Gedangan, Sidoarjo 17-18 April 2026 menjadi memori yang tidak terlupakan bagi siswa k elas 8 SMP Al Falah Darussalam Tropodo dalam kegiatan pramuka di Yon Arhanud 8/MBC Sidoarjo. Kegiatan Pramuka kali ini jauh berbeda dari sebelumnya, kali ini dengan pendekatan semi militer digelar sebagai upaya membentuk siswa yang berkarakter kuat, disiplin, serta mampu bekerja sama dalam tim. Kegiatan ini diikuti oleh kurang lebih 97 peserta dari seluruh kelas 8 yang antusias mengikuti rangkaian pelatihan intensif di lapangan terbuka. Kegiatan ini mengusung tema “Membangun Karakter Tangguh dan Solidaritas Tim”, kegiatan ini dirancang tidak hanya untuk melatih fisik, tetapi juga mental dan kepemimpinan siswa. Berbagai materi telah diberikan, mulai dari baris-berbaris, survival dasar, manajemen tim, hingga simulasi situasi lapangan yang menuntut kekompakan dan ketepatan dalam mengambil keputusan.

Pembina kegiatan menyampaikan bahwa pendekatan semi militer bukan untuk menjadikan peserta bersifat keras, melainkan menanamkan nilai karakter, disiplin, tanggung jawab, serta keteguhan dalam menghadapi tantangan. “Kami ingin peserta memiliki mental yang kuat, mampu bekerja dalam tim, dan saling mendukung satu sama lain,” ujarnya. Selama kegiatan berlangsung, peserta dibagi ke dalam beberapa regu yang harus menyelesaikan berbagai misi bersama. Setiap anggota dituntut untuk berkontribusi aktif, menjaga komunikasi, dan mengutamakan kepentingan kelompok di atas kepentingan pribadi. Dari sinilah nilai solidaritas dan kebersamaan tumbuh secara alami. Salah satu peserta mengaku mendapatkan pengalaman yang berharga dari kegiatan ini. “Kami belajar untuk saling percaya dan tidak mudah menyerah. Walaupun lelah, kami tetap saling memberikan semangat dan menjaga solidaritas,” ungkap Fardan.

Selain pelatihan fisik, kegiatan ini juga diisi dengan sesi refleksi dan pembinaan karakter di malam hari. Seperti pentas seni, setiap regu menampilkan yel-yel, lagu, maupun drama. Setelah pentas seni dilanjutkan dengan upacara api unggun. Dalam upacara api unggun ustadz Khudloifi selaku pembina upacara menyampaikan filosofi api unggun, “bahwa dari kayu-kayu yang terpisah, diibaratkan adalah rasa malas dari dalam diri kalian. Kini semua bertekat menjadi satu tumpukkan yang di mana ingin kita lepaskan, kita buang jauh-jauh, dan kita bakar habis. Kita saksikan bahwa malam ini adalah pelajaran semangat baru dan berharga untuk menjadi siswa ke depannya agar bisa disiplin dan bertanggungjawab”. Dalam suasana yang lebih tenang, peserta diajak memahami pentingnya integritas, empati, dan semangat gotong royong sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.

Pada dasarnya kegiatan pramuka ini bertujuan untuk mendidik karakter anak-anak bangsa. Selain mendidik karakter juga bisa membangun tingkat kedisiplinan siswa misalnya disiplin dalam kesehariannya seperti disiplin berseragam, disiplin beribadah, disiplin belajar, dan disiplin waktu. Selain mendidik kedisiplinan kegiatan pramuka ini juga membangun jiwa sosial dalam diri siswa misalnya saling membantu antar teman dan juga saling mengingatkan antar sesama. Dengan kegiatan pramuka ini diharapkan siswa mampu menggali jati dirinya agar bisa menemukan sesuatu yang berharga dalam hidupnya.