Nuansa khas Timur Tengah mendadak terasa kental di lingkungan sekitar SD Al Falah Darussalam pada Senin (15/6) pagi. Mulai pukul 07.30 WIB, ratusan siswa bersama para guru kompak turun ke jalan menggelar Pawai Keliling dalam rangka menyambut datangnya Tahun Baru Islam 1448 Hijriah.

Ada yang unik dan berbeda pada syiar Islam kali ini. Jika biasanya pawai identik dengan busana muslim bebas, seluruh murid dan guru SD Al Falah Darussalam kali ini tampil memukau dengan mengenakan pakaian bergaya khas orang Arab, seperti gamis, jubah, hingga sorban dan hijab yang anggun.

   Penggunaan busana bergaya Arab ini bukan tanpa alasan. Kostum ini dipilih sebagai media edukasi visual dan simbol untuk mengingatkan seluruh warga sekolah mengenai akar sejarah Islam. Melalui busana ini, anak-anak diajak mengingat kembali bahwa Baginda Nabi Muhammad SAW berasal dari negeri Arab dan dimakamkan di Madinah. Selain itu, kiblat umat Islam sekaligus pusat bumi yakni Ka’bah juga berdiri kokoh di Mekkah, negeri Arab.

Sejak garis start dibuka, keceriaan langsung terpancar dari wajah para siswa, terutama kelas bawah yang tampil sangat menggemaskan. Adik-adik kelas 1 dan 2 dengan riang berjalan sambil membawa balon warna-warni yang menghiasi barisan depan.

Di belakangnya, menyusul pasukan kelas 3 yang dengan penuh semangat mengibarkan bendera segitiga bertuliskan ucapan “Selamat Tahun Baru Islam 1448 H”. Sementara itu, kakak-kakak kelas 4 dan 5 tidak kalah kreatif dengan membentangkan berbagai poster syiar Islam berisi pesan-pesan kebaikan dan doa untuk memulai tahun yang baru dengan semangat yang lebih baik.

Lantunan selawat dan pekik takbir yang menggema di sepanjang rute pawai berhasil menarik perhatian warga sekitar. Banyak warga yang keluar rumah untuk menyaksikan dan memberikan senyuman serta apresiasi atas tertib dan kreatifnya barisan pawai SD Al Falah Darussalam.

Melalui kegiatan pawai ini, diharapkan gaung Tahun Baru Islam 1448 H dapat tertanam kuat di dalam hati anak-anak sejak dini, sekaligus melatih kepercayaan diri mereka dalam melakukan syiar agama di tengah masyarakat.

“Melalui pakaian bergaya Arab yang dikenakan hari ini, kami ingin anak-anak tidak sekadar ikut pawai, tetapi juga meresapi sejarah. Kita ingin mengingatkan kembali bahwa peradaban Islam mulia ini berpusat di tanah Arab, tempat Rasulullah dilahirkan dan dimakamkan, serta tempat Ka’bah berdiri sebagai pusat bumi. Semoga semangat hijrah ini tertanam di dada anak-anak untuk menjadi pribadi yang lebih baik,” tutur Ustadz Badrul Imam, selaku Waka Kesiswaan.