Kreativitas, kerja keras, dan rasa percaya diri terpancar jelas dari wajah 108 siswa kelas 6 SD saat mengikuti acara puncak Gelar Karya dan Uji Publik Proyek Akhir. Acara yang berlangsung meriah pada Jumat, 22 Mei 2026 ini menjadi panggung pembuktian bagi para siswa setelah melewati proses panjang selama tiga bulan penuh untuk menghasilkan karya yang inovatif.
Bukan sekadar tugas akhir, kegiatan ini dirancang sebagai wadah komprehensif bagi siswa untuk meningkatkan kemampuan belajar, melatih rasa percaya diri saat berbicara di depan umum, mengembangkan kreativitas dan kemampuan berpikir kritis, serta memberikan pengalaman berharga dalam bekerja sama dan bertanggung jawab menyelesaikan sebuah proyek kelompok.
Keberhasilan yang terlihat di panggung tidak didapatkan secara instan. Selama 3 bulan terakhir, ke-108 siswa kelas 6 terbagi dalam kelompok-kelompok kecil untuk melakukan riset, eksperimen, hingga pembuatan purwarupa. Proses penilaian pun dilakukan secara bertahap:
- Presentasi Awal: Siswa memaparkan konsep dan progres proyek mereka di hadapan guru IPAS untuk mendapatkan bimbingan dan evaluasi teknis.
- Uji Publik (Puncak Acara): Siswa mempresentasikan hasil akhir menggunakan media presentasi yang menarik (PPT) di hadapan seluruh siswa kelas 6 dan diuji langsung oleh 10 dewan guru yang bertindak sebagai tim penguji.
Acara ini dibuka langsung oleh Kepala Sekolah, ustadzah Nurul Hikmah yang menyampaikan rasa bangganya atas dedikasi luar biasa dari seluruh siswa. “Gelar Karya ini adalah bukti nyata bahwa anak-anak tidak hanya belajar secara teori, melainkan mampu mengasah kemampuan berpikir kritis dan kreativitas, untuk menjawab tantangan nyata. Melalui proses panjang selama tiga bulan, perkembangan karakter yang luar biasa mulai dari cara anak-anak bekerja sama, bertanggung jawab atas proyeknya, hingga tumbuh menjadi pribadi yang berani dan percaya diri saat berbicara di depan publik. Inilah modal berharga untuk menjadi inovator masa depan,” tutur ustadzah Nurul Hikmah.

Dari kiri ke kanan: Nafisa, Nabila dan Qisty

Terbaik dari kelas 6A mempresentasikan proses gunung meletus

Terbaik dari kelas 6B mempresentasikan penyaringan air.
Setiap kelas menunjukkan fokus inovasi yang luar biasa dan aplikatif di bidang sains dan teknologi. Berikut adalah ragam proyek yang dipresentasikan: Sedotan dan plastik yang bisa dimakan, detektor hujan, pendeteksi kedalaman banjir, perekam suara sederhana, dan lainnya. Dan menurut hasil penilaian dewan penguji, yang berhasil menjadi terbaik di setiap kelas adalah:
Kelas 6A – Simulasi Proses Gunung Meletus: Menampilkan replika dan penjelasan ilmiah yang detail mengenai reaksi kimia dan tekanan yang menyebabkan terjadinya erupsi gunung berapi.
Kelas 6B – Sistem Penyaringan Air: Menghadirkan solusi lingkungan berupa alat filtrasi sederhana namun efektif untuk mengubah air keruh menjadi air bersih layak pakai.
Kelas 6C – Kipas Bertenaga Surya: Memanfaatkan energi terbarukan yang ramah lingkungan dengan merakit kipas angin yang digerakkan sepenuhnya oleh panel surya.
Kelas 6D – Tempat Sampah Otomatis: Sentuhan teknologi masa kini yang memanfaatkan sensor gerak agar tempat sampah dapat terbuka sendiri, mendukung gaya hidup higienis.
“Semua karya yang ditampilkan hari ini sangat luar biasa. Anak-anak tidak hanya cerdas secara teori, tapi mampu berpikir kritis dalam memecahkan masalah sehari-hari melalui teknologi sederhana,” ujar ustadzah Rifa selaku Wakil Kepala sekolah bidang Kurikulum yang ikut menguji.

Terbaik dari kelas 6D mempresentasikan tempat sampah otomatis

Terbaik dari kelas 6C mempresentasikan kipas bertenaga surya
Suasana ruang presentasi sempat menegangkan sekaligus seru saat sesi tanya jawab menggunakan PPT berlangsung. Ketajaman argumen dan rasa percaya diri siswa saat menjawab pertanyaan dari dewan penguji patut diacungi jempol.
Sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan kerja keras mereka, pihak sekolah memberikan penghargaan khusus bagi satu proyek terbaik yang dipilih dari setiap kelas. Penilaian ini didasarkan pada tingkat inovasi, penguasaan materi saat presentasi, kerja sama tim, dan fungsi dari alat yang diciptakan.
Melalui kegiatan Gelar Karya ini, siswa kelas 6 tidak hanya lulus secara akademik, tetapi juga telah bekal keterampilan abad ke-21 (Critical Thinking, Creativity, Collaboration, dan Communication) yang siap membawa mereka melangkah ke jenjang pendidikan berikutnya dengan penuh rasa percaya diri.
Selamat untuk seluruh siswa kelas 6 atas karya-karya hebatnya!
