SD Al Falah Darussalam Tropodo kembali menggelar kegiatan supervisi akademik berkala. Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan momentum bagi para ustad dan ustadzah untuk berefleksi dan meningkatkan kualitas penyampaian ilmu kepada para siswa. Dimulai pada 19 Januari 2026 sampai 5 Februari 2026.
Kegiatan supervisi kali ini dihadiri langsung oleh SDM Al Falah Darussalam, Ustadzah Eva Rini Mastutik. Kehadiran beliau memberikan warna tersendiri dalam proses evaluasi ini. Beliau dikenal dengan ketelitian untuk integrasi nilai-nilai Islam dalam pembelajaran. Dengan pendekatannya yang suportif, Ustadzah Eva mengamati jalannya proses belajar mengajar mulai dari pembukaan hingga evaluasi di akhir sesi.
Ada ustad dan ustadzah yang menyiapkan media pembelajaran, tetapi banyak juga yang mengoptimalkan penggunaan Papan Interaktif Digital (Interactive Flat Panel) Merah Putih pemberian Bapak Presiden Prabowo.
Siswa diajak langsung menyentuh papan untuk memindahkan objek visual, yang sangat efektif untuk gaya belajar kinestetik. Pembelajaran yang menggunakan papan interaktif itu menggabungkan video singkat dan kuis interaktif yang membuat suasana kelas menjadi sangat hidup.
Ustadzah Eva Rini Mastutik memberikan apresiasi yang tinggi terhadap langkah berani guru dalam mengintegrasikan teknologi di kelas. Beliau menekankan bahwa penggunaan papan interaktif bukan hanya soal gaya, melainkan tentang bagaimana teknologi tersebut mampu memudahkan pemahaman konsep yang sulit bagi siswa.
“Teknologi adalah alat, namun jiwa dari pembelajaran tetap ada pada kreativitas guru. Apa yang kita lihat hari ini di SD Al Falah Darussalam adalah bukti bahwa pendidik kita siap menghadapi tantangan zaman,” ujar Ustadzah Eva di sela-sela sesi refleksi.
Melalui supervisi ini, SD Al Falah Darussalam Tropodo mempertegas komitmennya sebagai lembaga pendidikan yang unggul dalam akhlak sekaligus mutakhir dalam teknologi. Semangat belajar para guru ini diharapkan dapat menular kepada seluruh siswa, menciptakan ekosistem pendidikan yang modern, islami, dan inspiratif di Sidoarjo. Ustadzah Eva menuturkan bahwa guru harus terus merasa disupervisi oleh ALLAH SWT setiap hari, bukan hanya saat ada supervisi akademik saja.


