Tropodo, 8 Juli 2026 — Lembaga Pendidikan Al Falah Darussalam Tropodo menyelenggarakan kegiatan Upgrading Teacher dengan tema “Good Communication for Excellent Service” pada Rabu, 8 Juli 2026. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh guru dan tenaga kependidikan sebagai bagian dari komitmen lembaga dalam meningkatkan kompetensi sumber daya manusia serta memperkuat budaya pelayanan yang ramah, profesional, humanis, dan berorientasi pada solusi.
Pelatihan menghadirkan Ibu Rizqiani Putri, S.Sos., M.Med.Kom., Founder Sinergi Bicara, sebagai narasumber. Melalui penyampaian materi yang interaktif, komunikatif, dan aplikatif, para peserta dibekali berbagai keterampilan komunikasi yang dapat diterapkan dalam pelayanan sehari-hari di lingkungan pendidikan.
Kegiatan ini menegaskan bahwa kualitas sebuah lembaga pendidikan tidak hanya dinilai dari kurikulum, fasilitas, dan prestasi akademik, tetapi juga dari kualitas interaksi serta pelayanan yang dirasakan oleh siswa, wali murid, tamu, dan masyarakat.
Menguatkan Budaya Pelayanan melalui 7S
Salah satu materi utama dalam pelatihan adalah penerapan budaya pelayanan 7S, yaitu:
Senyum, Salam, Sapa, Sopan, Santun, Sigap, dan Solutif.
Ketujuh nilai tersebut menjadi dasar penting dalam membangun komunikasi yang positif dan menciptakan pengalaman pelayanan yang menyenangkan bagi seluruh warga sekolah.
Senyum mencerminkan keramahan dan ketulusan. Salam menjadi bentuk penghormatan sekaligus doa. Sapa menunjukkan perhatian serta kepedulian. Sopan dan santun menjadi landasan dalam bertutur kata maupun bersikap. Sigap menunjukkan kesiapan dalam memberikan bantuan, sedangkan solutif menuntut setiap pegawai untuk tidak berhenti pada penjelasan, tetapi mampu memberikan jalan keluar atas permasalahan yang dihadapi.
Budaya 7S diharapkan tidak hanya menjadi slogan, tetapi diwujudkan dalam kebiasaan nyata oleh seluruh guru dan tenaga kependidikan dalam menjalankan tugas masing-masing.
Komunikasi Efektif dengan Siswa dan Wali Murid
Dalam pelatihan tersebut, para guru dibekali keterampilan berkomunikasi dengan siswa secara positif, mendidik, dan tidak melukai harga diri anak.vGuru tidak hanya bertugas menyampaikan materi pelajaran, tetapi juga menjadi teladan dalam berbicara, bersikap, memberikan arahan, menyampaikan teguran, dan memberikan penghargaan kepada siswa. Setiap kalimat yang disampaikan oleh guru diharapkan mampu memberikan rasa aman, menumbuhkan semangat, serta membangun kepercayaan diri siswa.
Selain komunikasi dengan siswa, para guru juga mendapatkan pembelajaran mengenai cara membangun komunikasi yang baik dengan wali murid. Hubungan antara sekolah dan keluarga perlu dibangun secara terbuka, hangat, objektif, dan saling menghormati. Guru dilatih menyampaikan perkembangan siswa dengan bahasa yang mudah dipahami, berdasarkan fakta, dan tidak menimbulkan kesalahpahaman. Dalam menyampaikan persoalan, guru diharapkan tidak hanya menjelaskan kekurangan siswa, tetapi juga menawarkan langkah pendampingan yang dapat dilakukan bersama antara pihak sekolah dan orang tua.
Komunikasi yang baik diharapkan mampu memperkuat kepercayaan wali murid serta menciptakan kemitraan yang harmonis dalam mendampingi tumbuh kembang dan pendidikan anak.
Profesional dalam Menghadapi Komplain
Materi lain yang mendapatkan perhatian khusus adalah cara menghadapi wali murid yang sedang menyampaikan keluhan atau komplain. Para peserta diajarkan untuk tidak langsung membantah, menyalahkan, atau membela diri ketika menerima komplain. Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah mendengarkan secara utuh dengan sikap tenang, menjaga ekspresi wajah, serta menunjukkan empati kepada orang tua.
Setelah keluhan dipahami, guru atau petugas pelayanan perlu melakukan klarifikasi menggunakan bahasa yang sopan, santun, dan tidak menyudutkan pihak mana pun. Apabila permasalahan belum dapat diselesaikan secara langsung, petugas wajib menyampaikan langkah tindak lanjut dengan jelas dan memberikan kepastian kepada orang tua. Melalui pendekatan tersebut, komplain tidak lagi dipandang sebagai ancaman, melainkan sebagai masukan yang berharga untuk melakukan evaluasi dan meningkatkan mutu pelayanan lembaga.
Pelayanan yang baik bukan berarti selalu memenuhi seluruh permintaan, tetapi memberikan respons yang cepat, penjelasan yang jujur, sikap yang menghargai, serta solusi yang sesuai dengan peraturan dan kepentingan terbaik siswa.
Security sebagai Garda Terdepan Pelayanan
Kegiatan upgrading tidak hanya memberikan pembekalan kepada guru, tetapi juga kepada petugas keamanan atau security. Security memiliki peran yang sangat penting karena menjadi salah satu pihak pertama yang berinteraksi dengan siswa, wali murid, dan tamu ketika memasuki lingkungan sekolah.
Dalam pelatihan tersebut, petugas keamanan diajarkan cara menyambut siswa dengan senyum, salam, dan sapa yang ramah. Mereka juga dibekali keterampilan membantu siswa turun dari kendaraan dengan aman, tertib, dan penuh perhatian. Petugas keamanan harus sigap membukakan pintu kendaraan, memastikan posisi anak aman ketika turun, membantu membawa barang apabila diperlukan, serta tetap menjaga kelancaran arus kendaraan di lingkungan sekolah.
Bantuan sederhana ketika siswa turun dari mobil merupakan bagian penting dari pelayanan sekolah. Sikap sigap seorang security dapat membuat siswa merasa aman, nyaman, dan diterima sejak pertama kali tiba di lingkungan sekolah. Security juga diingatkan untuk senantiasa menjaga kesopanan, ketegasan, serta keramahan dalam melayani wali murid dan tamu tanpa mengabaikan aspek keamanan serta ketertiban.
Membawa Diri sebagai Pendidik Profesional
Selain komunikasi verbal, para peserta juga mendapatkan pembelajaran mengenai komunikasi nonverbal dan cara membawa diri sebagai seorang pendidik serta tenaga kependidikan yang profesional. Penampilan, ekspresi wajah, postur tubuh, cara berdiri, cara duduk, gerakan tangan, hingga cara berjalan dapat memberikan kesan tertentu kepada orang lain.
Para guru diarahkan untuk senantiasa menjaga kerapian dan kebersihan penampilan serta menggunakan pakaian yang pantas sesuai dengan nilai dan budaya lembaga. Bahkan cara berjalan menjadi bagian dari materi pelatihan. Guru diharapkan berjalan dengan postur yang baik, tegap, tenang, tidak berlebihan, dan menunjukkan rasa percaya diri.
Sebagai figur yang dilihat dan diteladani oleh siswa, setiap guru perlu menunjukkan sikap, perilaku, dan penampilan yang mencerminkan kedisiplinan, kewibawaan, keteladanan, serta profesionalisme. Penampilan yang baik bukan semata-mata untuk membangun citra, tetapi merupakan bentuk penghargaan terhadap profesi, lembaga, siswa, wali murid, dan diri sendiri.
Penyerahan SK Pegawai Tetap dan Calon Pegawai
Di tengah rangkaian pelatihan, dilaksanakan pula penyerahan Surat Keputusan Pegawai Tetap dan Calon Pegawai. Surat keputusan tersebut diserahkan secara langsung oleh Ustadz Tri Warsono, S.E., selaku Ketua Yayasan Masjid Darussalam Tropodo. Penyerahan SK menjadi momen penting sekaligus membahagiakan bagi para penerima. SK tersebut bukan sekadar dokumen administratif, tetapi merupakan bentuk kepercayaan yayasan kepada para pegawai untuk melaksanakan amanah dengan penuh tanggung jawab.
Para penerima SK diharapkan semakin meningkatkan loyalitas, integritas, kedisiplinan, dan profesionalisme dalam bekerja. Status sebagai pegawai tetap maupun calon pegawai harus disertai dengan komitmen untuk terus belajar, meningkatkan kompetensi, menjaga nama baik lembaga, dan memberikan pelayanan terbaik kepada siswa, wali murid, serta masyarakat.
Kepercayaan yang telah diberikan yayasan diharapkan menjadi motivasi untuk terus bertumbuh serta menghadirkan kontribusi terbaik bagi kemajuan lembaga.
Pemberian Apresiasi kepada Wali Kelas Terbaik
Selain penyerahan SK, pada kesempatan tersebut juga dilaksanakan pemberian apresiasi kepada wali kelas terbaik. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk perhatian dan apresiasi lembaga terhadap wali kelas yang telah menunjukkan kinerja, dedikasi, tanggung jawab, serta kualitas pelayanan yang baik dalam mendampingi siswa dan membangun komunikasi dengan wali murid.
Wali kelas memiliki posisi yang sangat strategis dalam penyelenggaraan pendidikan. Mereka tidak hanya bertanggung jawab terhadap administrasi kelas, tetapi juga berperan sebagai pendamping, komunikator, motivator, serta penghubung utama antara sekolah, siswa, dan orang tua. Seorang wali kelas dituntut mampu memahami karakter setiap siswa, memantau perkembangan akademik dan nonakademik, menjaga suasana kelas yang positif, serta merespons berbagai persoalan siswa secara cepat dan bijaksana.
Apresiasi kepada wali kelas terbaik diharapkan dapat menjadi motivasi bagi seluruh guru untuk terus meningkatkan kualitas pendampingan dan pelayanan kepada siswa serta wali murid. Penghargaan tersebut juga menegaskan bahwa setiap kerja keras, ketulusan, kedisiplinan, kreativitas, dan pengabdian yang diberikan oleh guru memperoleh perhatian serta penghargaan dari lembaga.
Melalui apresiasi ini, lembaga ingin membangun budaya kerja yang sehat, positif, dan saling menguatkan. Prestasi tidak hanya diukur dari hasil akademik, tetapi juga dari kemampuan guru dalam membangun hubungan yang baik, memberikan keteladanan, menyelesaikan persoalan, serta menghadirkan pelayanan pendidikan yang memuliakan setiap siswa.
Apresiasi Voucher Belanja Darussalam Mart
Sebagai bentuk perhatian dan penghargaan kepada guru serta tenaga kependidikan, yayasan juga memberikan voucher belanja senilai Rp200.000,00. Voucher tersebut dapat digunakan untuk berbelanja di Darussalam Mart, salah satu bidang usaha yang berada di bawah naungan Yayasan Masjid Darussalam Tropodo.
Pemberian voucher menjadi bentuk apresiasi atas dedikasi, kontribusi, dan kerja keras para pegawai dalam mendukung pelaksanaan pendidikan serta pelayanan lembaga. Selain memberikan manfaat kepada para pegawai, program tersebut juga menjadi bentuk dukungan terhadap pengembangan unit usaha yayasan dan upaya membangun kemandirian ekonomi lembaga.
Dengan memanfaatkan voucher di Darussalam Mart, para pegawai turut mendukung pertumbuhan usaha yayasan agar semakin berkembang dan mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi lembaga maupun masyarakat.
Dari Pelatihan Menuju Budaya Kerja
Kegiatan Upgrading Teacher “Good Communication for Excellent Service” diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan pelatihan, tetapi mampu melahirkan perubahan nyata dalam budaya kerja seluruh guru dan tenaga kependidikan. Ilmu yang diperoleh perlu diterapkan secara konsisten dalam setiap situasi, baik ketika melayani siswa, berkomunikasi dengan wali murid, menerima tamu, bekerja sama dengan rekan kerja, maupun ketika menghadapi keluhan.
Senyum harus tetap diberikan meskipun sedang lelah. Salam dan sapa harus tetap disampaikan meskipun aktivitas sedang padat. Kesopanan dan kesantunan harus tetap dijaga ketika menghadapi kritik. Sikap sigap dan solutif harus dihadirkan ketika siswa, orang tua, maupun rekan kerja membutuhkan bantuan.
Melalui kegiatan yang disampaikan oleh Ibu Rizqiani Putri, S.Sos., M.Med.Kom., seluruh guru dan tenaga kependidikan diharapkan semakin terampil berkomunikasi, semakin profesional dalam membawa diri, dan semakin siap memberikan pengalaman pelayanan terbaik kepada seluruh masyarakat.
Rangkaian penyerahan SK, pemberian apresiasi kepada wali kelas terbaik, serta pembagian voucher belanja menjadi bukti bahwa yayasan tidak hanya menuntut peningkatan kualitas kerja, tetapi juga memberikan perhatian, kepercayaan, dan penghargaan kepada seluruh pegawai.
Lembaga Pendidikan Al Falah Darussalam Tropodo terus berkomitmen membangun pelayanan pendidikan yang profesional, humanis, dan memuliakan setiap orang.
Budaya Senyum, Salam, Sapa, Sopan, Santun, Sigap, dan Solutif diharapkan semakin melekat dalam diri seluruh pegawai dan menjadi karakter pelayanan lembaga.
Sebab, dari komunikasi yang baik akan tumbuh kepercayaan. Dari pelayanan yang tulus akan lahir kepuasan. Dari apresiasi akan tumbuh motivasi. Dan dari keteladanan para guru serta tenaga kependidikan akan terbentuk generasi yang berilmu, percaya diri, dan berakhlak mulia.



