dan termotivasi untuk terus belajar berbagai keterampilan.
Target Kegiatan (Indikator Kinerja Anak):
- Anak berpartisipasi aktif dalam minimal satu jenis lomba.
• Anak mengikuti instruksi dengan baik selama perlombaan.
• Anak menunjukkan sikap ceria dan percaya diri saat tampil.
• Anak mampu menerima hasil lomba dengan sikap positif (tidak menangis berlebihan, tidak marah).
• Anak mendukung teman dan menunjukkan perilaku sportivitas.
Program Fun Competition di TK Al Falah Darussalam disusun untuk memberikan pengalaman kompetisi yang ramah anak, menyenangkan, dan berfokus pada perkembangan karakter, bukan semata-mata juara. Kegiatan ini dirancang agar setiap anak merasa dihargai, didukung, dan dapat mengekspresikan dirinya tanpa rasa takut.
Fun Competition mencakup berbagai jenis lomba, seperti:
- Lomba Motorik Kasar
- lari zig-zag,
• memindahkan bola,
• melompat dalam lingkaran,
• estafet sederhana.
Tujuan lomba ini adalah melatih keseimbangan, koordinasi, dan keberanian.
- Lomba Motorik Halus
- meronce,
• memasukkan koin,
• menyusun puzzle,
• menempel gambar.
Kegiatan ini mengembangkan ketelitian, ketekunan, dan konsentrasi anak.
- Lomba Seni & Kepercayaan Diri
- lomba menyanyi,
• lomba pantun/bercerita,
• lomba fashion show busana muslim,
• lomba menggambar dan mewarnai.
Lomba ini meningkatkan kemampuan bahasa, kreativitas, dan rasa percaya diri.
- Lomba Edukatif
- menebak huruf hijaiyah,
• mengurutkan angka,
• menyebutkan nama buah/sayur,
• adab sehari-hari islami.
Dirancang untuk menstimulasi kemampuan kognitif dan adab anak.
- Lomba Kolaboratif (Kelompok)
- tarik tambang kecil,
• membangun balok bersama,
• memasak sederhana bersama guru,
• tebak gerakan teman.
Ini melatih komunikasi, kerjasama, dan interaksi sosial.
Suasana kegiatan dikemas meriah namun tetap nyaman dan aman. Guru dan panitia memberi dukungan positif sepanjang acara, seperti:
“Hebat sekali!”
“Ayo coba lagi, kamu pasti bisa!”
“Kita bersenang-senang ya!”
Fun Competition juga melibatkan orang tua sebagai penyemangat yang memberikan dukungan positif, bukan tekanan. Orang tua diarahkan untuk fokus memberi apresiasi pada usaha, bukan hasil. Setiap anak mendapatkan penghargaan seperti medali partisipasi, sertifikat keberanian, atau stiker bintang sehingga tidak ada anak yang pulang dengan kecewa.
Kegiatan ini membantu anak belajar menerima kemenangan dan kekalahan dengan elegan, membangun rasa percaya diri, meningkatkan interaksi sosial, dan mengembangkan banyak keterampilan secara menyenangkan.
Dengan Fun Competition, TK Al Falah Darussalam memastikan bahwa kompetisi adalah sarana pendidikan karakter, bukan perlombaan yang menekan. Anak-anak tumbuh menjadi pribadi yang tangguh, ceria, dan percaya diri.
Nama Program:
Peringatan Hari Buku
Visi Program:
Mewujudkan peserta didik yang mencintai membaca, mengenal buku sebagai sumber ilmu dan imajinasi, serta membangun budaya literasi sejak usia dini melalui kegiatan yang menyenangkan dan menginspirasi.
Misi Program:
- Mengenalkan berbagai jenis buku anak (cerita, bergambar, ensiklopedia mini, buku adab) melalui kegiatan menarik.
- Membangun kebiasaan membaca di sekolah melalui sesi membaca bersama dan membaca mandiri sesuai kemampuan.
- Menyelenggarakan kegiatan tematik Hari Buku seperti mendongeng, book parade, dan pameran mini buku.
- Mengajak orang tua berpartisipasi dalam kegiatan literasi seperti membacakan buku di rumah atau menjadi guest reader.
- Menciptakan lingkungan kelas yang kaya literasi, ramah anak, dan mengundang rasa ingin tahu.
Tujuan Program:
- Anak mengenal buku sebagai sumber cerita, pengetahuan, dan hiburan yang bermanfaat.
• Anak menunjukkan minat membaca melalui kegiatan membaca harian.
• Anak mampu mengikuti sesi read aloud dengan fokus.
• Anak terlibat dalam kegiatan kreatif bertema buku.
• Orang tua menyadari pentingnya membacakan buku untuk perkembangan bahasa dan kecerdasan anak.
Target Kegiatan (Indikator Kinerja Anak):
- Anak mampu menyebutkan minimal dua jenis buku yang dikenalnya.
• Anak mengikuti sesi mendengarkan cerita selama 5–10 menit dengan fokus.
• Anak mampu memilih buku favoritnya di area pojok baca.
• Anak berpartisipasi dalam kegiatan Hari Buku seperti book parade atau membuat pembatas buku.
• Anak mengekspresikan kembali isi cerita secara sederhana (melalui gambar atau cerita lisan).
Program Peringatan Hari Buku di TK Al Falah Darussalam merupakan momentum penting untuk menanamkan kecintaan membaca sejak usia dini. Program ini tidak hanya mengenalkan anak pada buku, tetapi menciptakan pengalaman emosional positif yang membuat mereka menyukai dunia literasi sepanjang hidup.
Kegiatan dimulai dengan sesi read aloud di mana guru membacakan buku cerita dengan ekspresi, intonasi, dan gestur dramatis. Buku yang dipilih adalah buku bergambar yang kaya pesan moral, cerita Nabi, kisah hewan, atau cerita sains sederhana. Kegiatan read aloud terbukti dapat meningkatkan kosakata, kemampuan mendengar, fokus, dan imajinasi anak.
Selanjutnya, sekolah mengadakan berbagai aktivitas bertema Hari Buku, seperti:
- Book Parade (Parade Buku Favorit)
Anak mengenakan kostum tokoh cerita atau membawa buku favoritnya dan berjalan bersama di sekolah. Kegiatan ini meningkatkan keberanian dan kreativitas anak.
- Storytelling oleh Guru atau Orang Tua
Orang tua diundang menjadi guest reader dan membacakan cerita di kelas. Anak merasakan kehangatan kebersamaan dan melihat bahwa membaca adalah aktivitas menarik.
- Pojok Baca Ceria
Kelas dihias dengan bantal duduk, rak buku mini, boneka cerita, dan karpet warna-warni sehingga anak merasa nyaman memilih buku dan membaca mandiri.
- Membuat Craft Bertema Buku
- membuat pembatas buku,
• menggambar tokoh favorit,
• membuat mini book,
• mewarnai sampul buku fiktif.
- Mengunjungi Perpustakaan Sekolah
Jika tersedia, anak diperkenalkan dengan perpustakaan sekolah untuk menumbuhkan rasa cinta pada ruang baca.
Guru juga memanfaatkan kesempatan ini untuk mengajarkan adab membaca seperti:
• tidak merusak buku,
• merapikan kembali ke rak,
• membuka halaman pelan-pelan,
• tidak makan sambil membaca.
Kegiatan Hari Buku memberikan pengalaman menyenangkan dan bermakna sehingga anak memiliki asosiasi positif terhadap membaca. Dengan cara ini, TK Al Falah Darussalam tidak hanya mengembangkan keterampilan literasi, tetapi juga membangun mindset bahwa membaca adalah kegiatan yang menyenangkan, bermanfaat, dan penuh imajinasi.
Program ini menjadi fondasi penting untuk keberhasilan akademik anak di masa depan, karena anak yang mencintai buku akan mencintai belajar sepanjang hidupnya.
Nama Program:
Kunjungan ke Perpustakaan
Visi Program:
Mewujudkan peserta didik yang mencintai dunia literasi dan memiliki pengalaman langsung berinteraksi dengan buku serta lingkungan perpustakaan sebagai ruang belajar yang nyaman, menyenangkan, dan penuh pengetahuan.
Misi Program:
- Mengajak anak mengenal lingkungan perpustakaan dan fungsi-fungsinya melalui kunjungan rutin atau terjadwal.
- Memperkenalkan cara memilih, meminjam, memperlakukan, dan mengembalikan buku dengan benar.
- Membantu anak membangun kebiasaan membaca dan rasa ingin tahu melalui eksplorasi koleksi buku anak.
- Melatih anak untuk menjaga ketertiban, ketenangan, dan adab membaca di tempat umum.
- Menumbuhkan pengalaman emosional positif yang membuat anak merasa nyaman dan bahagia berada di lingkungan perpustakaan.
Tujuan Program:
- Anak mengenal perpustakaan sebagai tempat membaca, belajar, dan mencari informasi.
• Anak memahami aturan dasar perpustakaan seperti berbicara pelan, menjaga kebersihan, dan merapikan buku.
• Anak mampu memilih buku sesuai minatnya sendiri.
• Anak menunjukkan sikap antusias terhadap kegiatan membaca.
• Anak memiliki pengalaman menyenangkan berinteraksi dengan pustakawan dan lingkungan perpustakaan.
Target Kegiatan (Indikator Kinerja Anak):
- Anak mampu mengikuti aturan perpustakaan seperti berjalan pelan dan duduk dengan tenang.
• Anak memilih minimal satu buku untuk dibaca atau dibawa pulang (jika diberlakukan sistem peminjaman).
• Anak mampu menyebutkan bagian-bagian perpustakaan seperti rak buku, meja baca, area cerita.
• Anak berpartisipasi dalam sesi membaca bersama yang dipandu oleh guru atau pustakawan.
• Anak mengembalikan buku ke tempatnya dengan benar setelah digunakan.
Program Kunjungan ke Perpustakaan di TK Al Falah Darussalam dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan di luar kelas dan memperkuat kecintaan anak terhadap literasi. Kegiatan dimulai dengan persiapan di kelas, di mana guru menjelaskan kepada anak aturan dan adab yang harus diikuti saat berada di perpustakaan: berjalan pelan, berbicara dengan suara lembut, menghormati pustakawan, dan memperlakukan buku dengan hati-hati.
Saat tiba di perpustakaan, anak disambut oleh pustakawan atau guru yang berperan sebagai pemandu. Anak diajak berkeliling untuk mengenal bagian-bagian perpustakaan seperti rak buku cerita, rak pengetahuan, area baca, ruang storytelling, dan tempat peminjaman. Pemanduan dilakukan secara interaktif dengan pertanyaan seperti:
“Siapa yang tahu ini rak apa?”
“Buku warna apa yang paling kalian suka?”
Pertanyaan sederhana membantu anak belajar sambil bermain.
Setelah orientasi, anak mengikuti sesi storytelling yang dibawakan oleh guru atau pustakawan. Cerita dipilih dari buku perpustakaan yang menarik, memiliki gambar cerah, dan pesan moral positif. Storytelling dibuat ekspresif dan dramatik agar anak merasa terlibat. Setelah selesai, guru mengajak anak berdiskusi singkat mengenai isi cerita.
Selanjutnya, anak diberi waktu untuk pemilihan buku mandiri. Anak bebas memilih buku yang menarik baginya. Guru membimbing anak memilih buku sesuai kemampuan membaca dan minatnya, tanpa memaksakan pilihan tertentu. Ini melatih kemandirian dan rasa percaya diri dalam mengambil keputusan.
Jika sistem peminjaman diberlakukan, anak kemudian meminjam buku yang dipilih untuk dibawa pulang dan dibacakan bersama orang tua. Orang tua memberikan tanda tangan pada buku peminjaman dan mengembalikannya sesuai jadwal.
Kegiatan ditutup dengan refleksi singkat seperti:
“Apa buku yang paling kamu suka?”
“Apa yang kamu pelajari dari kunjungan hari ini?”
Guru kemudian mengajak anak merapikan area baca dan mengembalikan buku ke rak yang sesuai sebagai bagian dari pembiasaan tanggung jawab dan kerapihan.
Program ini memberikan manfaat besar dalam perkembangan kognitif, bahasa, dan emosi anak. Perpustakaan menjadi tempat yang menyenangkan, bukan menakutkan. Anak belajar bahwa membaca adalah petualangan penuh imajinasi dan ilmu. Dengan demikian, TK Al Falah Darussalam menanamkan budaya literasi yang kuat sejak usia dini sebagai bekal kesuksesan akademik dan personal anak di masa depan.
Nama Program:
Sentra Persiapan (Setiap Hari dengan Alat Peraga dan Kegiatan Menyimak)
Visi Program:
Mewujudkan peserta didik yang siap belajar secara kognitif, bahasa, dan motorik halus melalui kegiatan sentra yang memperkuat kemampuan dasar prasekolah, kemampuan menyimak, serta penggunaan alat peraga yang menarik dan edukatif.
Misi Program:
- Menyediakan lingkungan sentra yang kaya alat peraga untuk mendukung perkembangan bahasa, pra-menulis, pra-membaca, dan pra-berhitung.
- Mengembangkan kemampuan menyimak anak melalui instruksi guru, cerita pendek, permainan bahasa, dan aktivitas mendengar aktif.
- Melatih motorik halus melalui kegiatan tracing, menggambar, menempel, meronce, dan permainan manipulatif lainnya.
- Memberikan kesempatan anak untuk bereksplorasi secara mandiri dalam area sentra dengan bimbingan guru.
- Menciptakan kegiatan sentra yang dilakukan setiap hari secara terstruktur untuk menyiapkan anak menghadapi program pembelajaran selanjutnya.
Tujuan Program:
- Anak mampu menyimak instruksi sederhana dan melaksanakannya dengan benar.
• Anak mulai mengembangkan kemampuan pra-akademik seperti mengenal huruf, angka, bentuk, warna, dan pola.
• Anak meningkatkan kemampuan motorik halus melalui penggunaan alat peraga.
• Anak mampu fokus dalam kegiatan terstruktur selama 5–15 menit sesuai usia.
• Anak memiliki kesiapan belajar (school readiness) yang optimal.
Target Kegiatan (Indikator Kinerja Anak):
- Anak mampu mengikuti instruksi 2–3 langkah (misal: buka buku, ambil pensil, lingkari gambar).
• Anak mampu melakukan aktivitas tracing huruf atau pola sederhana.
• Anak menggunakan alat peraga seperti puzzle, balok kecil, kartu angka, kartu huruf, dan manipulatif lainnya.
• Anak mampu duduk fokus dan menyimak cerita pendek selama 5–10 menit.
• Anak menunjukkan perkembangan konsentrasi, koordinasi, dan kemandirian dalam area sentra.
Program Sentra Persiapan di TK Al Falah Darussalam adalah sentra fundamental yang dilakukan setiap hari untuk membangun kesiapan akademik dan kemampuan dasar anak sebelum masuk ke jenjang SD. Kegiatan dirancang agar anak terbiasa dengan aktivitas terstruktur, penggunaan alat peraga, dan tugas-tugas yang membutuhkan konsentrasi.
Setiap pagi atau jam pembelajaran, guru menyiapkan meja sentra lengkap dengan alat peraga seperti:
• kartu huruf dan angka,
• balok kecil untuk menyusun pola,
• puzzle bentuk dan warna,
• kartu suku kata,
• papan tracing pasir,
• kancing besar untuk dironce,
• lembar kerja sederhana (worksheet ramah TK),
• benda manipulatif seperti pom-pom, stik es krim, dan karet warna.
Tahap Pelaksanaan Sentra Persiapan:
- Pembukaan (Menit 1–3)
Guru memberikan instruksi awal, menjelaskan alat peraga yang digunakan, serta menyampaikan aturan sentra.
Contoh instruksi:
“Pertama, pilih kartu huruf. Kedua, cocokkan dengan gambar. Ketiga, cerita ke temanmu.” - Kegiatan Menyimak (Menit 3–8)
Guru membacakan instruksi atau cerita pendek yang sengaja dirancang untuk melatih fokus, seperti:
• cerita berurutan,
• tebak gambar berdasarkan deskripsi,
• permainan “ikuti suara saya”,
• latihan membedakan bunyi awal kata. - Kegiatan Inti Sentra (Menit 8–20)
Anak melakukan kegiatan eksplorasi dan tugas terstruktur seperti:
• tracing garis lurus, lengkung, zigzag,
• menyusun balok sesuai pola,
• mengurutkan angka,
• mencari huruf yang hilang,
• menebalkan bentuk,
• menempel gambar sesuai instruksi,
• mencocokkan huruf dengan gambar,
• membuat rangkaian pola AB–ABC sederhana.
Guru berkeliling sebagai fasilitator untuk membantu anak yang kesulitan dan memberikan penguatan positif.
- Refleksi (Menit 20–25)
Guru mengajak anak menceritakan apa yang mereka kerjakan:
“Apa yang kamu buat hari ini?”
“Huruf apa yang kamu temukan?”
Refleksi singkat melatih kemampuan bahasa dan kemampuan mengungkapkan ide.
Keunggulan Sentra Persiapan:
- Mengoptimalkan kesiapan anak memasuki pembelajaran SD.
• Melatih kemampuan menyimak yang menjadi dasar sukses belajar.
• Meningkatkan kemandirian dan rasa percaya diri.
• Memperkuat kemampuan motorik halus dan koordinasi.
• Mengembangkan kemampuan pra-membaca dan pra-berhitung secara natural melalui permainan.
Sentra Persiapan menjadi salah satu program unggulan TK Al Falah Darussalam karena dilakukan setiap hari, konsisten, sistematis, dan dirancang sesuai pedagogi usia dini yang modern dan Islami. Program ini memastikan setiap anak berkembang seimbang―baik secara kognitif, motorik, bahasa, maupun kesiapan emosional.
Nama Program:
Out Door Learning (Pembelajaran Luar Ruangan)
Visi Program:
Mewujudkan peserta didik yang gemar eksplorasi, dekat dengan alam, dan memiliki pengalaman belajar yang kaya melalui kegiatan pembelajaran luar ruangan yang menyenangkan, edukatif, dan sesuai perkembangan anak usia dini.
Misi Program:
- Menghadirkan pembelajaran berbasis eksplorasi langsung di lingkungan luar seperti taman, halaman sekolah, kebun, lapangan, atau area alam sekitar.
- Mengembangkan kemampuan motorik kasar, kognitif, sensorik, dan sosial anak melalui aktivitas yang variatif dan kaya pengalaman nyata.
- Mendorong anak belajar dari alam dan lingkungan sekitar melalui observasi, percobaan sederhana, dan permainan eksploratif.
- Mengajarkan anak adab-adab ketika berada di luar ruangan, seperti menjaga kebersihan, menghormati makhluk hidup, dan berhati-hati.
- Menciptakan suasana belajar yang lebih bebas, alami, dan menyegarkan sehingga anak lebih semangat dan tertarik dengan pembelajaran.
Tujuan Program:
- Anak mampu beraktivitas fisik secara seimbang dan sehat di luar ruangan.
• Anak mendapatkan pengalaman belajar langsung dari objek nyata di alam.
• Anak menunjukkan kemampuan observasi, eksplorasi, dan rasa ingin tahu.
• Anak dapat bekerja sama dalam permainan kelompok di luar ruangan.
• Anak memahami pentingnya menjaga lingkungan dan makhluk hidup.
Target Kegiatan (Indikator Kinerja Anak):
- Anak terlibat aktif dalam kegiatan eksplorasi seperti mencari daun, batu, serangga kecil, atau mengamati awan.
• Anak mampu mengikuti instruksi keselamatan di luar ruangan.
• Anak menunjukkan kemampuan motorik kasar seperti berlari, melompat, memanjat aman, dan menyeimbangkan diri.
• Anak bekerja sama dalam permainan kelompok seperti bola, estafet, atau permainan tradisional.
• Anak mampu menceritakan kembali pengalamannya setelah kegiatan outdoor.
Program Out Door Learning di TK Al Falah Darussalam dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang kaya dan beragam melalui interaksi langsung dengan lingkungan alam. Pembelajaran luar ruangan memberi peluang bagi anak untuk bereksplorasi secara natural, menggunakan seluruh indera mereka, dan mempelajari konsep-konsep dasar secara konkret.
Pelaksanaan Program:
Guru memulai kegiatan dengan pengarahan singkat mengenai aturan keselamatan, area eksplorasi yang boleh digunakan, serta tujuan pembelajaran hari itu. Anak kemudian diajak keluar kelas untuk melakukan aktivitas eksploratif sesuai tema.
Beberapa kegiatan yang umum dilakukan dalam Out Door Learning antara lain:
- Eksplorasi Alam
- mengumpulkan daun berbagai bentuk,
• mengamati bunga dan tanaman,
• mencari batu unik,
• mengenal serangga kecil,
• membedakan tekstur tanah, pasir, rumput.
Kegiatan ini melatih observasi, klasifikasi, dan rasa ingin tahu.
- Aktivitas Motorik Kasar
- berlari di lapangan,
• melompat dari garis ke garis,
• permainan keseimbangan,
• tarik tambang kecil,
• permainan lompat tali,
• permainan tradisional (engklek, gobak sodor versi aman).
Kegiatan ini memperkuat otot, koordinasi, dan keberanian anak.
- Eksperimen Sains Sederhana
- mengamati bayangan tubuh,
• memindahkan air dengan berbagai alat,
• meniup gelembung sabun (bubble experiment),
• melihat bagaimana daun bergerak ditiup angin,
• mencampur warna di bawah sinar matahari.
Kegiatan ini menstimulasi konsep sains dasar dan rasa ingin tahu.
- Pembelajaran Kontekstual
- mengenal arah mata angin,
• mengamati cuaca hari itu,
• mengenal bentuk awan,
• menghitung langkah atau benda yang ditemukan.
- Aktivitas Sosial–Emosional
- permainan kelompok,
• bekerja sama mencari objek,
• belajar berbagi dan menunggu giliran,
• kegiatan piknik kecil bersama teman.
Penanaman Adab dan Akhlak
Selama kegiatan, guru menekankan adab seperti:
• tidak merusak tanaman,
• tidak menyakiti hewan,
• membuang sampah pada tempatnya,
• mengucapkan MasyaAllah saat melihat keindahan alam.
Out Door Learning tidak hanya menyegarkan pikiran anak, tetapi juga menumbuhkan kecintaan pada alam ciptaan Allah. Anak belajar bahwa dunia adalah kelas terbesar mereka, penuh pelajaran dan keajaiban yang tidak terbatas.
Program ini membedakan TK Al Falah Darussalam sebagai sekolah yang tidak hanya fokus pada pembelajaran indoor, tetapi juga memaksimalkan potensi lingkungan sebagai media belajar utama anak usia dini.
Nama Program:
Tafakkur Alam
Visi Program:
Mewujudkan peserta didik yang mampu mengenal, mengagumi, dan mensyukuri ciptaan Allah SWT melalui kegiatan eksplorasi alam yang menyentuh hati, membangun spiritualitas, dan menumbuhkan kecintaan kepada lingkungan sejak usia dini.
Misi Program:
- Mengajak anak mengamati keindahan alam ciptaan Allah seperti langit, pohon, air, hewan, dan tumbuhan dengan pendekatan yang lembut dan penuh kekaguman.
- Mengembangkan kemampuan observasi, rasa ingin tahu, dan kecerdasan naturalistik anak melalui kegiatan langsung di alam.
- Menumbuhkan rasa syukur, kagum, dan kesadaran spiritual bahwa semua keindahan berasal dari Allah SWT.
- Mengajarkan adab terhadap alam seperti menjaga kebersihan, tidak merusak tumbuhan, dan menyayangi makhluk hidup.
- Menciptakan pembelajaran luar ruangan yang tenang, bermakna, dan reflektif sehingga anak dapat merasakan kedamaian dan ketenangan batin.
Tujuan Program:
- Anak mampu menyebutkan beberapa ciptaan Allah yang ia lihat dan amati.
• Anak menunjukkan keterampilan observasi lingkungan secara alami.
• Anak memiliki perilaku peduli lingkungan seperti tidak membuang sampah sembarangan.
• Anak menunjukkan rasa kagum dan syukur terhadap keindahan alam.
• Anak terlibat dalam kegiatan refleksi sederhana setelah mengamati alam.
Target Kegiatan (Indikator Kinerja Anak):
- Anak mampu mengamati objek alam seperti daun, batu, bunga, awan, atau serangga kecil.
• Anak mampu menceritakan apa yang dilihat dengan bahasanya sendiri.
• Anak menunjukkan perilaku menjaga kebersihan lingkungan.
• Anak dapat mengikuti aktivitas tafakkur seperti duduk diam, mendengar suara alam, atau membaca kalimat dzikir ringan.
• Anak menyebutkan kalimat syukur seperti “MasyaAllah” atau “SubhanAllah” setelah melihat alam.
Program Tafakkur Alam di TK Al Falah Darussalam adalah kegiatan ibadah berbasis eksplorasi alam yang dirancang untuk menumbuhkan kecintaan anak terhadap ciptaan Allah SWT. Tafakkur Alam menjadi momen khusus di mana anak diajak melihat alam bukan hanya sebagai lingkungan fisik, tetapi sebagai tanda kebesaran Allah yang perlu direnungkan dan disyukuri.
Pelaksanaan Program:
Guru membawa anak keluar ke taman sekolah, halaman, kebun kecil, atau area alam terdekat. Kegiatan dimulai dengan pembacaan kalimat dzikir ringan seperti:
“SubhanAllah, segala sesuatu yang ada di langit dan bumi bertasbih kepada Allah.”
Guru kemudian mengarahkan anak untuk mengamati objek tertentu, misalnya:
• bentuk daun,
• warna bunga,
• gerakan semut,
• suara burung,
• angin yang berhembus,
• awan yang bergerak,
• cahaya matahari.
Anak-anak diberi waktu eksplorasi bebas, tetapi tetap dalam batas aman dan pengawasan guru. Guru bertugas menggugah rasa ingin tahu dengan pertanyaan reflektif seperti:
“Siapa yang menciptakan bunga seindah ini?”
“Kenapa semut bisa berjalan berbaris?”
“Warna langit hari ini MasyaAllah indah sekali ya?”
Pertanyaan-pertanyaan ini mendorong anak berpikir secara spiritual dan ilmiah sekaligus.
Aktivitas Pendukung Tafakkur Alam:
- menggambar apa yang dilihat,
• mengumpulkan benda alam (daun, batu kecil),
• membuat jurnal kecil “Ciptaan Allah Hari Ini”,
• mendengarkan cerita tentang alam dalam Al-Qur’an,
• membuat kolase alam menggunakan daun kering,
• melakukan percobaan sederhana (misal: bayangan matahari),
• permainan “temukan benda ciptaan Allah”.
Penanaman Syukur dan Adab Lingkungan:
Guru mengajarkan adab menjaga alam seperti:
• tidak memetik bunga sembarangan,
• tidak membunuh serangga tanpa alasan,
• tidak membuang sampah,
• mengucapkan MasyaAllah saat melihat keindahan.
Di akhir sesi, anak diajak duduk melingkar untuk refleksi, misalnya:
“Apa yang paling kamu sukai hari ini?”
“Ciptaan Allah mana yang paling indah menurutmu?”
Refleksi ini membuat anak memahami bahwa alam bukan hanya objek, tetapi ayat Allah yang harus dihargai.
Keunggulan Program:
- menggabungkan spiritualitas, sains, dan emosional,
• memperkuat bonding guru–anak,
• menenangkan anak secara natural,
• meningkatkan kepedulian lingkungan,
• membangun fondasi kecerdasan naturalistik dan spiritual.
Dengan program ini, TK Al Falah Darussalam tidak hanya mengajarkan pengetahuan, tetapi juga menanamkan kesadaran tauhid melalui keindahan alam. Anak-anak tumbuh menjadi pribadi yang peka, penyayang, dan selalu bersyukur kepada Allah.
Nama Program:
PHBN (Peringatan Hari Besar Nasional)
Visi Program:
Mewujudkan peserta didik yang cinta tanah air, bangga menjadi bagian dari bangsa Indonesia, serta mengenal sejarah, budaya, dan nilai-nilai nasional melalui kegiatan peringatan hari besar nasional yang menyenangkan dan sesuai usia dini.
Misi Program:
- Memperkenalkan makna hari-hari besar nasional seperti Hari Kemerdekaan, Hari Pahlawan, Hari Kartini, Sumpah Pemuda, Hari Kebangkitan Nasional, dan lainnya dengan bahasa sederhana.
- Menyelenggarakan kegiatan tematik yang menarik seperti lomba tradisional, pawai kostum, pentas seni, dan permainan edukatif bertema kebangsaan.
- Menanamkan nilai nasionalisme, kerjasama, keberanian, dan penghargaan terhadap jasa para pahlawan.
- Menggunakan media kreatif seperti video, lagu nasional, poster, dan cerita untuk memudahkan anak memahami nilai-nilai kebangsaan.
- Melibatkan orang tua dalam mendukung kegiatan perayaan nasional secara positif dan edukatif.
Tujuan Program:
- Anak mengenal berbagai peringatan hari besar nasional dan maknanya secara sederhana.
• Anak menunjukkan rasa bangga terhadap bangsa Indonesia.
• Anak mampu mengikuti kegiatan lomba, pawai, atau pentas seni bertema nasional.
• Anak belajar nilai-nilai nasionalisme seperti keberanian, kerjasama, dan cinta tanah air.
• Anak mengenal simbol-simbol nasional seperti bendera merah putih, Garuda, lagu Indonesia Raya, dan pakaian adat.
Target Kegiatan (Indikator Kinerja Anak):
- Anak mampu menyebutkan minimal dua hari besar nasional.
• Anak mengikuti upacara mini atau sesi menyanyikan lagu Indonesia Raya dengan tertib.
• Anak berpartisipasi dalam kegiatan seperti lomba 17 Agustus, fashion show pakaian adat, atau drama pahlawan.
• Anak mampu mengenal dan menghormati simbol negara (bendera, Garuda).
• Anak menunjukkan perilaku positif seperti kerjasama dalam lomba dan sportivitas.
Program PHBN di TK Al Falah Darussalam merupakan kegiatan strategis dalam membangun rasa cinta tanah air dan memperkenalkan nilai-nilai kebangsaan kepada anak usia dini. Setiap peringatan hari besar nasional dikemas dengan cara yang menyenangkan, penuh warna, dan mudah dipahami anak.
Kegiatan dimulai dengan storytelling tentang kisah pahlawan atau sejarah singkat hari besar tersebut. Guru menyampaikan cerita menggunakan gambar, boneka, atau video pendek agar anak lebih mudah menangkap makna perjuangan, keberanian, dan kebersamaan. Misalnya, pada Hari Kemerdekaan, guru menjelaskan bahwa banyak pahlawan yang berjuang agar Indonesia merdeka, dan kita harus bersyukur dan menghargai mereka.
PHBN mencakup berbagai jenis kegiatan, antara lain:
- Hari Kemerdekaan (17 Agustus)
- lomba tradisional anak (balap karet, estafet bola, lomba memasukkan pensil ke botol),
• pawai merah putih,
• mewarnai bendera,
• menyanyikan lagu nasional,
• mini upacara bendera dengan guru sebagai pemimpin upacara.
Ini menanamkan nilai keberanian, sportivitas, dan kerjasama.
- Hari Kartini
- fashion show pakaian adat daerah,
• kegiatan bercerita tentang pahlawan perempuan,
• menyanyikan lagu “Ibu Kita Kartini,”
• membuat mahkota Kartini bertuliskan “Anak Hebat Indonesia.”
Anak belajar menghargai perempuan dan memahami konsep kepahlawanan.
- Hari Pahlawan (10 November)
- drama kecil “Aku Pahlawan Cilik,”
• mendengarkan cerita tentang perjuangan pahlawan,
• membuat perisai atau bendera mini,
• kegiatan mengenang jasa pahlawan melalui doa sederhana.
Anak belajar tentang keberanian dan pengorbanan.
- Sumpah Pemuda (28 Oktober)
- mengenal bahasa daerah Indonesia,
• menyanyikan lagu nasional,
• membuat kolase bendera merah putih,
• permainan kelompok bertema persatuan.
Nilai utama: persatuan dalam keberagaman.
- Hari Kebangkitan Nasional
- permainan “Bekerja Bersama,”
• menyusun puzzle pahlawan,
• membuat poster semangat belajar,
• mengenal tokoh pendiri organisasi pergerakan.
Seluruh kegiatan PHBN selalu dilakukan dengan pendekatan bermain (play-based), sehingga anak tidak merasa dipaksa atau dibebani. Guru dan orang tua berperan memberikan apresiasi besar sekecil apapun kontribusi anak dalam kegiatan.
Di akhir program, guru mengajak anak untuk mengucapkan kalimat syukur seperti:
“Alhamdulillah, aku bangga menjadi anak Indonesia!”
Dengan program ini, TK Al Falah Darussalam membantu menanamkan nilai nasionalisme, rasa syukur, empati, dan kebersamaan. Anak-anak tumbuh menjadi generasi Qur’ani yang juga cinta tanah air dan memahami makna perjuangan bangsa.
Nama Program:
Eskul Cooking Class
Visi Program:
Mewujudkan peserta didik yang mandiri, kreatif, terampil, dan mampu mengenal berbagai bahan makanan sehat melalui kegiatan memasak sederhana yang menyenangkan, edukatif, dan aman bagi anak usia dini.
Misi Program:
- Mengajarkan keterampilan dasar memasak menggunakan bahan, alat, dan langkah-langkah sederhana yang sesuai usia TK.
- Menumbuhkan kemandirian anak melalui tugas kecil seperti mencuci bahan, mengaduk, menata makanan, dan merapikan peralatan.
- Mengembangkan kemampuan motorik halus, kognitif, dan bahasa melalui proses memasak yang terstruktur.
- Mendorong anak mengenal makanan sehat dan berani mencoba jenis makanan baru.
- Melatih kerjasama dan komunikasi dalam kelompok kecil selama kegiatan cooking class.
Tujuan Program:
- Anak mampu mengikuti langkah-langkah memasak sederhana.
• Anak mengenal berbagai bahan makanan sehat seperti buah, sayur, roti, telur, dan umbi-umbian.
• Anak mengembangkan kemampuan motorik halus (mengaduk, memotong dengan pisau tumpul, menabur topping).
• Anak berani mencoba makanan sehat hasil kreasinya sendiri.
• Anak menunjukkan perilaku rapi dan bertanggung jawab selama kegiatan memasak.
Target Kegiatan (Indikator Kinerja Anak):
- Anak mampu melakukan minimal 3 aktivitas memasak sederhana seperti mengaduk, mengupas, atau menata makanan.
• Anak dapat menyebutkan nama bahan yang digunakan.
• Anak menunjukkan antusiasme dan fokus selama proses memasak.
• Anak mampu merapikan meja dan peralatan setelah selesai.
• Anak mau mencicipi makanan sehat yang dibuat.
Program Eskul Cooking Class di TK Al Falah Darussalam merupakan kegiatan unggulan yang dirancang untuk menstimulasi banyak aspek perkembangan anak melalui aktivitas memasak. Cooking class tidak hanya menyenangkan, tetapi juga meningkatkan kemampuan motorik, kognitif, sosial, dan bahkan spiritual melalui pembiasaan doa sebelum makan dan rasa syukur atas rezeki Allah.
Pelaksanaan Cooking Class:
Kegiatan dimulai dengan guru memperkenalkan tema atau menu yang akan dibuat, misalnya:
• salad buah,
• sandwich sehat,
• puding susu,
• jus buah,
• bento sayur mini,
• pancake sederhana,
• roti isi selai sehat,
• es lilin buah tanpa gula.
Guru menunjukkan bahan-bahan dan alat yang digunakan sambil menyebutkan nama dan manfaatnya. Misalnya:
“Ini wortel, warnanya oranye, bagus untuk mata kita.”
“Ini roti gandum, membuat tubuh kita kuat.”
Keselamatan dan Adab Memasak:
Anak diajarkan:
• mencuci tangan sebelum memulai,
• memakai celemek kecil,
• tidak merasakan bahan sebelum waktunya,
• menggunakan pisau tumpul khusus anak dengan hati-hati,
• membersihkan area kerja setelah selesai,
• membaca doa sebelum makan hasil masakan.
Kegiatan Inti:
Anak melakukan proses memasak secara bertahap:
- Mengupas buah (dengan alat aman),
- Memotong lembut menggunakan pisau plastik,
- Mengaduk adonan ringan,
- Menabur topping,
- Menata makanan di piring kecil,
- Menghias hasil masakan sesuai kreativitas anak.
Guru memfasilitasi, bukan mengerjakan untuk anak. Hal ini melatih kemandirian, kepercayaan diri, dan kemampuan mengambil keputusan.
Pengembangan Bahasa dan Kognitif:
Cooking class juga meningkatkan kemampuan bahasa, misalnya anak belajar kosakata baru seperti:
• manis, asin, renyah, lembut,
• potong, aduk, tabur, tuang, tekan.
Secara kognitif, anak belajar mengurutkan langkah, mengenal jumlah melalui pengukuran sederhana (dua sendok, satu potong, separuh), serta belajar mencocokkan rasa dan tekstur.
Penutup Kegiatan:
Setelah selesai memasak, anak duduk bersama untuk menikmati hasil kreasinya sambil membaca doa makan. Guru memotivasi anak untuk mencicipi makanan sehat sebagai bagian dari pembiasaan gizi baik.
Kegiatan diakhiri dengan merapikan meja, mencuci alat makan mainan, dan menyimpan bahan. Hal ini membangun rasa tanggung jawab dan kerapihan.
Keunggulan Program:
- melatih kemandirian dan motorik halus,
• mengajarkan kebiasaan hidup sehat,
• membangun kreativitas,
• memperkuat bonding anak–guru,
• meningkatkan keberanian anak mencoba hal baru.
Program Cooking Class menjadi salah satu kegiatan favorit anak TK Al Falah Darussalam karena penuh eksplorasi, kebahagiaan, dan rasa bangga atas hasil karya sendiri.
Nama Program:
Operasi Semut (Latihan Membersihkan Lingkungan Sekitar)
Visi Program:
Mewujudkan peserta didik yang peduli lingkungan, cinta kebersihan, dan terbiasa menjaga kerapihan melalui kegiatan sederhana, menyenangkan, dan mendidik yang dilakukan secara rutin.
Misi Program:
- Mengajarkan pentingnya kebersihan sebagai bagian dari iman dan akhlakul karimah sejak usia dini.
- Melatih anak menjaga lingkungan kelas, halaman, dan area bermain dengan cara yang aman dan sesuai usia.
- Mengembangkan keterampilan motorik dan tanggung jawab melalui kegiatan memungut sampah kecil atau merapikan barang.
- Membiasakan anak untuk tidak membuang sampah sembarangan dan menghargai lingkungan bersih.
- Membangun budaya gotong-royong melalui kegiatan bersama yang melibatkan seluruh siswa.
Tujuan Program:
- Anak terbiasa menjaga kebersihan lingkungan sekolah.
• Anak mampu memungut sampah kecil dengan benar dan aman.
• Anak menunjukkan perilaku bertanggung jawab terhadap barang dan area bermain.
• Anak memahami bahwa kebersihan adalah bagian dari ibadah.
• Anak mampu bekerja sama dengan teman dalam menjaga kebersihan.
Target Kegiatan (Indikator Kinerja Anak):
- Anak mampu memungut sampah kecil seperti daun, kertas, atau bungkus makanan (tidak berbahaya).
• Anak mengembalikan barang mainan ke tempatnya secara mandiri.
• Anak mengetahui tempat pembuangan sampah organik dan anorganik (jika tersedia).
• Anak berpartisipasi dalam kegiatan operasi semut dengan antusias.
• Anak tidak membuang sampah sembarangan selama di sekolah.
Program Operasi Semut di TK Al Falah Darussalam adalah kegiatan pembiasaan yang sangat efektif untuk menumbuhkan kecintaan anak terhadap kebersihan dan kerapihan. Nama “operasi semut” dipilih karena semut bekerja bersama-sama, rajin, dan bergerak cepat—nilai yang ingin ditanamkan kepada anak-anak.
Pelaksanaan Kegiatan:
Program dilakukan secara rutin, baik setiap hari atau pada waktu tertentu (misalnya setelah kegiatan outdoor, setelah makan bekal, atau di akhir sesi bermain). Guru memberikan instruksi sederhana seperti:
“Yuk kita jadi semut rajin hari ini!”
atau
“Ayo cari sampah kecil dan masukkan ke tempat sampah!”
Anak-anak kemudian memungut sampah ringan seperti kertas kecil, tisu, daun kering, dan mainan yang tercecer. Untuk alasan keamanan, sampah tajam atau berbahaya tidak boleh disentuh anak—guru yang menangani.
Kegiatan dalam Operasi Semut:
- memungut sampah kecil di halaman,
• membersihkan area kelas,
• merapikan mainan kembali ke rak,
• menyapu ringan dengan sapu kecil (jika aman),
• membersihkan meja menggunakan tisu basah,
• merapikan alat tulis,
• merapikan sandal/sepatu di rak sepatu.
Guru dapat menggunakan format permainan agar kegiatan lebih menyenangkan, seperti:
• “Siapa yang menemukan sampah warna merah?”
• “Kelompok hijau cari daun kering, kelompok biru cari kertas kecil.”
• “Operasi semut dimulai dalam hitungan 1–2–3!”
Nilai-Nilai yang Ditanamkan:
- Tanggung jawab – anak belajar merapikan apa yang ia gunakan.
- Gotong-royong – pekerjaan menjadi ringan dan menyenangkan dilakukan bersama.
- Peduli lingkungan – anak memahami lingkungan bersih itu penting.
- Kerapihan – anak terbiasa melihat lingkungan rapi sebagai standar.
- Akhlak Islami – guru mengaitkan kebersihan dengan iman:
“Anak sholeh menjaga kebersihan karena itu dicintai Allah.”
Penutup Kegiatan:
Setelah operasi semut selesai, guru memberikan apresiasi:
“MasyaAllah… sekolah kita bersih karena kerja sama kalian!”
Apresiasi sederhana seperti stiker semut rajin atau kartu bintang dapat diberikan untuk memotivasi. Program ini juga diperkuat melalui buku penghubung sehingga orang tua dapat melanjutkan kebiasaan baik ini di rumah.
Keunggulan Program:
- mudah dilaksanakan setiap hari,
• tidak membutuhkan alat mahal,
• sangat efektif dalam membangun kebiasaan positif,
• menciptakan lingkungan belajar yang bersih dan nyaman,
• membentuk karakter peduli sejak usia dini.
Operasi Semut menjadi salah satu pembiasaan unggulan TK Al Falah Darussalam karena anak belajar sambil bermain, bertanggung jawab, dan mencintai kebersihan dengan cara yang menyenangkan.
Nama Program:
Pendidikan Makan Bersama & Makan Bekal (Penguatan Pembiasaan Makan)
Visi Program:
Mewujudkan peserta didik yang beradab, mandiri, dan menjaga kebersihan melalui pembiasaan makan yang terstruktur, sehat, disiplin, dan sesuai tuntunan adab Islami.
Misi Program:
- Mengajarkan adab makan Islami secara konsisten, seperti membaca doa, makan dengan tangan kanan, duduk tenang, dan tidak berlebihan.
- Membiasakan anak menjaga kebersihan sebelum, saat, dan setelah makan, termasuk mencuci tangan, membersihkan meja, dan mengelola sampah.
- Melatih kemandirian anak dalam membuka bekal, menggunakan alat makan, dan merapikan wadah makanannya sendiri.
- Meningkatkan pemahaman anak tentang pentingnya makan sehat dan menghindari makanan rendah gizi.
- Menguatkan kerja sama antara sekolah dan orang tua dalam menyediakan bekal sehat, seimbang, dan ramah anak.
Tujuan Program:
- Anak memahami dan mempraktikkan adab makan secara benar.
• Anak terbiasa mencuci tangan sebelum dan sesudah makan.
• Anak mampu makan mandiri tanpa harus disuapi.
• Anak menunjukkan perilaku disiplin dan tenang saat makan bersama.
• Anak mampu merapikan bekal dan menjaga kebersihan area makan.
Target Kegiatan (Indikator Kinerja Anak):
- Anak membaca doa makan dengan lancar.
• Anak duduk dengan tenang dan makan dengan tangan kanan.
• Anak mampu membuka dan menutup kotak bekal serta botol minum secara mandiri.
• Anak membersihkan sisa makanan dan area makannya sendiri.
• Anak dapat membedakan makanan sehat dan makanan yang perlu dibatasi.
Program Pendidikan Makan Bersama – Penguatan Pembiasaan di TK Al Falah Darussalam dirancang tidak hanya untuk memastikan anak makan dengan baik, tetapi juga untuk membentuk kebiasaan hidup sehat, mandiri, dan beradab. Pembiasaan makan ini merupakan bagian penting dari pendidikan karakter yang dilakukan secara konsisten setiap hari.
- Pembiasaan Adab Makan Islami
Anak dilatih membaca doa sebelum makan, makan dengan tangan kanan, duduk rapi, tidak berbicara saat mulut penuh, dan membaca doa setelah makan. Guru memberikan contoh langsung dan mengoreksi dengan lembut jika ada anak yang lupa adab makan.
- Kemandirian dalam Makan
Anak diberi kesempatan seluas mungkin untuk:
• membuka bekal sendiri,
• mengambil makanan secara mandiri,
• menuang minum dari botol,
• menutup bekal tanpa bantuan.
Guru tidak langsung membantu, melainkan memberi kesempatan agar anak berkembang menjadi pribadi mandiri.
- Kebersihan Sebelum dan Setelah Makan
Pembiasaan kebersihan mencakup:
• cuci tangan dengan sabun,
• mengeringkan tangan,
• membersihkan meja dengan tisu,
• memasukkan sampah ke tempatnya,
• mengelap atau merapikan area makan bersama.
Setelah makan, kelas kembali bersih dan tertata seperti semula.
- Edukasi Makanan Sehat
Guru secara rutin mengenalkan makanan sehat dan menjelaskan manfaatnya. Pendekatan dilakukan melalui:
• storytelling tentang sayur, buah, dan protein,
• lagu-lagu gizi,
• permainan mengenal makanan sehat,
• “Hari Bekal Sehat” setiap minggu.
Guru juga mengingatkan anak agar tidak berbagi makanan yang tidak halal atau tidak sehat.
- Kolaborasi dengan Orang Tua
Program ini sukses bila orang tua mendukung. Guru memberikan panduan bekal sehat dan contoh menu:
• buah potong,
• roti gandum,
• sayur kukus,
• telur rebus,
• nasi bento sederhana.
Orang tua juga diminta menghindari:
• makanan tinggi gula,
• minuman kemasan manis,
• makanan cepat saji.
- Penanaman Karakter
Kegiatan makan menjadi sarana pembelajaran karakter seperti:
• sabar menunggu giliran,
• tidak mengambil jatah teman,
• bersyukur atas rezeki,
• tidak membuang makanan.
Guru sering mengucapkan kalimat motivasi seperti:
“Anak sholeh makan pelan-pelan dan bersyukur atas rezekinya.”
- Suasana Makan yang Menyenangkan
Kegiatan makan bukan hanya rutinitas, tetapi momen bonding antara anak dan guru. Guru memfasilitasi percakapan ringan seperti:
• “Apa bekal favoritmu?”
• “Siapa yang membantu menyiapkan bekal di rumah?”
Percakapan ini menghangatkan hubungan dan memperkuat keterampilan komunikasi anak.
Program ini membuat anak tidak hanya makan, tetapi belajar menjadi pribadi yang sehat, bersih, beradab, dan mandiri. TK Al Falah Darussalam membentuk pembiasaan makan yang mencerminkan akhlak mulia dan pola hidup sehat sejak usia emas.
Nama Program:
Toilet Training
Visi Program:
Mewujudkan peserta didik yang mandiri, bersih, dan beradab dalam memenuhi kebutuhan dasar tubuh melalui pembiasaan toilet training yang terarah, aman, lembut, dan sesuai perkembangan anak usia dini.
Misi Program:
- Membimbing anak menggunakan toilet dengan cara yang benar, aman, dan penuh kenyamanan.
- Mengajarkan adab-adab masuk dan keluar kamar mandi sesuai tuntunan Islam.
- Membangun kebiasaan bersih seperti menyiram toilet, mencuci tangan, dan merapikan pakaian setelah selesai.
- Mengembangkan kemandirian anak dalam memenuhi kebutuhan dasar tubuh tanpa ketergantungan berlebihan pada guru.
- Berkolaborasi dengan orang tua untuk menciptakan konsistensi toilet training di rumah dan sekolah.
Tujuan Program:
- Anak mampu menggunakan toilet secara mandiri sesuai kemampuan usianya.
• Anak mengetahui adab masuk, berada di dalam, dan keluar dari toilet.
• Anak terbiasa mencuci tangan dengan sabun setelah dari toilet.
• Anak mampu mengenali sinyal tubuh yang menandakan harus ke kamar mandi.
• Terbentuknya rutinitas toilet yang konsisten dan tenang bagi anak.
Target Kegiatan (Indikator Kinerja Anak):
- Anak mampu masuk toilet, menutup pintu, dan menggunakan toilet sesuai arahan guru.
• Anak mampu menyiram toilet setelah digunakan.
• Anak mencuci tangan setiap selesai dari toilet tanpa diingatkan terus-menerus.
• Anak menunjukkan peningkatan kemandirian seperti melepas dan memakai celana sendiri.
• Anak tidak mengalami kecelakaan buang air (pee accident) lebih dari 1–2 kali seminggu (indikator perbaikan).
Program Toilet Training di TK Al Falah Darussalam merupakan salah satu pembiasaan dasar yang sangat penting untuk menunjang perkembangan kemandirian dan kebersihan anak. Kegiatan dilaksanakan secara konsisten, lembut, dan penuh kesabaran agar anak merasa aman dan nyaman saat belajar menggunakan toilet.
- Persiapan Lingkungan Toilet
Sekolah memastikan toilet bersih, aman, ramah anak, dan dilengkapi fasilitas seperti:
• pegangan tangan,
• kloset jongkok/kloset duduk yang sesuai tinggi anak,
• sabun cuci tangan,
• tisu,
• poster adab toilet,
• lantai tidak licin.
Lingkungan yang baik membuat anak lebih percaya diri menggunakan toilet sendiri.
- Pengajaran Adab Toilet Islami
Guru mengajarkan adab-adab sederhana, seperti:
• membaca doa masuk toilet,
• masuk dengan kaki kiri,
• tidak bermain di toilet,
• tidak berbicara terlalu keras,
• keluar dengan kaki kanan sambil membaca doa keluar toilet.
Adab diajarkan dengan lagu, kartu gambar, dan role play agar anak mudah memahami.
- Rutinitas Toilet yang Terjadwal
Toilet training dilakukan secara terjadwal, misalnya:
• pagi hari setelah datang,
• sebelum makan,
• setelah makan,
• sebelum pulang sekolah.
Penjadwalan ini membantu anak mengenal ritme tubuh dan mencegah kecelakaan buang air.
- Pelatihan Kemandirian
Guru memberikan kesempatan kepada anak untuk melakukan hal-hal berikut secara mandiri:
• melepas dan memakai celana,
• mengelap sisa air,
• menyiram toilet,
• membersihkan bekas percikan air,
• mencuci tangan dengan benar.
Guru tidak langsung mengerjakan untuk anak, tetapi memberikan scaffolding (bantuan sementara) yang dikurangi secara bertahap.
- Dukungan Emosional yang Lembut
Anak sering mengalami kecemasan saat belajar toilet training. Guru menggunakan pendekatan empatik:
• memberikan pujian atas usaha kecil,
• tidak memarahi jika terjadi kecelakaan,
• menggunakan bahasa positif seperti “Tidak apa-apa, yuk kita coba lagi”.
Rasa aman membuat anak lebih cepat berkembang.
- Komunikasi dengan Orang Tua
Toilet training harus konsisten antara rumah dan sekolah. Guru mencatat perkembangan anak dalam buku penghubung, seperti:
• frekuensi toilet,
• keberhasilan atau kendala,
• pola minum,
• kecelakaan buang air.
Orang tua diminta menerapkan rutinitas toilet serupa di rumah agar perkembangan anak lebih cepat.
- Evaluasi Berkala
Setiap minggu, guru mengevaluasi:
• tingkat kemandirian anak,
• perilaku kebersihan,
• kemampuan memakai celana,
• catatan kecelakaan pee,
• respons anak terhadap rutinitas.
Evaluasi membantu menentukan strategi individual bagi setiap anak.
Keunggulan Program:
- membentuk anak mandiri dan percaya diri,
• melatih kebersihan dan kerapihan,
• menanamkan adab Islami,
• membantu kesiapan anak untuk jenjang SD.
Program Toilet Training menjadi salah satu program esensial di TK Al Falah Darussalam, memastikan bahwa anak tumbuh bersih, mandiri, dan beradab sesuai nilai Islam sejak usia dini.
Nama Program:
Sentra Balok
Visi Program:
Mewujudkan peserta didik yang kreatif, mampu berpikir konstruktif, memiliki koordinasi motorik halus dan kasar yang baik, serta mampu bekerja sama melalui permainan balok yang edukatif, menyenangkan, dan penuh eksplorasi.
Misi Program:
- Menyediakan area sentra balok yang aman, lengkap, dan menarik untuk mendukung eksplorasi anak.
- Mengembangkan kemampuan spasial, logika, kreativitas, dan imajinasi anak melalui kegiatan membangun dan menyusun balok.
- Mengajarkan konsep dasar matematika seperti bentuk, ukuran, pola, dan keseimbangan melalui permainan konkret.
- Melatih kemampuan sosial anak melalui kegiatan membangun secara berkelompok.
- Mendorong anak menyelesaikan proyek bangunan sederhana sebagai bentuk pencapaian pembelajaran.
Tujuan Program:
- Anak mampu menyusun balok menjadi bentuk dasar seperti garis, menara, jembatan, dan bangunan sederhana.
• Anak mengenal konsep bentuk, tinggi–rendah, panjang–pendek, dan seimbang–tidak seimbang.
• Anak mengembangkan kreativitas dan daya imajinasi melalui kreasi bangunan.
• Anak belajar bekerja sama dan berbagi alat saat bermain di sentra balok.
• Anak menunjukkan kemampuan menyelesaikan tugas secara mandiri atau dalam kelompok kecil.
Target Kegiatan (Indikator Kinerja Anak):
- Anak mampu menyusun 3–5 balok secara stabil dalam posisi vertikal atau horizontal.
• Anak dapat membangun struktur sederhana sesuai instruksi guru atau ide sendiri.
• Anak mampu menggunakan berbagai jenis balok (persegi panjang, silinder, kubus, segitiga).
• Anak bekerja sama dengan teman untuk membuat bangunan yang lebih besar.
• Anak mampu menceritakan kembali bangunan yang ia buat.
Program Sentra Balok di TK Al Falah Darussalam merupakan salah satu pusat kegiatan yang paling penting dalam pengembangan kecerdasan konstruktif, logika, kreativitas, dan sosial emosional anak. Sentra ini dirancang sedemikian rupa sehingga anak bebas bereksplorasi menggunakan berbagai jenis balok kayu maupun balok plastik yang aman bagi usia TK.
- Lingkungan Pembelajaran yang Kaya Stimulus
Area sentra balok dipersiapkan dengan rak rendah, balok berbagai ukuran, alas karpet, gambar contoh bangunan, dan kartu konsep matematika sederhana. Lingkungan dibuat menarik agar anak terdorong untuk membangun tanpa instruksi langsung.
- Tahapan Bermain dan Belajar
Guru membimbing anak dalam tiga tahap utama:
a. Eksplorasi Bebas
Anak berkenalan dengan bentuk dan ukuran balok, mencoba menyusun tanpa arahan.
b. Konstruksi Terarah
Guru memberikan instruksi sederhana seperti:
• “Buatlah menara yang lebih tinggi dari tanganmu.”
• “Ayo buat jembatan.”
• “Susun balok menjadi bentuk rumah.”
c. Proyek Bangunan
Anak membangun bersama teman, misalnya membuat kota mini, masjid kecil, jalan raya, atau pasar.
- Pengembangan Konsep Matematika & Sains
Sentra balok membantu anak memahami konsep:
• keseimbangan,
• bentuk geometri,
• simetri,
• pola dan urutan,
• sebab–akibat (“Kalau kamu menaruh balok besar di atas, dia akan jatuh”).
Ini adalah fondasi penting sebelum memasuki pembelajaran formal matematika dan sains.
- Pengembangan Bahasa dan Sosial Emosional
Anak terlatih untuk:
• berkomunikasi (“Aku buat menara, kamu buat rumahnya ya?”),
• memecahkan masalah bersama (“Bagaimana supaya tidak jatuh?”),
• mengatur emosi saat bangunannya roboh,
• berbagi alat dengan teman.
Guru mendampingi proses ini sebagai fasilitator, bukan dominator.
- Penguatan Karakter
Sentra balok melatih anak untuk:
• sabar,
• teliti,
• kreatif,
• tidak mudah menyerah,
• bekerja sama.
Setiap bangunan yang selesai diberi apresiasi seperti:
“MasyaAllah, bangunanmu luar biasa!”
atau
“Kalian hebat, bekerja sama dengan sangat baik!”
- Dokumentasi Hasil Karya
Guru dapat memotret bangunan anak sebagai dokumentasi perkembangan. Foto ditempel pada jurnal kelas atau buku portofolio anak.
- Keamanan Sentra
Guru memastikan balok selalu tersusun rapi dan aman digunakan. Balok yang rusak ditarik dari area sentra untuk menghindari cedera.
Program Sentra Balok menjadi salah satu keunggulan TK Al Falah Darussalam karena menggabungkan kreativitas, logika, sosial emosional, dan pembiasaan kerja sama dalam satu kegiatan yang sangat disukai anak.
Visi Program:
Mewujudkan peserta didik yang mampu mengekspresikan emosi, memahami peran sosial, berkomunikasi dengan baik, dan mengembangkan imajinasi melalui kegiatan bermain peran yang edukatif, menyenangkan, dan sesuai perkembangan anak usia dini.
Misi Program:
- Menghadirkan ruang bermain peran yang lengkap dengan kostum, alat peraga, dan dekorasi mini tema profesi, keluarga, dan aktivitas sosial.
- Mendorong anak mengekspresikan emosi, ide, dan kreativitas melalui drama sederhana yang mereka perankan sendiri.
- Mengajarkan kemampuan komunikasi dan interaksi sosial melalui skenario bermain peran yang bervariasi.
- Mengembangkan empati dan pemahaman tentang berbagai profesi serta dinamika sosial dalam masyarakat kecil.
- Melatih kemampuan bahasa, kerja sama, dan pemecahan masalah selama proses bermain peran.
Tujuan Program:
- Anak mampu memerankan tokoh atau profesi tertentu dengan cara yang sederhana dan benar.
• Anak berani tampil dan mengekspresikan diri dalam drama kecil.
• Anak mengembangkan kemampuan komunikasi verbal dan nonverbal.
• Anak memahami peran sosial seperti dokter, guru, ibu, ayah, pedagang, atau polisi.
• Anak mampu bekerja sama dengan teman untuk membuat alur bermain peran.
Target Kegiatan (Indikator Kinerja Anak):
- Anak mampu memilih dan memainkan peran sederhana secara mandiri.
• Anak dapat berdialog dengan teman menggunakan kalimat yang sesuai konteks peran.
• Anak mampu menyelesaikan adegan bermain peran dari awal hingga akhir.
• Anak menunjukkan kemampuan mengatur emosi selama bermain (tidak mudah marah saat peran diambil teman).
• Anak dapat menceritakan kembali pengalaman drama atau role play yang telah dilakukan.
Program Sentra Bermain Peran di TK Al Falah Darussalam merupakan salah satu metode pembelajaran paling efektif untuk mengembangkan kecerdasan sosial–emosional anak. Berbeda dari Sentra Peran Umum yang lebih menekankan pada penggunaan alat peraga sosial, sentra ini lebih fokus pada role play drama yang membutuhkan ekspresi, dialog, imajinasi, dan kerja sama yang lebih dalam.
- Lingkungan Sentra Bermain Peran
Guru menyiapkan area tema yang berubah sesuai minggu pembelajaran, misalnya:
• rumah tangga,
• sekolah mini,
• kantor polisi,
• dokter/klinik,
• pasar tradisional,
• salon,
• restoran kecil,
• bandara atau stasiun mini.
Area dilengkapi kostum, topi profesi, apron, uang mainan, telepon mainan, boneka, alat dokter mainan, dan dekorasi pendukung.
- Tahapan Bermain Peran
Guru memfasilitasi kegiatan dengan 4 tahap utama:
- Pengenalan Peran
Guru memperkenalkan tokoh dan profesi yang akan dimainkan.
Contoh:
“Hari ini kita belajar menjadi dokter dan pasien. Apa yang dilakukan dokter?”
“Apa tugas polisi?”
Ini melatih kemampuan memahami fungsi sosial.
- Pemilihan Peran oleh Anak
Anak diberi kebebasan memilih tokoh:
• ibu, ayah, bayi, dokter, kasir, koki, polisi, guru, dll.
Kebebasan ini meningkatkan rasa percaya diri dan kemandirian.
- Penyusunan Skenario Sederhana
Guru memberikan alur bermain yang mudah, misalnya:
“Pasien datang ke klinik. Dokter memeriksa suhu tubuh. Lalu dokter memberi obat.”
“Pembeli datang ke toko. Membayar di kasir. Mendapatkan kantong belanja.”
Skenario fleksibel dan boleh dikembangkan anak.
- Pelaksanaan Drama Anak
Anak mulai berinteraksi dan melakukan role play.
Selama proses ini, guru memperhatikan:
• interaksi sosial,
• penggunaan bahasa,
• kemampuan memecahkan konflik,
• kemampuan mengikuti alur,
• ekspresi emosi.
Guru mendukung secara halus tanpa mendominasi permainan.
- Nilai Pendidikan dalam Sentra Bermain Peran
- Pengembangan Bahasa
Anak belajar menyusun kalimat dan bernegosiasi:
“Boleh saya beli ini?”
“Tolong duduk ya, saya akan memeriksa.”
- Pengembangan Sosial-Emosional
Anak belajar:
• berbagi peran,
• menunggu giliran,
• menyelesaikan konflik kecil,
• memahami emosi teman.
- Pengembangan Imajinasi dan Kreativitas
Sentra bermain peran melibatkan eksplorasi fantasi yang memperkaya daya kreasi anak.
- Pengenalan Peran Sosial
Anak belajar memahami fungsi profesi dan peran dalam kehidupan nyata.
- Refleksi Setelah Bermain
Guru mengajak anak duduk melingkar dan mendiskusikan pengalaman bermain, misalnya:
• “Apa peranmu hari ini?”
• “Bagaimana caramu membantu pasien?”
• “Apa yang membuatmu senang hari ini?”
Refleksi memperkuat bahasa dan kemampuan berpikir anak.
- Penanaman Akhlak Mulia
Selama bermain, guru memasukkan nilai Islami seperti:
• salam saat bertemu,
• berkata lembut kepada “pasien”,
• jujur saat menjadi “kasir”,
• membantu teman yang kesulitan.
Dengan begitu, sentra peran tidak hanya melatih keterampilan sosial, tetapi juga membangun akhlak anak.
Program Sentra Bermain Peran menjadi salah satu program unggulan TK Al Falah Darussalam karena menciptakan pengalaman bermain yang kaya makna, penuh kreativitas, dan membentuk karakter anak secara alami dan menyenangkan.
Nama Program:
Sentra Persiapan (Fokus Literasi Awal, Pra-Membaca, Pra-Menulis, dan Pra-Berhitung)
Visi Program:
Mewujudkan peserta didik yang siap memasuki tahap akademik awal melalui sentra persiapan yang melatih kemampuan dasar literasi, numerasi, motorik halus, dan konsentrasi secara menyenangkan, bertahap, dan sesuai perkembangan anak usia dini.
Misi Program:
- Mengembangkan kemampuan pra-membaca anak melalui pengenalan huruf, bunyi huruf, rima, dan kosakata dasar.
- Melatih kemampuan pra-menulis melalui tracing, menebalkan garis, meniru bentuk, dan koordinasi tangan-mata.
- Mengajarkan kemampuan pra-berhitung seperti mengenal angka, menghitung benda, mencocokkan jumlah, dan membuat pola.
- Menghadirkan alat peraga yang beragam seperti flashcard huruf, kartu angka, puzzle kata, stik hitung, dan manipulatif lainnya.
- Menciptakan suasana sentra yang menyenangkan, aman, dan memotivasi anak untuk belajar secara mandiri.
Tujuan Program:
- Anak mampu mengenal huruf dan bunyinya secara bertahap.
• Anak menunjukkan kemampuan dasar menulis seperti memegang pensil dengan benar dan menebalkan garis.
• Anak mengenal angka, dapat menghitung objek sederhana, dan mengikuti pola urutan.
• Anak dapat fokus mengikuti kegiatan selama 5–15 menit tergantung usia.
• Anak memiliki kesiapan belajar (school readiness) yang kuat sebelum memasuki jenjang SD.
Target Kegiatan (Indikator Kinerja Anak):
- Anak mengenal minimal 10 huruf (TK A) dan 15–26 huruf (TK B) beserta bunyinya.
• Anak mampu menebalkan garis lurus, lengkung, dan zigzag dengan rapi.
• Anak dapat menghitung benda 1–10 sesuai jumlah.
• Anak mampu membedakan angka, bentuk, dan pola sederhana.
• Anak mengikuti instruksi dua langkah, misalnya “Lingkari huruf A, lalu tempelkan gambar apel.”
Program Sentra Persiapan – Versi Literasi & Numerasi di TK Al Falah Darussalam merupakan sentra penting yang mendukung kesiapan akademik anak secara bertahap. Program ini dirancang untuk memastikan anak memiliki fondasi kemampuan literasi dan numerasi yang kuat sebelum memasuki Sekolah Dasar, namun tetap dilakukan dengan metode bermain yang menyenangkan dan bebas tekanan.
- Pembelajaran Pra-Membaca (Early Literacy)
Di sentra ini, guru mengajarkan:
• pengenalan huruf menggunakan kartu huruf,
• permainan mencari huruf,
• mencocokkan huruf dengan gambar,
• permainan rima (kata yang memiliki bunyi akhir sama),
• kegiatan menyimak cerita pendek,
• permainan “tebak huruf awal”.
Anak belajar tanpa merasa sedang belajar, karena seluruh proses dikemas dalam aktivitas bermain yang menarik.
- Pembelajaran Pra-Menulis (Motorik Halus)
Guru menyediakan berbagai alat seperti:
• papan tracing,
• spidol dan whiteboard kecil,
• kertas garis tebal,
• pasir huruf untuk tracing,
• lembar menebalkan garis,
• pincet dan pom-pom untuk melatih otot jari.
Fokus sentra ini bukan pada hasil, tetapi pada perkembangan motorik halus yang menjadi dasar kemampuan menulis nantinya.
- Pembelajaran Pra-Berhitung (Early Numeracy)
Anak dikenalkan dengan konsep angka, jumlah, dan pola melalui:
• kartu angka,
• stik hitung,
• permainan menjodohkan angka dengan gambar,
• kegiatan menata balok sesuai jumlah,
• mengenal konsep besar–kecil, panjang–pendek, berat–ringan, banyak–sedikit,
• permainan pola AB–ABC.
Guru menggunakan benda konkret agar anak memahami matematika secara natural.
- Kemandirian dan Konsentrasi
Sentra ini melatih anak untuk:
• duduk fokus dalam durasi bertahap,
• mengikuti instruksi sederhana,
• menyelesaikan tugas tanpa terganggu,
• bertanggung jawab merapikan alat setelah selesai.
- Penggunaan Alat Peraga yang Kaya
Guru menyediakan alat peraga yang bervariasi setiap minggu untuk menjaga minat anak, seperti:
• puzzle kata,
• bingo alfabet,
• kartu siluet bentuk,
• geoboard sederhana,
• playdough huruf dan angka.
- Refleksi Akhir Kegiatan
Guru mengajak anak menceritakan kegiatan hari itu, misalnya:
• “Huruf apa yang kamu pelajari hari ini?”
• “Berapa stik hitung yang kamu gunakan tadi?”
• “Garis mana yang paling sulit buatmu?”
Refleksi memperkuat memori dan bahasa anak.
Sentra Persiapan merupakan bagian integral dari kurikulum TK Al Falah Darussalam
Program ini memastikan anak siap secara akademik, emosional, motorik, dan mental untuk menghadapi pembelajaran SD tanpa merasa terbebani. Guru menggunakan metode bermain sebagai media belajar sehingga anak tumbuh menjadi pembelajar yang mencintai proses belajar, bukan sekadar mengejar hasil.
Nama Program:
Sentra Bahan Alam
Visi Program:
Mewujudkan peserta didik yang peka terhadap lingkungan, kreatif, dan memiliki kecerdasan sensori–motorik melalui eksplorasi bahan alam yang menumbuhkan rasa ingin tahu, ketenangan, dan kecintaan pada ciptaan Allah SWT.
Misi Program:
- Menyediakan berbagai bahan alam seperti pasir, kerikil, daun, bunga, tanah liat, biji-bijian, air, dan kayu kecil sebagai media eksplorasi.
- Mengembangkan kemampuan sensori anak melalui sentuhan, penciuman, pendengaran, dan pengamatan bahan-bahan alam.
- Mendorong kreativitas dan imajinasi anak melalui aktivitas mencampur, memilah, menyusun, membentuk, dan mengolah bahan alam.
- Mengajarkan adab terhadap alam seperti tidak merusak tanaman, tidak menyakiti hewan kecil, dan menjaga kebersihan area bermain.
- Menciptakan kegiatan yang memberikan pengalaman belajar konkret, tenang, dan terapeutik bagi anak usia dini.
Tujuan Program:
- Anak mengenal berbagai jenis bahan alam melalui eksplorasi langsung.
• Anak mengembangkan kemampuan sensori, motorik halus, dan koordinasi tangan-mata.
• Anak mampu mengolah bahan alam menjadi karya sederhana.
• Anak belajar kategorisasi (membedakan bentuk, ukuran, tekstur, warna).
• Anak merasa tenang, fokus, dan nyaman saat melakukan eksplorasi alam.
Target Kegiatan (Indikator Kinerja Anak):
- Anak mampu menyebutkan minimal 3 jenis bahan alam yang digunakan.
• Anak dapat memilah bahan berdasarkan ukuran/tekstur (misal: biji besar–biji kecil).
• Anak mampu membuat karya dari bahan alam (kolase daun, bentuk tanah liat, pola batu).
• Anak mengikuti aturan keselamatan seperti tidak memasukkan bahan ke mulut dan menjaga kebersihan.
• Anak menunjukkan ketenangan, fokus, dan kegembiraan saat eksplorasi.
Program Sentra Bahan Alam di TK Al Falah Darussalam merupakan salah satu sentra berbasis eksplorasi sensori yang sangat penting bagi perkembangan anak usia dini. Sentra ini memberikan pengalaman nyata bagi anak untuk menyentuh, melihat, merasakan, dan mengolah bahan-bahan ciptaan Allah SWT secara langsung. Melalui sentra ini, anak belajar dengan seluruh inderanya sambil mengembangkan kreativitas dan kecerdasan naturalistik.
- Lingkungan Sentra yang Kaya dan Aman
Guru menyiapkan area sentra yang berisi berbagai bahan alam seperti:
• pasir, tanah, kerikil, batu halus, daun kering, bunga kecil, ranting, biji-bijian (jagung, kacang hijau, kedelai), air, lumpur aman, tanah liat.
Alat pendukung seperti mangkuk, sendok kayu, saringan, cetakan pasir, kuas, dan wadah sorting disediakan untuk membantu eksplorasi.
- Eksplorasi Sensori yang Terstruktur
Anak diberi kesempatan untuk:
• menggenggam pasir,
• mencampur air dan tanah,
• menyortir biji-bijian,
• menyusun batu kecil menjadi pola,
• meremas tanah liat,
• membuat pola daun,
• mengamati tekstur dan warna.
Kegiatan ini mengembangkan sensori, motorik halus, dan koordinasi tangan-mata.
Guru memberi instruksi ringan seperti:
“Coba rasakan teksturnya. Apakah halus atau kasar?”
“Apa yang terjadi jika pasir dicampur air?”
Pertanyaan ini membangun kemampuan sains dasar anak.
- Pengembangan Kreativitas dan Imajinasi
Sentra bahan alam menjadi ruang bebas eksplorasi kreatif. Anak bisa membuat:
• kolase daun,
• mandala alam sederhana,
• makanan pura-pura dari bahan alam (role play dapur alam),
• bentuk hewan dari tanah liat,
• pola batu berurutan,
• taman mini menggunakan pasir dan batu kecil.
Guru memberi kebebasan, namun tetap memandu agar karya anak bermakna dan aman.
- Pembelajaran Konsep Matematika dan Sains
Sentra ini secara alami mengajarkan konsep seperti:
• berat–ringan,
• besar–kecil,
• banyak–sedikit,
• mengapung–tenggelam,
• perubahan bentuk (tanah liat lunak → keras),
• perubahan warna air.
Semua dipelajari melalui pengalaman langsung tanpa tekanan.
- Pembentukan Karakter dan Adab
Guru mengajarkan adab Islami seperti:
• bersyukur atas ciptaan Allah SWT,
• tidak menginjak tanaman,
• tidak menyakiti hewan kecil,
• menjaga kebersihan setelah bermain.
Nilai syukur, tanggung jawab, dan kecintaan kepada alam tertanam melalui tindakan nyata.
- Kebersihan dan Keselamatan
Guru memastikan bahwa:
• bahan aman, bersih, dan tidak berbahaya,
• anak tidak memasukkan benda ke mulut,
• area dibersihkan setelah kegiatan,
• tangan dicuci dengan sabun setelah selesai.
- Refleksi Pembelajaran
Di akhir kegiatan, guru mengajak anak duduk melingkar untuk refleksi ringan:
“Apa bahan yang paling kamu suka hari ini?”
“Bagaimana rasanya daun ini?”
“Apa warna batu yang kamu temukan?”
Refleksi melatih bahasa, kesadaran diri, dan kemampuan bercerita.
Program Sentra Bahan Alam menjadi salah satu keunggulan TK Al Falah Darussalam karena memberikan pengalaman belajar yang nyata, mendalam, dan menenangkan. Anak-anak belajar secara holistik: tubuh, pikiran, dan hati mereka bergerak bersama dalam memahami keindahan ciptaan Allah.
Nama Program:
Pentas Seni (Performance & Creative Showcase)
Visi Program:
Mewujudkan peserta didik yang percaya diri, kreatif, ekspresif, serta mampu menampilkan potensi diri melalui kegiatan pentas seni yang menyenangkan, edukatif, dan membangun karakter positif sejak usia dini.
Misi Program:
- Memberikan ruang bagi anak untuk mengekspresikan diri melalui tarian, nyanyian, drama, puisi, hafalan, dan pertunjukan kreatif lainnya.
- Menumbuhkan rasa percaya diri anak untuk tampil di depan umum.
- Mengembangkan bakat dan potensi seni anak dengan pendekatan yang lembut dan tanpa tekanan.
- Melatih anak bekerja sama dalam kelompok seni, seperti drama mini atau tarian bersama.
- Menghadirkan kegiatan pentas seni yang melibatkan orang tua sebagai bentuk apresiasi perkembangan anak.
Tujuan Program:
- Anak mampu tampil dalam pertunjukan sederhana sesuai kemampuan.
• Anak menunjukkan keberanian, ekspresi wajah, dan gerakan yang percaya diri.
• Anak mampu menghafal gerakan, kalimat pendek, atau lagu sesuai kegiatan seni.
• Anak belajar bekerja sama dalam penampilan kelompok.
• Anak merasakan kebahagiaan, bangga, dan motivasi atas apresiasi yang diberikan.
Target Kegiatan (Indikator Kinerja Anak):
- Anak mengikuti latihan pentas seni dengan antusias.
• Anak mampu mengikuti gerakan atau dialog sesuai arahan guru.
• Anak tampil tanpa menangis atau menolak tampil.
• Anak bekerja sama dengan teman selama pertunjukan.
• Anak menerima apresiasi dengan rasa bangga dan percaya diri.
Program Pentas Seni di TK Al Falah Darussalam merupakan sarana untuk memberikan pengalaman tampil di depan umum secara menyenangkan dan edukatif. Kegiatan ini disusun agar anak dapat menampilkan potensi atau bakatnya tanpa rasa takut atau tekanan. Pentas seni bukan sekadar acara hiburan, tetapi bagian dari pendidikan karakter yang penting untuk perkembangan sosial dan emosional anak.
- Latihan Persiapan
Kegiatan dimulai dengan latihan rutin yang dilakukan secara bertahap, seperti:
• latihan gerakan tari sederhana,
• latihan menyanyi bersama,
• latihan drama mini atau role play,
• latihan membaca doa, pantun, atau puisi pendek,
• latihan penampilan individu (jika ada).
Guru memberikan arahan lembut dan memotivasi anak agar berani mencoba. Anak tidak dipaksa tampil sempurna—yang penting adalah usaha dan keberanian.
- Pilihan Tema Pentas Seni
Tema berganti sesuai momentum acara, misalnya:
• Hari Besar Nasional,
• Hari Guru,
• Ujian Akhir Tahun,
• Wisuda TK,
• Maulid Nabi,
• Ramadhan Ceria,
• Peringatan Ayyamul Bidh,
• Festival Anak Islam.
Tema dipilih agar penampilan memiliki nilai edukatif dan spiritual.
- Bentuk Penampilan Anak
Pentas seni mencakup berbagai penampilan, antara lain:
• tarian nusantara,
• tari kreasi islami,
• drama kisah Nabi atau kisah teladan,
• parade busana muslim,
• pembacaan surat pendek,
• menyanyi lagu anak-anak,
• pertunjukan alat musik sederhana,
• senam ceria bersama,
• pementasan “profesi impianku”.
Semua dilakukan dengan pendekatan bermain sehingga anak merasa nyaman.
- Penguatan Kepercayaan Diri Anak
Guru memberikan dukungan emosional sebelum anak tampil, seperti:
• “Ayuk sayang, kamu pasti bisa!”
• “Tidak apa-apa kalau salah, yang penting berani tampil.”
• “MasyaAllah, tampilannya tadi indah sekali!”
Dukungan ini membentuk mental positif dan mengurangi rasa malu anak.
- Kolaborasi dengan Orang Tua
Orang tua dilibatkan dalam:
• menyiapkan kostum,
• mendampingi anak saat persiapan,
• memberikan dukungan saat anak tampil,
• mengapresiasi penampilan anak dengan penuh cinta.
Pentas seni menjadi momen berharga bagi keluarga untuk melihat perkembangan kemampuan anak.
- Penanaman Nilai Akhlak
Pentas seni juga ditujukan untuk menanamkan nilai Islami seperti:
• disiplin saat latihan,
• sabar menunggu giliran,
• saling mendukung teman,
• menghargai guru dan orang tua,
• bersyukur setelah tampil.
Di akhir program, guru memimpin doa syukur agar kegiatan membawa keberkahan.
- Keunggulan Program
Pentas seni membantu anak berkembang dalam banyak aspek sekaligus:
• sosial–emosional (percaya diri, komunikasi),
• kognitif (mengingat gerakan dan pola),
• motorik (gerakan tari dan drama),
• bahasa (dialog, puisi),
• spiritual (tema Islami).
Dengan pendekatan ini, pentas seni menjadi kegiatan yang bermakna dan tidak sekadar hiburan.
Nama Program:
Ekstrakurikuler (Eskul) – Pengembangan Minat & Bakat Anak
Visi Program:
Mewujudkan peserta didik yang percaya diri, berbakat, dan mampu mengeksplorasi potensi diri melalui kegiatan ekstrakurikuler yang variatif, menyenangkan, dan mendukung perkembangan anak secara holistik.
Misi Program:
- Menyediakan berbagai pilihan kegiatan ekstrakurikuler sesuai kebutuhan dan minat anak usia dini.
- Mengembangkan bakat anak dalam bidang seni, olahraga, kreativitas, dan spiritualitas.
- Mengajarkan disiplin, kerjasama, dan ketekunan melalui kegiatan yang terstruktur namun tetap menyenangkan.
- Memberikan ruang bagi anak untuk bereksplorasi tanpa tekanan, sehingga perkembangan minat muncul secara alami.
- Mengembangkan karakter positif seperti tanggung jawab, keberanian, kemandirian, dan rasa percaya diri.
Tujuan Program:
- Anak dapat memilih kegiatan ekstrakurikuler sesuai minatnya.
• Anak mengembangkan kemampuan motorik, seni, akademik awal, atau religius melalui kegiatan pilihan.
• Anak mampu bekerja sama dan mengikuti instruksi dalam kelompok kecil.
• Anak merasa bangga dan percaya diri atas kemampuan dan kreativitasnya.
• Orang tua mendapatkan wahana untuk melihat perkembangan potensi anak.
Target Kegiatan (Indikator Kinerja Anak):
- Anak berpartisipasi aktif dalam eskul yang dipilih.
• Anak menunjukkan perkembangan kemampuan sesuai bidang eskul (motorik, seni, bahasa, agama, dsb.).
• Anak mengikuti instruksi dan disiplin waktu latihan.
• Anak mampu menyelesaikan proyek atau tugas sederhana dalam eskul.
• Anak menunjukkan sikap percaya diri dalam menampilkan hasil eskul pada momen tertentu (pentas, demo kelas).
Program Ekstrakurikuler di TK Al Falah Darussalam dirancang untuk memberikan kesempatan kepada anak usia dini mengembangkan minat dan bakat sejak dini. Setiap anak memiliki kecenderungan keterampilan yang berbeda-beda; oleh karena itu, eskul disusun beragam agar dapat memenuhi kebutuhan perkembangan yang unik pada setiap anak.
Pilihan Ekstrakurikuler yang Dapat Disediakan:
Guru dapat memilih atau menggabungkan beberapa kegiatan berikut sesuai kemampuan lembaga:
- Cooking Class (kelas memasak sederhana)
- Anak belajar memasak makanan ringan, mencuci bahan, mengaduk, dan menghias makanan.
• Mengembangkan motorik halus, kemandirian, dan kreativitas.
- Mini Scientist (eksperimen sains sederhana)
- Anak belajar percobaan mudah seperti warna, air, magnet, bayangan, atau benda mengapung–tenggelam.
• Memperkuat rasa ingin tahu dan pemahaman sains dasar.
- English for Kids (Bahasa Inggris ceria)
- Belajar kosakata dasar melalui lagu, permainan, dan flashcard.
• Mengembangkan kemampuan bahasa dan percaya diri berbicara.
- Hafalan Qur’an & Doa Harian
- Fokus menambah hafalan surat pendek dan doa pilihan.
• Mengembangkan kecintaan anak pada Al-Qur’an.
- Tari Kreasi & Gerak Lagu
- Melatih koordinasi tubuh, ritme, dan ekspresi diri.
• Membantu anak membangun rasa percaya diri saat tampil.
- Olahraga Anak (fun sport)
- Senam anak, permainan bola kecil, lari zig-zag, keseimbangan.
• Mengembangkan motorik kasar dan kesehatan jasmani.
- Seni Kreatif (art & craft)
- Menggambar, melukis, membuat kerajinan, kolase.
• Mengembangkan kreativitas dan kemampuan motorik halus.
- Little Entrepreneur (pengusaha cilik)
- Anak mengenal konsep jual–beli sederhana dan belajar membuat produk kecil (stiker, makanan kecil, tanaman mini).
• Melatih keberanian, komunikasi, dan kreativitas usaha.
Pelaksanaan Eskul:
Kegiatan dilaksanakan 1–2 kali seminggu di luar jam inti pembelajaran. Guru atau instruktur membimbing anak dalam kelompok kecil agar kegiatan efektif dan fokus. Pembelajaran dilakukan melalui pendekatan learning by doing, bukan teori.
Nilai yang Ditumbuhkan dalam Eskul:
- disiplin,
• percaya diri,
• kesabaran,
• komunikasi,
• kerjasama,
• tanggung jawab,
• kemandirian,
• kreativitas.
Apresiasi Anak:
Di akhir semester, sekolah dapat mengadakan:
• Pameran Karya Eskul,
• Pentas Eskul,
• Mini Showcase,
• Pembagian Sertifikat Eskul.
Hal ini membuat anak merasa bangga dan termotivasi untuk terus mengembangkan bakatnya.
Program Ekstrakurikuler di TK Al Falah Darussalam menjadi keunggulan lembaga karena memberi ruang anak berkembang secara utuh, tidak hanya akademik atau ibadah, tetapi juga bakat, hobi, kreativitas, dan keterampilan hidup (life skills).
Nama Program:
Dibacakan Buku (Read Aloud)
Visi Program:
Mewujudkan peserta didik yang mencintai membaca, memiliki kosa kata yang kaya, imajinasi yang berkembang, serta kemampuan menyimak yang kuat melalui kegiatan read aloud yang rutin, menyenangkan, dan penuh kehangatan.
Misi Program:
- Menjadikan kegiatan membaca nyaring (read aloud) sebagai rutinitas harian atau mingguan untuk membangun dasar literasi anak.
- Mengembangkan kemampuan bahasa, fokus, dan daya imajinasi anak melalui pembacaan buku yang ekspresif dan interaktif.
- Menggunakan buku-buku bermutu seperti buku cerita bergambar, cerita Islami, kisah sains sederhana, dan buku karakter.
- Melatih anak menyimak dan mengekspresikan kembali isi cerita.
- Menciptakan suasana membaca yang hangat dan menenangkan sehingga anak merasa aman dan menyukai kegiatan membaca.
Tujuan Program:
- Anak mampu mendengarkan cerita dengan fokus selama 5–10 menit.
• Anak memiliki minat terhadap buku dan kegiatan membaca.
• Anak dapat menceritakan kembali bagian dari cerita dengan bahasanya sendiri.
• Anak mengembangkan kosa kata baru dan kemampuan bahasa yang lebih baik.
• Anak memahami nilai moral atau pesan dari cerita.
Target Kegiatan (Indikator Kinerja Anak):
- Anak mengikuti sesi read aloud dengan tenang dan penuh perhatian.
• Anak mampu menyebutkan judul buku, tokoh, atau alur sederhana cerita.
• Anak berpartisipasi dalam tanya jawab setelah cerita dibacakan.
• Anak meniru ekspresi atau dialog sederhana dari cerita.
• Anak menunjukkan minat mengambil buku untuk dilihat kembali secara mandiri.
Program Read Aloud di TK Al Falah Darussalam adalah strategi penting dalam mengembangkan keterampilan bahasa dan literasi awal anak. Program ini dilakukan dengan membacakan buku secara ekspresif, interaktif, dan penuh kehangatan sehingga anak merasa terlibat dan menikmati prosesnya.
- Pemilihan Buku yang Bermutu
Guru memilih buku yang:
• memiliki gambar menarik,
• menggunakan bahasa sederhana namun kaya,
• memiliki pesan moral,
• sesuai tema pembelajaran,
• mengandung nilai Islami, karakter, atau sains sederhana.
Contoh buku:
• cerita hewan,
• kisah Nabi,
• cerita keluarga,
• cerita persahabatan,
• buku pengetahuan untuk anak (sains awal).
- Teknik Membacakan Buku (Read Aloud)
Guru menggunakan beberapa teknik agar anak terlibat:
• intonasi suara yang berbeda untuk setiap tokoh,
• ekspresi wajah yang dramatis,
• penggunaan gerakan tangan atau properti kecil,
• berhenti sesekali untuk bertanya,
• mengajak anak menebak kejadian berikutnya,
• memperlihatkan gambar dengan jelas.
Teknik ini memperkuat kemampuan menyimak dan meningkatkan kegembiraan anak.
- Tahapan Kegiatan Read Aloud
- Pra membaca
- Guru memperkenalkan judul, penulis, tokoh, dan gambar sampul.
• Guru mengajak anak menebak isi cerita.
- Membaca inti
- Guru membacakan cerita secara ekspresif.
• Anak diperbolehkan menjawab pertanyaan ringan.
• Anak diajak mengamati gambar pada tiap halaman.
- Pasca membaca
- Guru bertanya:
- “Siapa tokoh utama cerita ini?”
- “Bagian mana yang kamu suka?”
- “Apa pesan dari cerita ini?”
• Anak menggambar salah satu adegan cerita.
• Anak melakukan aktivitas lanjutan seperti role play atau membuat craft sederhana.
- Manfaat Besar Program Read Aloud
Program ini memberikan dampak luar biasa:
• memperkaya kosa kata anak,
• meningkatkan kemampuan berbahasa,
• mengembangkan imajinasi,
• memperkuat bonding guru–anak,
• menanamkan nilai moral,
• mempersiapkan anak untuk kemampuan membaca di SD.
- Suasana yang Hangat dan Positif
Read aloud dilakukan dengan suasana nyaman, misalnya:
• duduk melingkar di karpet,
• pencahayaan hangat,
• anak memegang boneka kecil atau bantal duduk.
Guru memberikan apresiasi setelah selesai:
“MasyaAllah, kalian hebat mendengarkan ceritanya!”
- Keterlibatan Orang Tua
Sekolah mendorong orang tua membacakan buku minimal 10 menit setiap malam. Buku penghubung dapat digunakan untuk mencatat buku yang dibacakan di rumah.
Program Read Aloud menjadi salah satu kegiatan unggulan TK Al Falah Darussalam karena terbukti meningkatkan kemampuan literasi, kecerdasan bahasa, karakter, dan cinta membaca sejak dini.
Our TK Wonderful Achievements

Juara 3
Juara 3 Mini Soccer

Juara 3
Juara 3 Karate Usian 5-6 tahun Se Jawa Timur

Juara 1
Juara 1 Membuat Unplugged Coding

Juara 3
Juara 3 Lomba Poster Digital

Juara 3
Juara 3 Karate Se Propinsi Jawa Timur
What They Say About TK
Saifullah Yusuf
Mentri Sosial sekarangSaifullah Yusuf
Sekolah ini sangat mengerti tentang hakiki pendidikan. Anak-anak diajari Al Qur’an, Adab dan sholat di setiap awal pembelajaranya. Semoga LPFDT sukses selalu dan sekolah yang patut dicontoh
Jalaludin Al Han
Ketua DPRD SidoarjoJalaludin Al Han
Lembaga Pendidikan Al Falah Darussalam Tropodo selalu unggul dalam mutu dan terutama dalam pembentukan karakter islami dan berakhlakul karimah. Program dan kegiatanya selalu dinamis. Semoga LPFDT semakin terus berkembang dan sukses
dr Aisyah Dahlan
Parenter Nasionaldr Aisyah Dahlan
“Saya melihat sekolah ini sangat fokus dengan mutu. LPFDT selalu melakukan sinergi dengan semua wali murid dengan bentuk pelaksanaan kegiatan parenting. Saya do’akan semoga LPFDT semakin maju dan menjadikan amal jariyah buat civitas di dalamnya.”
Students Profile
TK Al Falah Darussalam
Achievements
TK Al Falah Darussalam

Business Growth
Increase Brand Awareness

Investors In People
In-House Sales Training

Social Media Analysis
Harness Your Social Proof

Digital Marketing
Drive Leads & Sales

Digital Marketing
Drive Leads & Sales
Why Choose TK Al Falah Darussalam
TK Al Falah Darussalam menghadirkan pendidikan usia dini yang bermutu tinggi dengan menggabungkan kasih sayang, nilai-nilai Qur’ani, dan stimulasi pembelajaran yang dirancang sesuai tahap perkembangan anak. Di sini, setiap anak disambut dalam lingkungan yang aman, hangat, dan penuh perhatian, sehingga mereka merasa dicintai, dihargai, dan percaya diri untuk belajar. Melalui kegiatan bermain yang edukatif, pembiasaan ibadah harian, penguatan adab, serta bimbingan guru-guru profesional yang penuh dedikasi, TK Al Falah Darussalam membantu menumbuhkan karakter yang baik, kemandirian, kreativitas, dan kecintaan belajar sejak dini. Inilah tempat terbaik bagi orang tua yang ingin memberikan fondasi keimanan, kecerdasan, dan akhlak mulia bagi masa depan buah hatinya.
Video Profile KB-TK
Our TK Curriculum
Kurikulum Merdeka Bernuansa Qur’ani
Kurikulum Merdeka Bernuansa Qur’aniKurikulum Merdeka Bernuansa Qur’ani
Kurikulum Merdeka diintegrasikan dengan nila-nilai islam guna menghasilkan siswa yang berakhlakul kariman
Kurikulum Tahsin dan Tahfidz
Kurikulum Tahsin dan TahfidzKurikulum Tahsin dan Tahfidz
Siswa dibekali dengan program tahsin dan tahfidz untuk mencetak generasi qur’an dan berakidah mantab
Kurikulum Khas LPFDT
Kurikulum Khas LPFDTKurikulum Khas LPFDT
Kurikulum khas LPFDT dengan berbagai programnya untuk penguatan leadership dan menjadikan mempunyai interpersonal yang baik
What TK Al Falah Darussalam Do
TK Al Falah Darussalam Focuses On Quality

TK Al Falah Darussalam berkomitmen menghadirkan pendidikan awal yang bermutu tinggi dengan fokus menumbuhkan fitrah terbaik anak melalui lingkungan yang penuh kasih sayang, nilai Qur’ani, dan stimulasi pembelajaran yang menyenangkan. Cita-cita kami adalah membantu setiap anak tumbuh menjadi pribadi kecil yang beradab, mandiri, kreatif, dan bahagia, melalui kegiatan bermain edukatif yang terarah dan pembiasaan ibadah sejak dini. Dengan guru-guru yang profesional dan penyayang, serta kurikulum yang dirancang untuk mengoptimalkan perkembangan motorik, kognitif, sosial-emosional, dan spiritual, TK Al Falah Darussalam menjadi pilihan terbaik bagi orang tua yang ingin memberikan fondasi hidup yang kuat, berkah, dan penuh nilai bagi masa depan putra-putrinya.
Our TK Values
Kegiatan di TK Al Falah Darussalam dirancang untuk memberikan pengalaman belajar terbaik melalui aktivitas bermain yang edukatif, beragam, dan penuh makna, sehingga setiap anak dapat berkembang optimal secara motorik, kognitif, sosial-emosional, dan spiritual. Dengan pembiasaan ibadah harian, sesi belajar yang menstimulasi rasa ingin tahu, kegiatan seni, eksplorasi alam, dan bermain sensorik yang aman serta terarah, anak-anak belajar dengan gembira dalam lingkungan yang hangat dan menyenangkan. Kegiatan yang kaya ini memastikan setiap anak tumbuh percaya diri, kreatif, dan siap melangkah ke jenjang pendidikan berikutnya dengan fondasi karakter yang kuat.
Filosofi TK Al Falah Darussalam berlandaskan keyakinan bahwa setiap anak adalah amanah berharga dari Allah yang harus dirawat, dibimbing, dan ditumbuhkan sesuai fitrah terbaiknya. Kami percaya bahwa masa usia dini adalah fase emas yang menentukan arah kehidupan anak di masa depan, sehingga setiap pendekatan pembelajaran harus menyentuh hati, menstimulasi kecerdasan, dan menumbuhkan akhlak mulia. Dengan menggabungkan nilai-nilai Qur’ani, kasih sayang, dan strategi pembelajaran modern, kami membantu anak berkembang sebagai pribadi kecil yang bahagia, bermakna, dan berkarakter.
Komitmen KB Al Falah Darussalam adalah memberikan pendidikan bermutu tinggi melalui guru-guru profesional, lingkungan yang aman dan penuh kasih, serta kurikulum yang kaya stimulasi dan berorientasi pada perkembangan anak. Kami bertekad memastikan setiap anak diperhatikan secara individual, dihargai prosesnya, dan didorong untuk mengembangkan potensi uniknya. Komitmen ini tercermin dalam setiap sesi belajar, setiap interaksi, dan setiap langkah kecil yang mengarah pada pertumbuhan karakter, kemandirian, dan kecintaan belajar.
KB Al Falah Darussalam berjanji memberikan lingkungan belajar yang hangat, aman, dan inspiratif, tempat setiap anak disambut dengan cinta, dihargai keberadaannya, dan diberikan bimbingan yang sesuai dengan tahap perkembangannya. Kami berjanji untuk selalu mengedepankan nilai-nilai keislaman, keteladanan guru, serta suasana positif yang membangun rasa percaya diri dan kemandirian anak. Ini adalah janji kami untuk menjadi rumah kedua yang memberikan pondasi terbaik bagi masa depan mereka.
Nilai-nilai utama KB Al Falah Darussalam berakar pada akhlakul karimah, kasih sayang, penghargaan terhadap setiap anak, pembiasaan ibadah, dan lingkungan yang kaya stimulasi positif. Kami menanamkan nilai sopan santun, tanggung jawab, empati, kemandirian, dan kebiasaan baik yang menjadi fondasi karakter mulia. Dengan nilai-nilai ini, anak-anak tumbuh menjadi pribadi kecil yang beradab, ceria, percaya diri, dan siap menghadapi dunia dengan hati yang kuat dan akhlak yang indah.
Our TK Al Falah Darussalam Galleries
Videos TK Galleries
Pictures TK Galleries















